Cerita Tante Saat Di Tempat Wisata

cerita-tante-saat-di-tempat-wisataCerita Tante Saat Di Tempat Wisata

Cerita Dewasa – Kami hingga di Lembang. Aku bingung. Tadi manakala aku mau belok kiri ke Hotel Kh lagi-lagi Sari menangkis. Mau ngapain di Lembang? Ke Maribaya? Ah, itu tempat wisata, susah untuk seperti ituan. tambah baik mampir dulu buat minum sembari mengatur taktik.

Kita minum dulu ke sini, ya..?, ajakku untuk mampir di tempat minum susu fresh yang biasa ditongkrongi anak-anak muda. Mau minum susu? Engga.., ah. daripada minum susu Sari aja… Aku tak heran, bicaranya memang suka nyrempet.

Boleh.., kataku sembari memindahkan tanganku dari paha ke belahan kemejanya, menyusup ke balik BH-nya, meremas. Tak ada penolakan. Daging bulat yang ‘mengkal’. Tak seperti itu besar tapi padat. Puting yang nyaris tak terasa, disebabkan kecil. Celanaku terasa sesak. hingga di perempatan aku harus ambil ketetapan mau ke mana? Lurus ke Maribaya. Kanan kembali ke Setia Budi. Kiri ke arah Tangkuban Perahu. Kumelepaskan tanganku dari susu fresh Sari, aku belok kiri. Tangan Sari kuraih kuletakkan di selangkanganku, lalu tanganku kembali ke susu freshnya. Tangannya memijit-mijit penisku (dari luar). beresiko sesungguhnya. situasi jalan yang penuh tikungan dan tanjakan tatkala konsentrasi tak penuh.

Hari mulai gelap, aku belum mendapatkan solusi masalahku, di mana aku akan menggumuli Sari? Di tepi kanan jalan ke arah Tangkuban Perahu itu banyak terdapat kedai-kedai jagung bakar. Kubelokkan mobilku ke situ, melacak tempat parkir yang mojok dan gelap. Mau makan jagung?, tanyanya. iya, jawabku. Makan jagung-mu. Cerita Tante Saat Di Tempat Wisata

Incoming search terms:

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.