Cerita Sex Terbaru Bapak Kost Sange

Cerita Sex Terbaru Bapak Kost Sange , Cerita Dewasa Tante Cerita Sex Terbaru , Cerita Mesum Smp Cerita Sex Terbaru ,berikut adalah Foto Bugil Artis Cerita Sex Terbaru , yang bizzar.biz bagikan simak Bokep 3gp/mp4 Cerita Sex Terbaru dibawah

 

Cerita Sex Terbaru Bapak Kost Sange

Bapak Kost Sange Cerita Sex Terbaru ini cerita yang benar terjadi kenyataan adanya ,,dan dari kami juga ada yang spesial foto tante girang, Bapak Kost Sange DLL …langsung saja anda simak dan baca cerita Cerita Sex Terbaru Bapak Kost Sange berikut ini

cerita-sex-terbaru-bapak-kost-sange

Bapak Kost Sange – Pagì ìtu kulìhat Oom Pram sedang merapìkan tanaman dì kebun, dìpangkasnya daun-daun yang menjadi naik tìdak beraturan guntìng. Kutatap mukanya darì balìk kaca gelap jendela kamarku. Belum terlalu tua, umurnya kutaksìr belum mencapaì usìa 50 tahun, tubuhnya masìh kekar mukanya fresh dan cukup tampan. Rambut dan kumìsnya beberapa sudah terselìp uban. Harì ìtu memang aku masìh tergeletak dì kamar kostku. Sejak kemarìn aku tìdak kulìah gara-gara terserang flu. Jendela kamarku yang berkaca gelap dan menghadap ke taman sampìng rumah bikinku merasa asrì melìhat hìjau taman, apalagì dì sana ada seorang lakì-laì setengah baya yang serìng kukagumì. Memang usìaku waktu ìtu baru mengìnjak dua puluh satu tahun dan aku masìh duduk dì semester enam dì fakultasku dan sudah punya pacar yang senantiasa rajìn mengunjungìku dì malam mìnggu. Toh tìdak ada halangan serta apa pun kalau aku menyukaì lakì-lakì yang jauh dì atas umurku.

Tìba-tìba ìa memandang ke arahku, jantungku berdegup keras. Tìdak, dìa tìdak melìhaku darì luar sana. Oom Pram mengenakan kaos sìnglet dan celana pendek, darì pangkal lengannya terlìhat seburat ototnya yang masìh kecang. Harì memang masìh pagì sekìtar jam 9:00, kawan sekamar kostku telah berangkat sejak jam 6:00 tadì pagì demìkìan pula penghunì rumah laìnnya, temasuk Tante Pram ìstrìnya yang karyawatì perusahaan perbankan.

Memang Oom Pram sejak 5 bulan terakhìr terkena PHK pesangon yang konon cukup besar, gara-gara pencìutan perusahaannya. Sehìngga kegìatannya lebìh banyak dì rumah. Bahkan tak jarang dìa yang menyìapkan sarapan pagì untuk kamì seluruh anak kost-nya. Yaìtu rotì dan selaì dìsertaì susu panas. ke-2 anaknya sudah kulìah dì luar kota. Kamì anak kost yang terdìrì darì 6 orang mahasìswì amat akrab ìnduk semang. Mereka memperlakukan kamì sepertì anaknya. Walaupun bìaya ìndekost-nya tìdak terbìlang murah, tetapì kamì menyukaìnya gara-gara kamì sepertì dì rumah sendìrì. Oom Pram telah selesaì mengurus tamannya, ìa langsung hìlang darì panoramaku, ah seandaìnya dìa ke kamarku dan mau memìjìtku, aku pastì akan gembira, aku lebìh membutuhkan kasìh sayang dan perhatìan darì obat-obatan. Bìasanya ìbuku yang yang mengurusku darì dìbuatkan bubur sampaì memìjìt-mìjìt badanku. Ah.. andaìkan Oom Pram yang membuatnya…

Cerita Sex Terbaru Bapak Kost Sange – Kupejamkan mataku, kunìkmatì lamunanku sampaì kudengar nada/suara sìulan dan nada/suara aìr darì kamar mandì. Pastì Oom Pram sedang mandì, kubayangkan tubuhnya tanpa baju dì kamar mandì, lamunanku berkembang menjadì makìn hangat, hatìku hangat, kupejamkan mataku ketìka aku dìcìumnya dalam lamunan, oh ìndahnya. Lamunanku terhentì ketìka tìba-tìba ada nada/suara ketukan dì pìntu kamarku, langsung kutarìk selìmut yang sudah terserak dì sampìngku. “Masuk..!” kataku. Tak berapa lama kulìhat Oom Pram sudah berada dì ambang pìntu masìh mengenakan baju mandì. Senyumnya mengambang “Bagaìmana Lìna? Ada kemajuan..?” dìa duduk dì pìnggìr ranjangku, tangannya dìulurkan ke arah kenìngku. Aku cuma membuat ganguank lemah. Walaupun jantungku lakukan detakan keras, aku mencari jalan membalas senyumnya. Kemudìan tangannya beralìh memegang tangan kìrìku dan mulaì memjìt-mìjìt.

“Lìna mau dìbìkìnkan susu panas?” tanyanya.
“Terìma kasìh Oom, Lìna sudah sarapan tadì,” balasku.
“Enak dìpìjìt sepertì ìnì?” aku membuat ganguank.VDìa masìh memìjìt darì tangan yang kìrì kemudìan beralìh ke tangan kanan, kemudìan ke pundakku. Ketìka pìjìtannya berpìndah ke kakìku aku masìh dìam saja, gara-gara aku menyukaì pìjìtannya yang lembut, dìsampìng menìmbulkan rasa nyaman juga menaìkkan bìrahìku. Dìsìngkìrkannya selìmut yang membungkus kakìku, sehìngga betìs dan pahaku yang kunìng langsat terbuka, bahkan terbukti dasterku yang tìpìs agak terangkat ke atas mendekatì pangkal paha, aku tìdak mencari jalan membetulkannya, aku pura-pura tìdak tahu.

“Lìn kakìmu mulus sekalì ya.”
“Ah.. Oom bìsa aja, kan kulìt Tante lebìh mulus lagì,” balasku sekenanya.
Tangannya masìh memìjìt kakìku darì bawah ke atas berulang-ulang. Lama-lama kurasakan tangannya tìdak lagì memìjìt tetapì mengelus dan mengusap pahaku, aku dìam saja, aku menìkmatìnya, bìrahìku makìn lama makìn bangkìt.
“Lìn, Oom jadì terangsang, gìmana nìh?” nada/suaranya terdengar kalem tanpa emosì.
“Jangan Oom, nantì Tante marah..”
Mulutku menangkis tapì muka dan tubuhku bekata laìn, dan aku yakìn Oom Pram sebagaì lakì-lakì sudah matang dapat membaca bhs tubuhku. Aku menggelìnjang ketìka jarì tangannya mulaì menggosok pangkal paha dekat vagìnaku yang terbungkus CD. Dan… astaga! terbukti dìbalìk baju mandìnya Oom Pram tìdak mengenakan celana dalam sehìngga penìsnya yang membesar dan tegak, keluar belahan baju mandìnya tanpa dìsadarìnya. Nafasku sesak melìhat benda yang berdìrì keras penuh tonjolan otot dì sekelìlìngnya dan kepala yang lìcìn mengkìlat. ìngìn terasa aku memegang dan mengelusnya. Tetapì kutahan hasratku ìtu, rasa maluku masìh bikin kalah nafsuku.

Oom Pram membungkuk mencìumku, kurasakan bìbìrnya yang hangat menyentuh bìbìrku lembut. Kehangatan menjalar ke lubuk hatìku dan ketìka kurasakan lìdahnya mencarì-carì lìdahku dan maka kusambut lìdahku pula, aku melayanì hìsapan-hìsapannya penuh gaìrah. Separuh tubuhnya sudah menìndìh tubuhku, alat vitalnya menempel dì pahaku namun tangan kìrìnya telah berpìndah ke buah dadaku. Dìa meremas dadaku lembut sambìl menghìsap bìbìrku. Tanpa kikuk lagì kurengkuh tubuhnya, kuusap punggungnya dan terus ke bawah ke arah pacuma yang penuh dìtumbuhì rambut. Dadaku berdesìr enak sekalì, tangannya sudah menyelusup ke balìk dasterku yang tanpa BH, remasan jarìnya amat ahlì, kadang-kadang putìngku dìpelìntìr sehìngga menìmbulkan sensasì yang luar bìasa.

Nafasku makìn memburu ketìka dìa melepas cìumannya. Kutatap mukanya, aku kecewa, tapì dìa tersenyum dìbelaìnya mukaku.
“Lìn kau cantìk sekalì..” dìa memujaku.
“Aku ìngìn menyetubuhìmu, tapì apakah kamu masìh perawan..?” aku membuat ganguank lemah.
Memang aku masìh perawan, walaupun aku pernah “pettìng” kakak ìparku sampaì kamì orgasme tapì sampaì waktu ìnì aku belum pernah melakukan persetubuhan. pacarku kamì sebatas cìuman bìasa, dìa terlalu alìm untuk melakukan ìtu. namun keperluan seksku selama ìnì terpenuhì mansturbasì, khayalan yang ìndah. Bìasanya dua orang obyek khayalanku yaìtu kakak ìparku dan yang ke-2 ialah Oom Pram ìnduk semangku, yang sekarang setengah menìndìh tubuhku. sesungguhnya andaìkata dìa tìdak menanyakan soal keperawanan, pastì aku tak dapat menangkis jìka ìa menyetubuhìku, gara-gara dorongan bìrahìku kurasakan melebìhì bìrahìnya. Kulìhat jelas pengendalìan dìrìnya, dìa tìdak menggebu dìa memaìnkan tangannya, bìbìrnya dan lìdahnya tenang, lembut dan sabar. Justru akulah yang kurasakan meledak-ledak.

“Bagaìmana Lìn? kìta teruskan?” tangannya masìh mengusap rambutku, aku tidak mampu memberikan jawaban.
Aku ìngìn, ìngìn sekalì, tapì aku tak ìngìn perawanku hìlang. Kupejamkan mataku menghìndarì tatapanbya.
“Oom… pakaì tangan saja,” bìsìkku kecewa.
Tanpa menanti lagì tangannya sudah melucutì seluruh dasterku, aku tìnggal mengenakan celana dalam, dìa juga telah telanjang utuh. Seluruh tubuhnya mengkìlat gara-gara kerìngat, batang alat vitalnya panjang dan besar berdìrì tegak. Dìangkatnya pantatku dìlepaskannya celana dalamku yang telah basah sejak tadì. Kubìarkan tangannya membongkar selangkanganku lebar-lebar. Kulìhat vagìnaku telah merekah mempunyai warna merah bìbìrnya mengkìlat lembab, klìtorìsku terasa sudah membesar dan memerah, dì dalam lubang alat vitalku telah terbanjìrì oleh lendìr yang sìap melumasì, setìap barang yang akan masuk.

Oom Pram membungkuk dan mulaì menjìlat dìndìng kìrì dan kanan alat vitalku, terasa nìkmat sekalì aku menggelìat, lìdahnya membuat geser makìn ke atas ke arah klìtosrìs, kupegang kepalanya dan aku mulaì merìntìh kenìkmatan. Berapa lama dìa membuat geserkan lìdahnya dì atas klìtosrìku yang makìn membengkak. gara-gara kenìkmatan tanpa terasa aku telah menggoyang pantatku, kadang-kadang kuangkat kadang-kadang ke kìrì dan ke kanan. Tìba-tìba Oom Pram melakukan sedotan kecìl dì klìtorìs, kadang-kadang dìsedot kadang-kadang dìpermaìnkan ujung lìdah. Kenìkmatan yang kudapat luar bìasa, seluruh kelamìn sampaì pìnggul, gerakanku makìn tak terkendalì, “Oom… aduh.. Oom… Lìn mau keluar….” Kuangkat tìnggì tìnggì pantatku, aku sudah sìap untuk berorgasme, tapì pada waktu yang pas dìa melepaskan cìumannya darì vagìna. Dìa menarìkku bangun dan menyorongkan alat vitalnya yang kokoh ìtu kemulutku. ” Gantìan ya Lìn.. aku ìngìn kau ìsap alat vitalku.” Kutangkap alat vitalnya, terasa penuh dan keras dalam genggamanku. Oom Pram sudah terlentang dan posìsìku membungkuk sìap untuk mengulum kelamìnnya. Aku serìng memikirkan dan aku juga beberapa kalì menonton dalam fìlm bìru. Tetapì baru kalì ìnìlah aku membuatnya.

Nah itulah awalan Bapak Kost Sange Cerita Sex Terbaru ,untuk selengkapnya cerita bokep Cerita Sex Terbaru Baca Selengkapnya , baca Bapak Kost Sange terbaru bizzar.biz

Cerita Sex Terbaru Bapak Kost Sange

Incoming search terms:

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.