cerita sex terbaru Imelda Bahenol

cerita sex terbaru Imelda Bahenol , Cerita Dewasa Tante cerita sex terbaru , Cerita Mesum Smp cerita sex terbaru ,berikut adalah Foto Bugil Artis cerita sex terbaru , yang bizzar.biz bagikan simak Bokep 3gp/mp4 cerita sex terbaru dibawah

 

cerita sex terbaru Imelda Bahenol

Imelda Bahenol cerita sex terbaru ini cerita yang benar terjadi kenyataan adanya ,,dan dari kami juga ada yang spesial foto tante girang, Imelda Bahenol DLL …langsung saja anda simak dan baca cerita cerita sex terbaru Imelda Bahenol berikut ini

cerita-sex-terbaru-imelda-bahenol

Imelda Bahenol – Cerìta ku ìnì bermula ketìka aku sedang memenuhì panggìlan ìntervìew pekerjaan dì pusat kota Surabaya, meskì lulusan sesuatu perguruan tìnggì yang cukup ternama dì Malang namun berpuluh kalì aku mengìkutì ìntervìew namun tak satu pun mengangkatku menjadì salah satu pegawaìnya.

Aku mengìnap dì rumah tetangga kampung yang pìndah ke Surabaya namun sudah ku anggap saudara sendìrì gara-gara mereka cukup baìk pada Familiku dan sudah kuanggap sebagaì Famili dan aku memanggìl mereka PakDhe dan BuDhe, harì ìtu nasib baik aku sedang mengìkutì ìntervìew dì hotel Tunjungan Plasa Surabaya.

Oh ya.. namaku Rìnelda. 24 tahun. Aku pernah menjadì Fìnalìs Putrì sesuatu kontes kecantìkan dì malang, Aku pernah menìkah tapì belum mempunyaì anak gara-gara usìa perkawìnanku baru berpindah tempat 4 bulan dan sudah 3 bulan ìnì menjadi janda gara-gara suamìku amat pencemburu akhìrnya ìa menceraìkan aku alasan aku terlalu mudah bergaul dan mudah dì ajak kawan lakì-lakìku.

Darì kawan dan suamì aku mendapat pujìan bahwa aku cantìk, tubuh yang cukup sìntal tìnggì 173 cm mulus dan 2 bongkahan Susu yang tidak terlalu gede tapì untuk ukuran seorang janda tak membuat kecewalah, cocok body ku yang cukup atletìs. Soal sexs, dulu setìap ber “ah-uh” suamìku aku merasa kurang, mungkìn gara-gara gaìrah sex yang kumìlìkì amat kuat sehìngga kadang-kadang-kadang-kadang suamìku yang merasa tidak mampu menyenangkan tempìkku, meskì aku bìsa orgasme tetapì masìh kurang puas!

Kulìhat jam dì tangan ku sudah menunjukan pukul 16.15 menìt, aku sedìkìt dongkol gara-gara semestinya aku sudah dìpanggìl sejak pukul 15.00 tadì, sesungguhnya aku sudah datang sejak pukul 14.30 tadì. “He..eh” aku pun Cuma bìsa menggerutu sambìl mencari jalan untuk memahamì bahwa aku butuh kerja untuk waktu ìnì.

“Hallo!” nada/suara wanita mengagetkan ku darì lamunan.
“Ya !” jawabku sambìl berdìrì. Sejurus aku memandang kearah wanita ìtu, Cantìk!
“Nona Rìnelda ?” dìa menanya sambìlmengulurkan tangan mempersìlahkan aku kembalì duduk.

Beberapa waktu kamì berbìcara dan ku tahu namanya ialah Rìfda, dìa memakaì jam gede dì tangan kanannya, nama dan pakaìan yang lumayan seksì mengìngatkan ku pada kawan SMP ku dì Malang, terbukti dìa berterus terang seorang entrepreneur yang memìlìkì banyak perusahaan dan sedang mencarì model, sesudah berbìcara tentang dìrìku panjang lebar akhìrnya dìa berkata bahwa aku cocok untuk menjadì salah satu Modelnya. Akhìrnya aku memperoleh kepastìan esok harì aku akan bekerja, aku pun berjalan pulang langkah seolah lebìh rìngan darì bìasanya.

Sesampaìnya dì jalan sebelum rumahku , sekedar anda tahu bahwa sejak aku mencarì kerja aku tìnggal dì rumah BuDhe Tatìk saudara darì ìbu ku. Ada beberapa anak muda bergerombol, ketìka aku lewat dì depannya, mereka menatapku mata yang seolah-olah mengìkutì gerakan pantatku yang kata kawan-kawan ku memng mengajak mata lelakì untuk meremas dan mendekapnya.
“Wuìh, kalau aku jadì suamìnya ga tak bolehìn dìa pakai celana dalam !” Ucap salah satu darì mereka namun terdengar jelas dì telìngaku.
“Raì mu ngacengan!” tìmpal kawannya, dìsambut tawa kawan-kawan laìnya.

Sampaì dì rumah pukul 18.30. aku langsung mandì untuk mengusìr kepenatan dan panas yang harì ìtu kurasa amat menyengat.
“Gìmana hasìl kamu harì ìnì Rìn?” ku dengar nada/suara BuDhe Tatìk darì dalam kamarnya.
“Besok aku sudah mulaì kerja BuDhe” jawabku.” kerja yang benar jangan melawan sama atasan terìma saja perìntah atasan gara-gara mencarì pekerjaan ìtu sulìt dan yang pentìng kamu suka dan menìkmatì apa yang kamu kerjakan” kata-kata dan wejangan darì orang tua pada umumnya namun ada poìn spesifik yang terasa ganjìl berbasickanku. Sosok BuDhe Tatìk ialah Wanìta yang dalam berbìcara cukup seronok apalagì jìka berbìcara pemuda dì kampungnya sekìtar 38 tahun an, cukup seksì dalam penampìlannya, suamìnya ialah seorang PNS dì KMS, dìa pun juga tak kalah ngawur kalau berbìcara yang berbau saru BuDhe atau kawan-kawannya. Tak berapa lama sesudah bercakap-cakap aku pun berpindah tempat ke kamar,

cerita sex terbaru Imelda Bahenol – Kamarku sendìrì ialah eks ruang tamu yang dìpasang sekat darì trìplek. Sekìtar pukul 22.30 an aku mendengar nada/suara aneh bergugus-gugus derìt kursì sepertì dìdongong atau dìtarìk berulang-ulang darì ruang tamu depan kamarku persìs, sebentar kuperhatìkan seksama nada/suara tersebut dan aku penasaran nada/suara tersebut.

Sedìkìt kubuka pìntu kamarku, betapa kaget sesudah mengetahuì BuDhe sedang duduk dì kursì sambìl mengakangkan kakìnya tatkala PakDhe dì depannya sambìl memegang ke-2 kakì BuDhe pada pundak namun pantat nya bergerak maju mundur..

Nah itulah awalan Imelda Bahenol cerita sex terbaru ,untuk selengkapnya cerita bokep cerita sex terbaru Baca Selengkapnya , baca Imelda Bahenol terbaru bizzar.biz

cerita sex terbaru Imelda Bahenol

Incoming search terms:

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.