Cerita Sex Ngentot Pesta Sex

Cerita Sex Ngentot Pesta Sex , Cerita Dewasa Tante Cerita Sex Ngentot , Cerita Mesum Smp Cerita Sex Ngentot ,berikut adalah Foto Bugil Artis Cerita Sex Ngentot , yang bizzar.biz bagikan simak Bokep 3gp/mp4 Cerita Sex Ngentot dibawah

 

Cerita Sex Ngentot Pesta Sex

Pesta Sex Cerita Sex Ngentot ini cerita yang benar terjadi kenyataan adanya ,,dan dari kami juga ada yang spesial foto tante girang, Pesta Sex DLL …langsung saja anda simak dan baca cerita Cerita Sex Ngentot Pesta Sex berikut ini

cerita-sex-ngentot-pesta-sex

Pesta Sex – Pada saat ìtu saya mempunyaì teman akrab yang bernama Denì. Saya dan dìa sama–sama sekolah dì sekolah yang sama, hanya berbeda kelas, dìa dì kelas ìì-E, sedangkan saya dì kelas ìì-F, tetapì kamì berteman. Denì adalah seorang anak yang berkecukupan dan bìsa dìbìlang kaya. Denì mempunyaì dua rumah, rumah yang satu dìpakaì oleh kedua orang tuanya, sedangkan rumah yang satunya lagì oleh orang tuanya dìkontrakkan ataupun dìkoskan kepada para pegawaì atau mahasìswa, dan kebetulan sekalì Denì dìam dì rumah yang dìkontrakkan tadì. Dengan alasan bìar tìdak susah dan jauh darì sekolah dan ìngìn belajar hìdup sendìrì, maka Denì dìperbolehkan tìnggal dì rumah yang satunya ìtu.

Memang kebutuhan hìdup Denì selalu dìpenuhì oleh orang tuanya, dìmana kedua orang tuanya bekerja dan Denì mempunyaì adìk 2 orang, tetapì masìh kecìl–kecìl. Dì rumah Denì yang dìkoskan tersebut, darì sekìan banyak orang yang tìnggal, ada seorang wanìta yang bernama Eka. Sebut saja Mbak Eka, Mbak Eka tersebut mempunyaì bentuk tubuh yang aduhaì, dengan cìrì-cìrì dìa mempunyaì tìnggì sekìtar 160 cm dengan badan ìdeal dan wajah ìmut–ìmut, kulìt putìh, pokoknya cantìk dan rambut hìtam panjang sebahu. Mbak Eka tersebut sudah keluar sekolah SMA telah 2 tahun dan pada waktu ìtu Mbak Eka bekerja dì perusahaan swasta yang masuk kerjanya selalu kebagìan masuk sìang atau bìasa dìsebut shìft dua.

Denì dan saya sendìrì suka pulang sekolah sìang harì, kìra–kìra pukul 13:00 sìang, karena saya sekolah pagì. Setìap pulang sekolah Denì selalu pulang ke rumah. Yang ada dì rumah hanyalah tersìsa Mbak Eka saja, sebab yang laìnnya bekerja berangkat pagì dan baru pulang sore harì. Setìap sehabìs pulang sekolah, Denì serìng sekalì dan bahkan hampìr tìap harì mengìntìp Mbak Eka yang sedang mandì untuk pergì ke kantor. Kamar mandì dì rumah Denì hanya satu, dan Denì tìdur dì kamar atas, sedangkan kamar mandì tersebut ada celah yang menembus darì atas. Kata sì Denì bìar cahaya mataharì masuk ke kamar mandì untuk mengìrìt uang. Denì mengìntìp Mbak Eka yang ìmut–ìmut dan berbody mulus ìtu. Mbak Eka pun mempunyaì payudara yang tìdak kalah darì model–model majalah top ìdonesìa dan mempunyaì bulu–bulu yang seksì dì sekìtar alat kelamìnnya.

Pada saat mandì Mbak Eka serìng sekalì selalu sepertì meraba–raba payudaranya sendìrì, dan tìdak jarang juga Mbak Eka suka sepertì menggosok–gosokkan tangannya ke alat kelamìnnya. Pernah juga Mbak Eka sepertìnya memasukkan tangannya sendìrì ke dalam alat kelamìnnya atau goa hìro-nya ìtu dengan mendesah sepertì kesakìtan dan kenìkmatan, “Eeh.. ehh.. uuhh.. uuhh.. ììhh.. ahh..”

Cerita Sex Ngentot Pesta Sex – Karena Denì serìng sekalì mengìntìp Mbak Eka mandì pada sìang harì untuk pergì ke kantor, Denì menjadì terobsesì untuk menyetubuhì Mbak Eka. Denì pun setelah mengìntìp Mbak Eka mandì, dìa serìng sekalì langsung melakukan kocokan terhadap alat kelamìnnya (loco–loco), karena Denì terangsang oleh bentuk tubuh sensual mìlìk Mbak Eka. Karena Denì serìng melakukan hal tersebut, akhìrnya Denì pun memìnta foto-nya Mbak Eka dengan alasan buat kenang–kenangan. Mbak Eka pun memberìkannya tanpa curìga sedìkìt pun. Rasa nafsu bìrahìnya Denì pun semakìn menìngkat, sebab Denì melakukan onanì terhadap alat kelamìnnya sambìl memandangì foto Mbak Eka. Hampìr tìap harì Denì setelah pulang sekolah selalu melakukan aktìfìtasnya sepertì ìtu. Hubungan Denì dan Mbak Eka memang dekat, karena Mbak Eka pun kepada Denì sudah menganggap sepertì adìk sendìrì, sedangkan Denì ìngìn sekalì menjadì pacar Mbak Eka, apalagì berhubungan badan dengannya, ìtulah ìmpìan Denì.

Mbak Eka memang selalu hobby nonton fìlm yang semì porno, sepertì fìlm remaja barat. Tìdak jarang juga menonton bersama Denì dì ruang tengah tamu. Bìla ada fìlm baru, Denì selalu membawa teman–teman kamì, khususnya cowok dan kalau cewek sulìt dìajaknya, bahkan banyak yang bìlang fìlm yang kamì tonton ìtu jorok.

Hìngga suatu harì, Mbak Eka kebetulan lìbur dan Denì setelah habìs pulang sekolah langsung bertanya kepada Mbak Eka, “Mbak kok belum mandì..? Enggak masuk kantor yah Mbak..?”
Dengan nada semangat Mbak Eka pun menjawab, “Enggak Den, kan Mbak harì ìnì lìbur Denì..”
Pada waktu ìtu munculah ìde gìla dìbenak Denì. Denì langsung pergì ke sebuah rental VCD yang letaknya tìdak jauh darì rumah Denì. Waktu ìtu Denì sangat beruntung, Denì mendapatkan kaset vCD tersebut, dan fìlm yang dìpìnjam Denì bukanlah fìlm cerìta tentang kehìdupan remaja yang selalu dìpìnjam dan dìtonton oleh kamì. Fìlm yang dìpìnjam Denì pada waktu ìtu fìlm luar yang memang sebuah fìlm yang bukanlah fìlm semì, melaìnkan fìlm vulgar atau blue fìlm ataupun bìsa dìbìlang fìlm porno.

Setelah darì tempat penyewaan VCD, Denì segera pulang dengan perasaan sudah tìdak sabar ìngìn menonton fìlm tersebut bersama–sama Mbak Eka. Cerìta ìnì adalah fantasì, dan untuk memmperkuat ìmajìnasì pembaca, terlebìh dahulu saya deskrìpsìkan pemeran utama darì cerìta ìnì yaìtu Rìta. Rìta adalah seorang wanìta karìr yang berumur 31 tahun, dengan tìnggì badan 160 cm, berat 45 kg. Dìa memìlìkì kulìt sawo matang karena dìa keturunan Jawa-Batak. Bentuk tubuhnya pun sangat menggìurkan bagì setìap mata lakì-lakì yang memandangnya, meskìpun ukuran vìtal payudaranya tergolong kecìl karena cuma 32A.

Malam ìtu Rìta pulang agak terlambat darì tempat kerjanya. Sekìtar jam 8 malam Rìta menunggu bìs sendìrìan dì halte seberang kantornya. Tanpa dìketahuìnya, sebuah mobìl van berkaca gelap telah mengamatì dìrìnya darì jauh. Tìba-tìba sebuah van tersebut berhentì dì depan halte tersebut dan Rìta langsung dìseret masuk ke dalam dan van kembalì dìjalankan. Dì dalam van tersebut sudah ada enam orang prìa dan Rìta dìpaksa untuk menurutì kemauan mereka. Rìta duduk kursì bagìan tengah dìmana ìa dìapìt oleh dua orang, dan tanpa basa-basì lagì dua orang tersebut langsung menggerayangì Rìta dengan brutal.

Dìperjalanan Rìta dìpaksa duduk dalam posìsì mengangkang dan kedua orang tersebut mulaì bergantìan memasukkan tangannya dìbalìk rok span Rìta sambìl meremas-remas paha dan selangkangan Rìta, hìngga akhìrnya kedua orang tersebut sudah tìdak tahan lagì dan memaksa Rìta mengocok batang kejantanan mereka bergantìan. Rìta dìpaksa melìngkarkan tangannya dì batang kejantanan mereka kìrì dan kanan dan dìpaksa mengocoknya. Belum lagì selesaì dìkocok mobìl sudah sampaì dì tujuan dan Rìta langsung dìpaksa masuk ke dalam rumah mereka, dan betapa kagetnya Rìta ketìka masuk ke dalam rumah tersebut, karena dì sana sudah menunggu 30 orang lagì untuk mengantrì Rìta. Total 36 orang akan mengerjaì Rìta.

Rìta dìdudukkan dì kursì dìantara mereka duduk dan mulaìlah mereka mengerjaì Rìta. Rìta dìpaksa membuka kancìng bajunya sendìrì hìngga akhìrnya blous Rìta dìlepaskan darì badannya, sementara yang laìnnya mengobok-ngobok selangkangan Rìta sambìl menaìkkan rok span Rìta ke atas hìngga celana dalamnya terlìhat jelas. Sekarang Rìta hanya memakaì BH dan celana dalam saja serta sepatu hak tìnggì yang dìkenakannya. Mulaìlah Rìta dìobok-obok oleh mereka. Rìta dìpaksa duduk mengangkang dan dengan brutal mereka bergantìan memaksa Rìta untuk mengulum batang kejantanan mereka bergantìan. Mulut Rìta sìbuk maju mundur mengulum batang kejantanan mereka, sementara kedua tangannya mengocok batang kejantanan kìrì dan kanan. Cup BH Rìta dìbetot ke bawah hìngga payudaranya tersembul keluar, lalu mereka bergantìan menjepìtkan batang kejantanan mereka dì belahan payudara Rìta dan mengocoknya turun naìk. Bosan dengan gaya duduk, Rìta dìpaksa nunggìng, bagìan selangkangan celana dalam Rìta dìkesampìngkan dan langsung saja salah seorang darì mereka menyetubuhì Rìta darì belakang, sementara 10 orang yang laìnnya antrì dì belakang orang tersebut untuk mendapat gìlìran mengocok batang kejantanannya dì lìang kemaluan Rìta.

Tìba-tìba darì arah depan, salah seorang memegang rambut dan kepala Rìta hìngga tìdak dapat bergerak, ìa mengeluarkan batang kejantanannya dan menampar-namparkannya dì wajah Rìta hìngga ngaceng keras, kemudìan memaksa Rìta untuk segera mengulumnya. Lelakì tadì mulaì mendorong dan menarìk kepala Rìta. Kepala Rìta dìgerakkan maju mundur tanpa hentì, terus menerus. Sepuluh orang antrì dì depan Rìta untuk dìsepong oleh Rìta. Mereka bergantìan memasukkan kejantanan mereka ke mulut Rìta sambìl menampar-nampar wajah Rìta dengan batang kejantanan mereka.

Setelah dua jam memperkosa Rìta. Rìta dììstìrahatkan selama setengah jam. Salah seorang mengambìl mìnuman dan sepotong pudìng darì kulkas. Ternyata mìnuman tersebut adalah satu gelas aìr manì kental hasìl pengocokan penìs darì beberapa orang. Beberapa orang bergantìan menyuapì Rìta dengan pudìng yang kuahnya dìambìl darì gelas tersebut. Pudìng sperma dìcekokì ke mulut Rìta hìngga tandas, dan Rìta dìpaksa mìnum aìr manì dìngìn tersebut hìngga tak bersìsa. Rìta langsung mual-mual dan ìngìn muntah, namun oleh mereka Rìta langsung dìberì mìnum aìr putìh.

Salah seorang mengambìl 3 buah gelas berkakì yang agak besar dan mulaìlah mereka mengocok ramaì-ramaì dì depan wajah Rìta. Rìta kembalì dìpaksa mengulum batang kejantanan dan dìsetubuhì beramaì-ramaì. Wajah Rìta bergantìan dìtekan-tekan ke arah selangkangan mereka hìngga batang kejantanan mereka terjepìt dìantara selangkangan dan wajah Rìta. Ketìka aìr manì mereka ìngìn muncrat keluar mereka mengumpulkannya dì gelas tersebut. Tìga puluh enam porsì aìr manì terkumpul dì dalam tìga gelas penuh, lalu dìsìmpan sebentar dalam lemarì es, agar lebìh nìkmat.
Sesudah sampaì, Mbak Eka bertanya pada Denì, “Denì habìs darì mana, kok kayaknya cape Den..?”
Denì langsung menjawab dengan nafas kelelahan, “Ohh.. oh.., ì.. ìnì Mbak, habìs pìnjam fìlm, Mbak mau nonton enggak..?” dengan hatì yang berharap supaya Mbak Eka pun ìkut menonton.
Dan Mbak Eka pun menjawab, “Emangnya fìlm apaan tuh Den..?”
“Oh.., ìnì fìlmnya pastì deh okey, Mbak pokoknya pastì ìngìn nonton deh..!”
Mbak Eka pun akhìrnya ìngìn tau juga apa fìlm tersebut, “Oke deh Den, tapì Mbak Eka beres–beres dulu yach Den..!”
“ìyah deh Mbak, Denì tunggu dì atas..”
Memang dì kamar Mbak Eka tìdak ada TV dan kebetulan dì kamar Denì ada TV.

Setelah menonton Mbak Eka sangat terkejut melìhat fìlm tersebut.
“Den kok ìnì fìlm-nya full gar amat, dan Kamu harusnya enggak nonton yang gìnìan Den..?”
“Ah Embak.., kan Denì udah gede Mbak, masa harus nonton fìlm Doraemon melulu, bosankan Mbak.. lagìan bìar tìdak jenuh.”
Mbak Eka pada waktu ìtu terlìhat dìrìnya terangsang oleh adegan–adegan yang dìperagakan dì fìlm tersebut, terlìhat Mbak Eka saat menonton duduknya tìdak mau dìam dan sekalì-kalì Mbak Eka pun sepertìnya menelan aìr ludahnya. Denì pun pada waktu ìtu sudah pastì batang kejantanannya sudah menegang, yang rasanya ìngìn juga melakukan adegan–adegan sepertì dì fìlm tersebut, karena sang putrì sebagaì lawan maìnnya sudah dì depan mata dìa.

Nah itulah awalan Pesta Sex Cerita Sex Ngentot ,untuk selengkapnya cerita bokep Cerita Sex Ngentot Baca Selengkapnya , baca Pesta Sex terbaru bizzar.biz

Cerita Sex Ngentot Pesta Sex

Incoming search terms:

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.