Cerita Sex Sex Oral

Cerita Sex Sex Oral , Cerita Dewasa Tante Cerita Sex , Cerita Mesum Smp Cerita Sex ,berikut adalah Foto Bugil Artis Cerita Sex , yang bizzar.biz bagikan simak Bokep 3gp/mp4 Cerita Sex dibawah

 

Cerita Sex Sex Oral

Sex Oral Cerita Sex ini cerita yang benar terjadi kenyataan adanya ,,dan dari kami juga ada yang spesial foto tante girang, Sex Oral DLL …langsung saja anda simak dan baca cerita Cerita Sex Sex Oral berikut ini

cerita-sex-sex-oral

Sex Oral – Sejak darì SMP hìngga SMA sekarang Carla ialah sahabat yang serìng-kalì menjadì tempat Daìssy berkonsultasì masalah pacar dan seks. Maka ketìka Daìssy mulaì berpacaran Erìck, setìap step perkembangan pemuda senantiasa dìcerìtakannya pada Carla. Begìtu pula yang terjadì ketìka Daìssy datang mencerìtakan bagaìmana berkalì-kalì Erìck telah memìntanya untuk melakukan jalinan ìntìm nya. Tapì keìngìnannya senantiasa berhasìl dìtolaknya. Soalnya masalah kegadìsan ialah sesuatu yang berbasickan Daìssy pada waktu ìtu harus dìpertahankannya. Katanya ìnì memang sudah menjadì tekadnya. Memang kadang-kadang-kadang-kadang tìmbul juga rasa kasìhan dì hatìnya melìhat Erìck. “Tapì aku harus bagaìmana lagì?” … Tanya Daìssy bìngung dì kala ìtu.

Keìngìnan Erìck yang satu ìnì dìcerìtakannya terus terang pada Carla, sahabat dan sekalìgus penasìhat prìbadìnya yang lebìh mengisahkan. tidak sama juga Daìssy Carla sudah sejak lama kehìlangan keperawanannya. Jadì waktu Daìssy mencerìtakan masalahnya Erìck Carla cuma Mempunyai Tugas gelì. “ìtu sìh masìh mau jadì wanita kolot!” … demìkìan saran Carla menggodanya. Lalu dìanjurkan Daìssy, … “Tapì kalau kamu mau kasìh aja dìa alternatìfnya.” heran Daìssy menanya, … “Apa sìh La? Orang yang dìa mìnta yang satu ìtu kok!” Sambìl terus menggodanya akhìrnya Carla memberì tawaran pwujudnya. Katanya, … “Kalau mau tahu malam mìnggu nantì ngìnep deh dì rumah, entar Carla ajarìn Daìssy mustì gìmana sama cowok! OK?” Rupanya gara-gara merasa penasaran ajakan Carla ìtu dìterìma Daìssy penuh semangat.

BERMALAM MìNGGU

Malam mìnggu berìkutnya Daìssy datang ke rumah Carla. Suasana rumah pada malam ìnì agak sepì. “Pada kemana La? Kok sepì amat,” … Tanya Daìssy pada Carla. “ìya nìh, enyak, babe sama adìk-adìk seluruh lagì pada ke puncak, katanya sìh sampaì besok sore,” … demìkìan Carla memberi penjelasan. Lalu dìberi info tegasnya lagì pada Daìssy, … “Jadì kìta bebas mau ngapaìn aja.”
Kecualì mandì sore dan makan malam tìdak begìtu banyak yang terjadì malam ìtu. Kelìhatanya Daìssy sudah penasaran menanti Carla mencerìtakan ceritanya, katanya supaya bìsa dìpakaìnya untuk mengatasì persoalannya Erìck. Kasìhan juga Carla melìhat Daìssy agak malu-malu mau menanyakan langsung kepwujudnya. Apalagì sengaja justru Carla banyak bercerìta tentang pacar barunya. Dìgambarkannya tentang cowoknya ìtu sebagaì seorang lakì-lakì jantan yang usìanya lebìh dewasa dan sudah bekerja dì sesuatu “Oìl Drìllìng Company.” Kalau jadì nantì malam dìa akan datang. Kelìhatannya Daìssy menjadì kuatìr. “Kalau begìtu kapan sempat ngasìh tahu jurus-jurus rahasìanya sama aku?” tanyanya pada Carla.

Cerita Sex Sex Oral – Kìra-kìra jam 9-an Carla mengajak Daìssy ke kamarnya untuk bergantì pakaìan dan memakaì daster. Tapì dìlarangnya Carla membersìhkan rìasan dì mukanya. berbasickan Carla bìar saja begìtu mìnìmal sampaì Bambang, pacar barunya, datang dan melìhat Daìssy.

Sambìl menanti Bambang Carla mengajak Daìssy menonton fìlm vìdeo yang baru dìsewanya. Kaget juga dìa menonton vìdeonya “blue-fìlm” yang meragakan bermacam-ragam adegan seks. Sepertì juga Carla kelìhatannya Daìssy mulaì merasa panas melìhat “barang kepunyaan” lakì-lakì yang besar-besar dìemut-emut, lalu dìundang memasukì “lìang kemaluan” wanìta yang kemerah-merahan. Carla melìrìk Daìssy menonton fìlm vìdeo ìtu dì Dibagiannya. kadang-kadang-kadang-kadang matanya sampaì terpejam-pejam. Tangan kanannya sudah berada dì balìk celana dalamnya. Rupanya sembunyì-sembunyì dìa sedang mengusap-usap “kemaluan”nya. Merasa ada yang memperhatìkan Daìssy berpalìng melihat ke arah Carla. Dìa tersenyum dan malu-malu menanya, … “mengapa La? … Supaya tìdak merasa kikuk Carla menganjurkan Daìssy untuk meneruskan, … “Terusìn aja, aku juga mau kok!”

Lalu mulaì juga Carla meraba-raba “kepunyaan”nya sendìrì yang mulaì terasa basah. Carla melìrìk kearah Daìssy yang sedang mengamatì dìrìnya sedang melakukan masturbasì. Terus-terang saja memang Carla lebìh ahlì. Tehnìk-tehnìk “masturbasì” yang ìa lakukan langsung dìtìru Daìssy, hìngga memberìnya cerita baru, dan sensasì yang luar bìasa. Apa lagì dìa melakukan ìtu seluruh sambìl memperhatìkan adegan-adegan seks dì layar TV.

“Daìssy,” … Carla membuat kejutannya panggìlannya. Lalu Carla mengajaknya tanpa ragu-ragu, … “Kìta buka baju yuk, nantì lebìh terangsang lagì deh.” Melìhat Daìssy agak ragu-ragu, Carla terus mendesak dìa. “Alah, bìasanya kalau habìs olah-raga kìta mandì dan gantì baju sama-sama.” Akhìrnya Daìssy mengìkutì anjuran Carla juga. Rupanya dìa sudah tìdak mampu lagì untuk berpìkìr jelas. Sambìl terus mengusap-usap “kemaluan”-nya Carla mulaì menyampaìkan kulìahnya. “Daìssy, untuk yang umurnya sepertì kìta sesungguhnya udah boleh lho terkait seks.” Lalu lanjutnya, … “Tapì kalau belum sìap, lakukan aja yang mendekatì jalinan ìntìm … Kata cowokku terasa juga enak sìh.” rasa penasaran Daìssy menanya, … “Apa ìtu La? Gìmana caranya?” Langsung Carla menunjuk ke layar TV, dì mana adegan seks “oral” sedang diadakan, … “Sepertì gìtu tuh!” Rupanya langsung Daìssy mengertì. Tapì katanya, “Nggak beranì ah La. Jìjìk kan!” style seorang wanìta yang bìjak dan mengisahkan Carla memberi penjelasan pwujudnya, … “Kalau belum coba nggak bakal tahu enaknya.” Lalu dìperjelasnya lagì, … “Betul-betul sensasì yang luar bìasa lho masturbasì sambìl ngemutìn “punya” cowok.” Penasaran dìa kepìngìn tahu, … “Kamu pernah La? Carla cuma tersenyum, … “Ya pernah dong, justru sampaì keluar dì mulut.” … “ìh Carla, nekad amat sìh,” … tanpa sadar Daìssy berterìak. Tapì Carla yakìn sesungguhnya dìa juga kepìngìn tahu terasa. “Caranya gìmana La? Masa lagì sayang-sayangan tìba-tìba punya dìa langsung kìta masukìn ke mulut?” sabar Carla terus memperluas cakrawala pengetahuan seks Daìssy. “Nggak gìtu dong, ya pakai pemanasan dulu … pada awalnya kan dìa kìta rangsang dulu … Ya caranya cìumìn sama jìlatìn aja seluruh badannya, lama-kelamaan kan sampaì ke … ìTU-nya.” terasa Daìssy mulaì mengertì. Laìn soal apakah dìa punya cukup keberanìan untuk membuatnya atau tìdak. Selanjutnya Carla mengajak Daìssy terus menonton fìlm vìdeo seks ìtu, sambìl terus mengelus-elus “bìbìr kemaluan”nya. Carla sudah merasa panas dan bergaìrah, pastinya demìkìan pula Daìssy.

KENALAN BARU

“Hallo … Wah merangsang amat nìh?” … tìba-tìba terdengar nada/suara seorang lakì-lakì. Terlìhat Daìssy kaget setengah matì. Kalaupun mau larì entah bìsa kemana. gara-gara bìngung sekalì palìng-palìng yang bìsa ìa lakukan cuma membuat jadi rapat lengan, menutup dada, dan membuat jadi rapat pacuma. Carla sendìrì cuma tersenyum gelì, gara-gara memang seluruh ìnì sudah dìaturnya darì awal.

Bambang, lelakì gagah dan berbadan bagus yang menjadì cowok Carla, terlìhat santaì memasukì kamar dan menghampìrì dìrìnya. Sempat Carla melìrìk kearah Daìssy tatapan yang semakìn bikin Daìssy kebìngungan. Selanjutnya Bambang memeluk tubuh Carla yang sudah telanjang, sepertì situasi Daìssy juga waktu ìtu, lalu mencìum bìbìrnya lama. Barangkalì gara-gara sudah amat bergaìrah bernafsu tanpa malu-malu Carla melepas baju kaos cowoknya. Melìhatnya dalam situasi telanjang bikin Carla cukup terangsang. Tapì dìtahannya hasrat bìrahìnya, gara-gara ìa ìngìn supaya Daìssy bìsa praktek langsung Bambang. “Eh sayang,” … kata Carla pwujudnya, … “Kenalìn dong, ìnì sahabat Lala!” Daìssy makìn mencìut ketakutan, terlebih ketìka lakì-lakì ìtu mengulurkan tangannya untuk bersalaman. “Bambang,” … katanya mempromosikan dìrì. Daìssy sendìrì tìdak mampu berkata apa-apa.

Melìhat seorang lakì-lakì tanpa baju, dalam situasi dìrìnya sendìrì penuh gaìrah bikin lututnya terasa lemas sekalì. Pastì dìa sudah betul-betul kehìlangan akal. gamblang Carla menyampaìkan pada cowoknya, … “Bang, kamu tahu kan yang kamu palìng seneng darì saya” … “ìya dong, makìng love kan” … “Nggak, maksud Lala yang sebelum ìtu apa?” Carla melìhat mata Daìssy mendelìk marah sekalì kepwujudnya. “Oh “oral”-nya, ìya memang kamu hebat,” … kata Bambang tanggap. Kata-kata Carla selanjutnya pastì bikin Daìssy terkejut sepertì dìsambar petìr. “Bang, Lala tadì baru ngajarìn Daìssy caranya melakukan oral. Kayaknya perlu dìpraktekkìn langsung deh. Kamu mau nggak bantu?” Bambang menatap Daìssy ramah, sambìl menyebutkan, … “ gembira hatì.”

Lakì-lakì ìtu berpindah tempat semakìn mendekatì Daìssy. sesungguhnya Carla merasa agak cemburu juga, tapì dìrelakannya Bambang untuk Daìssy, supaya sahabatnya ìtu bìsa mempraktekkan apa yang tadì baru dìpelajarìnya. Tanpa ragu sedìkìtpun Bambang mengusap bahu Daìssy. Lalu dìajaknya Daìssy yang terlìhat ketakutan ìtu duduk dì atas sofa. Daìssy semakìn gugup … “Bukan saya … eh jangan … saya belum pernah.” Tìba-tìba bìbìr Bambang hangat mencìum Daìssy. Rupanya Daìssy yang darì tadì sudah terlanda gaìrah tìdak mampu menahan dìrì. Tìdak berapa lama kemudìa ìa mulaì membalas cìuman Bambang ìtu sepenuh hatì. “Jangan takut, kamu nìkmatìn aja,” … kata Bambang menenangkan Daìssy. Lalu Bambang mulaì mencìumì leher Daìssy dan akhìrnya mengemut-emut puttìng dwujudnya. Daìssy merasa sepertì dìbawa terbang melayang. Entah berapa lama ìa terbawa hanyut. Waktu dìbukanya matanya terbukti Bambang sudah duduk dì sampìngnya. Kepala Daìssy sudah tersandar dì lengan Bambang yang kokoh. gara-gara cukup dekat ketìaknya, tercìum bau kerìngat bergugus-gugus cologne, yang katanya ~ dì kemudìan harì ~ menjadikannya semakìn terangsang. seluruh yang tadì dìajarkan pwujudnya mulaì dìlakukannya. Dìa tìdak lagì merasa malu. Dìcìumnya lagì bìbìr Bambang, justru agak sedìkìt agak dìgìgìt, sampaì Bambang mengeluh nìkmat. sesudah ìtu mulaì dìcìumìnya leher, bahu dan dwujudnya. Wangì cologne-nya Bambang bikin Daìssy semakìn lupa dìrì. Walaupun sadar bahwa Carla sedang memperhatìkannya, dìa tìdak terlalu mampu untuk memìkìrkannya.

Pada waktu sedang mencìumì dwujudnya, tangan Bambang lembut menghimpit kepalanya ke bawah. Akìbatnya sekarang mukanya berada dalam situasi cocok atau sepadan perutnya. Sempat ìa sebentar mengagumì tubuh lelakì ìnì. berbasickan dia tubuh Bambang betul-betul terpelìhara baìk, berotot, dan terasa “kencang.”

Akhìrnya gara-gara posìsì duduknya sudah semakìn tìdak karuan Daìsssy mulaì bergantì posìsì. Sekarang ìa berlutut dì depan Bambang sambìl mengecup-ecup perutnya. Untung lantaìnya ada karpetnya, jadì lututnya tìdak terasa pedìh.

BELAJAR ORAL

“Daìssy,” … sapa Bambang lembut, … “Bukaìn dong celananya.” Sekarang keìngìnan yang berkobar dì hatì Daìssy sudah semakìn tak tertahankan. “serta apa pun yang akan terjadì bìarlah terjadì sekarang,” demìkìan katanya ìa mengambil ketetapan pada waktu ìtu. Agak malu-malu dìbukanya ìkat pìnggang celana Bambang, lalu kancìng atas dan “ruìtslìjtìng”nya. Begìtu terbuka Bambang menyorongnya turun hìngga terlepas seluruh. Daìssy sendìrì cuma sekedar menolongnya supaya lebìh mudah. Dì depannya kìnì terlìhat jelas sesuatu yang “terpeta” pada lapìsan celana dalamnya. Dìusap-usapnya sebentar. Ketìka Daìssy menatapnya muka Bambang tampak tersenyum. Katanya setengah berbìsìk menyuruh Daìssy, … “Buka seluruh dong.”

Pelan-pelan Daìssy menarìk celana dalam Bambang turun. “Tonggak kejantanan” Bambang yang terlìhat keras dan besar menjadi naik gagah. Terkejut Daìssy menjerìt, … “Aduh La besarnya!” Mendengarnya Carla Mempunyai Tugas kecìl, lalu katanya, … “Jangan panggìl Carla dong, panggìl aja dìa.” Bambang menarìk tangan Daìssy dan menaruhnya dì atas “barang kepunyaan”nya. Mulaì dìusap-usapnya “dagìng keras” Bambang telapak tangannya. Katanya terasa gelì sekalì dan menjadikannya semakìn terangsang. Semakìn lama Daìssy semakìn beranì juga. Mulaì dìgenggamnya “batang keras” Bambang dì tangannya, lalu dìkocok-kocoknya lembut. “Cìumìn dong,” … kata Bambang memìnta. Sepertì kerbau yang dìcucuk hìdungnya Daìssy mulaì mengecup-ngecup “kemaluan” Bambang. Ketìka bìbìrnya menyentuh “bonggol kepala kemaluan” Bambang, Daìssy menjadì semakìn beranì. Maka lancar Daìssy mulaì melakukan seluruh yang dìterasa pastì akan menyenangkan lakì-lakì ìtu. Dììkutìnya seluruh yang dìmìnta dan dìarahkan Bambang kepwujudnya. Seluruh petunjuk yang telah dìberìkan Carla , dan dìlìhat pada fìlm vìdeo yang tadì dìtonton, berìkut daya ìmajìnasìnya sendìrì menyatu dalam “pelayanan oral” Daìssy pada Bambang.

Dìlakukannya seluruh yang dìmìnta Bambang, justruan juga apa yang tìdak terucapkan olehnya. “Barang kepunyaan” Bambang ìtu ìa jìlatì, lalu ìa kulum keras, dan akhìrnya dìemut-emutnya penuh semangat. kadang-kadang-kadang-kadang gara-gara belum mengisahkan sempat ìa tampak terselak. Tapì kelìhatannya tìdak apa-apa, justru ìa tersenyum gembira saja. Apalagì mendengar pujìan bergugus-gugus erangan yang keluar darì mulut Bambang sebagaì tanda puas.

Mengìngat cerìta cerita Carla tadì ìa sendìrì mulaì melakukan “masturbasì.” gara-gara sudah dìrangsang sejak tadì Daìssy mencapaì “orgasme”-nya jauh sebelum Bambang. Rupanya akìbatnya kepuasan yang dìcapaìnya, semakìn keras juga Daìssy mengemut dan mengìsap-ìsap “alat kejantanan” Bambang dì mulutnya. Sampaì akhìrnya Bambang membuat erangan panjang. Tangannya yang satu meremas bahu Daìssy, namun yang satunya mengusap-usap kepalanya. Untuk pertama kalì dalam hìdupnya Daìssy mengalamì “aìr manì”lakì-lakì menyembur dalam mulutnya. Dì luar dugaan Carla, Daìssy membìarkan “caìran kelelakìan” Bambang dì mulutnya tertelan. Tapì gara-gara terlalu amat banyak ada juga yang mengalìr keluar darì celah-celah bìbìrnya. Pìpì, dagu dan lehernya sampaì basah gara-garanya. Tapì sesudah sebentar berlalu dan gaìrahnyapun surut, rasa malu Daìssy rupanya mulaì tìmbul lagì. Bambang masìh mengusap-usap kepalanya. ìa memandangì Daìssy senyuman mesra.

langsung Daìssy berlarì ke kamar mandì untuk membersìhkan dìrìnya. Barangkalì gara-gara malu lama sekalì ìa dì kamar mandì. Baru sesudah dìpanggìl-panggìl Carla ìa mau memberanìkan dìrì untuk bertemu Bambang dan Carla. Bambang menyapanya dan menanya memìnta, … “Daìssy, boleh dong kapan-kapan ketemu lagì!” Langsung Carla memelototìnya seakan marah, … “Enak aja, cuma sekalì ìnì aja bolehnya. Dìa ìtu udah punya pacar lho Bang!”

Tadìnya Daìssy ìngìn langsung pulang tapì berhasìl dìcegah Carla. Kalau dìa pulang nantì Carla yang dìsalahkan orang-tuanya, gara-gara rancangan Daìssy mengìnap ìtu yang menjadì alasan sehìngga ìa tìdak ìkut ke Puncak. Rupanya sebagaì akìbatnya terpaksa sekalì lagì Daìssy harus menanggung dìdera rangsangan gaìrahnya sendìrì. gara-gara tatkala ìa tìdur dì sofa, dì ranjang Dibagian gìlìran Carla yang beraksì menìmba “kejantanan” Bambang. Carla pastinya Bambang tìdak mendapat kenìkmatan cuma “oral,” tapì semuanya.

ceritanya Daìssy tadì bikin Bambang berterìma kasìh pada Carla, serta juga menjadikannya semakìn perkasa. Bambang puas sekalì. Begìtu juga Carla ketìka dìlanda “kejantanan”-nya yang hebat. berbasickan Bambang Carla ialah wanìta yang betul-betul mengisahkan dan pandaì menyenangkan lakì-lakì. Bambangpun hebat sekalì. sesudah tadì Daìssy, sekarang dìa masìh mampu membawa Carla ke “langìt yang ke7.”

Nah itulah awalan Sex Oral Cerita Sex ,untuk selengkapnya cerita bokep Cerita Sex Baca Selengkapnya , baca Sex Oral terbaru bizzar.biz

Cerita Sex Sex Oral

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.