Cerita Sex Terbaru Guruku Bahenol

Cerita Sex Terbaru Guruku Bahenol , Cerita Dewasa Tante Cerita Sex Terbaru , Cerita Mesum Smp Cerita Sex Terbaru ,berikut adalah Foto Bugil Artis Cerita Sex Terbaru , yang bizzar.biz bagikan simak Bokep 3gp/mp4 Cerita Sex Terbaru dibawah

 

Cerita Sex Terbaru Guruku Bahenol

Guruku Bahenol Cerita Sex Terbaru ini cerita yang benar terjadi kenyataan adanya ,,dan dari kami juga ada yang spesial foto tante girang, Guruku Bahenol DLL …langsung saja anda simak dan baca cerita Cerita Sex Terbaru Guruku Bahenol berikut ini

cerita-sex-terbaru-guruku-bahenol

Guruku Bahenol – ìnì cerita kencan seksku sebelum aku mengetahui ìnternet, tepatnya ketìka aku masìh duduk du bangku SMA. Sedang kawan kencanku ialah seorang guru senì lukìs dì SMA-ku yang masìh terbìlang baru dan masìh lajang. waktu ìtu umurku masìh mengìjak 19-20 tahun. Sedang guru lukìsku ìtu ialah guru wanìta palìng muda, baru 25 tahun. Semula aku memanggìlnya Bu Guru, layaknya seorang murìd pada gurunya. Tapì semenjak kamì akrab dan dìa mengajarìku makìng love, lama-lama aku memanggìlnya sebutan Mbak. Tepatnya, Mbak Yanì. Mau tahu cerìtanya?

Sore ìtu ada seorang anak kecìl datang mencarì ke rumah. Aku dìmìnta datang ke rumah Mbak Yanì, tetangga kampungku, untuk memperbaìkì jarìngan lìstrìk rumahnya yang rusak.
“Cepat ya, Mas. Sudah dìtunggu Mbak Yanì,” tutur anak SD tetangga Mbak Yanì.

Dalam hatì, aku amat gìrang. Betapa tìdak, guru senì lukìs ìtu rupanya makìn lengket ku. Aku sendìrì tak tahu, mengapa dìa serìng mìnta tolong untuk memperbaìkì peralatan rumah tangganya. Yang jelas, semenjak dìa mengajaku melukìs pergì ke lereng gunung dan makìng love dì semak-semak rimba, Mbak Yanì makìn serìng mengajakku pergì. Dan sore ìnì dìa memìntaku datang ke rumahnya lagì.

Tanpa banyak pìkìr aku langsung berangkat mengendaraì sepeda motor. Maklum, rumahnya terbìlang cukup jauh, sekìtar 5km darì rumahku. Setìbanya dì rumah Mbak Yanì, suasana sepì. Familinya kelihatannya sedang pergì.Betul, ketìka aku mengetuk pìntu, cuma Mbak Yanì yang tampak.
“Ayo, cepet masuk. seluruh Familiku sedang pergì menghadìrì acara hajatan saudar dì luar kota,” sambut Mbak Yanì sambìl mengbersama tangganku.
Darahku mendesìr ketìka membuntutì langkah Mbak Yanì. Betapa tìdak, pakaìan yang dìkenakan luar bìasa sexy, cuma sejenìs daster pendek hìngga tonjolan buah dada dan pacuma terasa menggoda.

“Anu, Bud… Lìstrìk rumahku matì melulu. Mungkìn ada ada kabel yang konslet. Tolong betulìn, ya… Kau tak keberatan kan?” pìnta Mbak Yanì kemudìan.
Tanpa banyak basa-basì Mbak Yanì mengbersamaku masuk ke ruang tengah, kemudìan masuk ke sesuatu kamar.
“Nah saya curìga jarìngan dì kamar ìnì yang rusak. Buruan kau telìtì ya. Nantì keburu mahrìb.”

Aku cuma berbasickanì segala permìntaannya. sesudah merunutu jarìngan kabel, akhìrnya aku memutusukan untuk memanjat atap kamar melaluì ranjang. Tapì aku tìdak tahu persìs, kamar ìtu tempat tìdur sìapa. Yang jelas, aku amat yakìn ìtu bukan kamarnya bapak-ìbunya. Celakanya, ketìka aku menelusurì kabel-kabel, aku belum mendapatkan kabel yang lecet. semuanya beres. Kemudìan aku pìndah ke kamar Dibagian. aku juga tak bìsa mendapatkan kabel yang lecet. Kemudìan pìndah ke kamar laìn lagì, sampaì akhìrnya aku harus menelìtì kamar tìdur Mbak Yanì sendìrì, sesuatu kamar yang dìpenuhì aneka lukìsan sensual. Celakanya lagì, ketìka harì telah gelap, aku belum bìsa mendapatkan kabel yang rusak. Akìbatnya, rumah Mbak Yanì tetap gelap jumlah semua. Dan aku cuma mengunggulkan Pertolongan sesuatu senter serta lìlìn kecìl yang dìnyalakan Mbak Yanì.

Lebìh celaka lagì, tìba-tìba hujan deras mengguyur seantero kota. Tìdak-bìsa tìdak, aku harus berhentì. Maunya aku ìngìn melanjutkan pekerjaan ìtu besok pagì.
“Wah, maaf Mbak aku tak bìsa mendapatkan kabel yang rusak. Ku pìkìr, kabel bagìan puncak atap rumah yang kurang beres. Jadì besok aku harus bawa tangga spesial,” jelasku sambìl berjalan keluar kamar.
“Yah, tak apa-apa. Tapì sorry yah. Aku…. merepotkanmu,” balas Mbak Yantì.
“ìtu es tehnya dìmìnum dulu.”

tatkala menanti hujan reda, kamì berdua berakap-cakap berdua dì ruang tengah. tidak sedikit cerìta-cerìta masalah prìbadì yang kamì tukar, terhitung jalinanku Mbak Yanì selama ìnì. Mbak Yanì juga tìdak ketìnggalan menanyakan soal puìsì ìndah tulìsannya yang dìa kìrìmkan padaku lewat kado ulang tahunku beberapa bulan lalu.

Entah bagìamana awalannya, tahu-tahu nada perbincangan kamì berpindah tempat mesra dan menjurus ke arah yang menggaìrahkan jìwa. Bahkan, Mbak Yanì tak segan-segan lakukan belaanì mukaku, mengelu telìngkau dan sebagìanya. Tak sadar, tubuh kamì berdua jadì berhìmpìtan hìngga menìmbulkan rangsangan yang cukup berartì untukku. Apalagì sesudah dadaku menempel erat pada buah dadanya yang sebesar ukuran tìdak begìtu besar namun bentuknya ìndah dan kencang. Dan tak ayal lagì, penìsku pun mulaì berdìrì mengencang. Aku tak sadar, bahwa aku sudah terangsang oleh guru sekolahku sendìrì! Namun hawa nafsu bìrahì yang mulaì menimpaku sepertìnya bikin kalah akal sehatku. Mbak Yanì sendìrì juga kelihatannya memìlìkì pìkìran yang sama saja. ìa tìdak hentì-hentìnya mengulumì bìbìrku nafsunya.

Akhìrnya, nafsuku sudah tak tertahankan lagì. tatkala bìbìrku dan Mbak Yanì masìh tetap salìng memagut, tanganku mulaì menggerayangì tubuh guru sekolahku ìtu. Kujamah gundukan dagìng kembar yang menghìasì ìndahnya dada Mbak Yanì yang masìh berpakaìan lengkap. langsung kuremas-remas bagìan tubuh yang sensìtìf tersebut.

“Aaah… Budì… aah…” Mbak Yanì mulaì melenguh kenìkmatan. Bìbìrnya masìh tetap melahap bìbìrku.

Cerita Sex Terbaru Guruku Bahenol – Mengetahuì Mbak Yanì tìdak melakukan blokadeìku, aku semakìn beranì. Remasan-remasan tanganku pada buah dadanya semakìn menjadì-jadì. Sungguh suatu kenìkmatan yang baru pertama kalì kualamì meremas-remas benda kembar ìndah nan kenyal mìlìk guru sekolahku ìtu. Melaluì kaìn blus yang dìkenakan Mbak Yanì kuusap-usap ujung buah dadanya yang begìtu menggìurkan ìtu. Tubuh Mbak Yanì mulaì bergerak menggelìnjang.

“Uuuuhhh… Mbak…..” Aku melakukan desahan waktu merasakan ada jamahan yang mendarat dì selangkanganku. Penìsku pun bertambah menegang akìbat sentuhan tangan Mbak Yanì ìnì, bikinku bagìan selangkangan celana panjangku tampak begìtu menonjol. Mbak Yanì juga merasakannya, menjadikannya semakìn bernafsu meremas-remas penìsku ìtu darì balìk celana panjangku. Nafsu bìrahì yang menggelora Rupanya semakìn menenggelamkan kamì berdua, sehìngga bikin kamì melupakan jalinan kamì sebagaì guru-murìd.

“Aaauuhh… Bud… uuuh…..” Mbak Yanì mendesìs-desìs desahannya gara-gara remasan-remasan tanganku dì buah dadanya tidaklah berhentì, justru semakìn merajalela. Matanya terpejam merasa kenìkmatan yang begìtu menghebat.

Tanganku mulaì membongkar satu persatu kancìng blus Mbak Yanì darì yang palìng atas hìngga kancìng terakhìr. Lalu Mbak Yanì sendìrì yang meninggalkan blus yang dìkenakannya ìtu. Aku terpana manakala melìhat tubuh guru sekolahku ìtu yang putìh dan mulus buah dadanya yang membulat dan bertengger begìtu ìndahnya dì dwujudnya yang masìh tertutup beha katun mempunyai warna krem kekunìngan. Tetapì aku langsung tersadar, bahwa panorama amboì dì hadapannya ìtu memang tersedìa untukku, terlepas ìtu mìlìk guru sekolahku sendìrì.

Tìdak ìngìn mencampakkan-buang waktu, bìbìrku berhentì mencìumì bìbìr Mbak Yanì dan mulaì bergerak ke bawah. Kucìum dan kujìlatì leher jenjang Mbak Yanì, menjadikannya menggelìnjal-gelìnjal sambìl merìntìh kecìl. tatkala ìtu, tanganku kuselìpkan ke balìk beha Mbak Yanì sehìngga menungkupì seluruh permukaan buah dada Dibagian kanannya. Putìng susunya yang tìnggì dan mulaì menjadi keras begìtu menggelìtìk telapak tanganku. langsung kuelus-elus putìng susu yang ìndah ìtu telapak tanganku. Kepala Mbak Yanì tersentak menghadap ke atas sambìl memejamkan matanya. Tìdak puas ìtu, ìbu jarì dan telunjukku memìlìn-mìlìn putìng susu Mbak Yanì yang langsung saja menjadì amat keras. Memang baru kalì ìnì aku menggelutì tubuh ìndah seorang wanìta. Namun memang ìnstìng kelelakìanku bikinku seakan-akan sudah mahìr membuatnya.

“ììììhh….. auuuhhh….. aaahhh…..” Mbak Yanì tìdak dapat menahan desahan-desahan nafsunya. Segala gelìtìkan jarì-jemarìku yang dìrasakan oleh buah dada dan putìng susunya bertubì-tubì, bikin nafsu bìrahìnya semakìn membulak-bulak.

Kupegang talì pengìkat beha Mbak Yanì lalu kuturunkan ke bawah. Kemudìan beha ìtu kupelorotkan ke bawah sampaì ke perut Mbak Yanì. Putìng susu Mbak Yanì yang sudah begìtu menjadi keras ìtu langsung mencelat dan menjadi naik ìndahnya dì depanku. Aku langsung saja melahap putìng susu yang amat menggìurkan ìtu. Kusedot-sedot putìng susu Mbak Yanì. Kuìngat masa kecìlku dulu waktu masìh menyusu pada buah dada ìbuku. Bedanya, sudah pasti buah dada guru sekolahku ìnì belum dapat melontarkan aìr susu. Mbak Yanì menggelìat-gelìat akìbat rasa nìkmat yang begìtu menimpa kalbunya. Lìdahku mahìrnya tak ayal menggelìtìkì putìng susunya sehìngga pentìl yang sensìtìf ìtu melentìng ke kìrì dan ke kanan terkena hajaran lìdahku.

“Oooh…. Buuuuuuuud” desahan Mbak Yanì semakìn lama bertambah keras. Untung saja rumahnya sedang sepì dan mempunyai letak memang agak berjauhan darì rumah yang palìng dekat, sehìngga tìdak mungkìn ada orang yang mendengarnya.

Belum puas buah dada dan putìng susu Mbak Yanì yang Dibagian kìrì, yang sudah basah berlumuran aìr lìurku, mulutku kìnì pìndah merambah bukìt membusung Dibagian kanan. Apa yang kuperbuat pada belahan ìndah Dibagian kìrì tadì, kuperbuat pula pada yang Dibagian kanan ìnì. buah dada Dibagian kanan mìlìk guru sekolahku yang membulat ìndah ìtu tak luput menerìma jelajahan mulutku lìdahnya yang bergerak-gerak mahìrnya. Kukulum ujung buah dada Mbak Yanì. Lalu kujìlatì dan kugelìtìkì putìng susunya yang tìnggì. Putìng susu ìtu juga sama melentìng ke kìrì dan ke kanan, sepertì halnya putìng susu buah dadanya yang Dibagian kìrì tadì. Mbak Yanì pun semakìn merìntìh-rìntìh gara-gara merasakan gelì dan nìkmat yang menjadì-jadì berbaur menjadì satu padu. Sepertì tengah mìnum soft drìnk memakaì sedotan plastìk, kuseruput putìng susu guru sekolahku ìtu.

“Buuuddd….. Aaaahhhhh…..” Mbak Yanì menjerìt panjang.

Nah itulah awalan Guruku Bahenol Cerita Sex Terbaru ,untuk selengkapnya cerita bokep Cerita Sex Terbaru Baca Selengkapnya , baca Guruku Bahenol terbaru bizzar.biz

Cerita Sex Terbaru Guruku Bahenol

Incoming search terms:

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.