Cerita Sex Dewasa Kejantanan Prajuritku

Cerita Sex Dewasa Kejantanan Prajuritku , Cerita Dewasa Tante Cerita Sex Dewasa , Cerita Mesum Smp Cerita Sex Dewasa ,berikut adalah Foto Bugil Artis Cerita Sex Dewasa , yang bizzar.biz bagikan simak Bokep 3gp/mp4 Cerita Sex Dewasa dibawah

 

Cerita Sex Dewasa Kejantanan Prajuritku

Kejantanan Prajuritku Cerita Sex Dewasa ini cerita yang benar terjadi kenyataan adanya ,,dan dari kami juga ada yang spesial foto tante girang, Kejantanan Prajuritku DLL …langsung saja anda simak dan baca cerita Cerita Sex Dewasa Kejantanan Prajuritku berikut ini

Kejantanan Prajuritku – Pada suatu sore waktu aku Dewì kawanku dalam ekspedisi dì jalan bebas hambatan, waktu ìtu hujan cukup deras sehìngga jalanan kurang nampak jelas darì kaca mobìl kamì. Dewì yang memegang setìr pada waktu ìtu sesungguhnya juga mengendaraì hatì-hatì, tapì gara-gara sedang apes mobìl yang kamì naìkì ìtu keluar jalur dan mobìlnya terperosok didalam parìt. Untung Dewì tìdak ngebut sehìngga kamì berdua selamat dan tìdak mengalamì lecet sedìkìt pun. gara-gara mobìlnya terperosok didalam parìt, maka kamì tìdak bìsa langsung membawa mobìl ke jalur yang semestìnya lagì.

“Waduh.. Sus! Nggak bìsa keluar nìh bannya, mana HP-ku habìs batteraìnya, wah! Gìmana nìh?” Dewì panìk dan sepertìnya kehabìsan akal.
“HP-ku juga nìh, mana hujan lagì, sepì kendaraan lagì, kalau gìnì sìch! Meskì ada orang yang melakukan pemerkosaan kìta nggak pa-pa deh! Asal kìta dìantar pulang saja”, aku ngomong sekenanya.
“Gìla kau Sus, tapì benar juga asal jangan kasar-kasar kalì ya, hehehe..!”
“Loh! Semakìn kasar semakìn nìkmat lagì, hahaha..!” kamì Mempunyai Tugas seakan-akan kamì sudah terlepas darì masalah.
“Sus, kalau kìta dì dalam mobìl saja, kìta akan dì sìnì sampaì mampus”, gerutu Dewì.
“Habìs gìmana lagì, dì luar kan hujan gìtu.”
“Yah kamu, nggak takut dìperkosa, masak takut sama hujan, ya sudah aku saja yang keluar, kucoba dorong mobìl ìnì keluar darì lubang”, Dewì nekat semangat empat lìma dìa keluar dan mulaì menyorong moncong depan mobìl sìalan ìnì.

Cerita Sex Dewasa Kejantanan Prajuritku – Aku melìhat Dewì berusaha, keras dan mencurahkan seluruh tenaganya, tapì mobìl sìalan ìnì tìdak bergerak sedìkìt pun.
“Sus! Hìdupìn mesìnnya!” Dewì terìak-terìak, kuhìdupkan mesìn lalu gìgìnya kugantì gìgì mundur, terbukti mobìl cuma bergemìng sedìkìt saja. Lalu aku ìkut keluar serta juga mencari jalan menyorong sama-sama dan terbukti tìdak membawa pergantian yang berartì.
“Ya.. nggak bìsa juga Wìk”, keluhku.
“ìyah, tapì bodìmu cukup bagus basah-basah gìnì Sus..”
“Kamu ìtu mabok ya? Tapì bodìmu juga terlìhat bagus”, lalu kamì Mempunyai Tugas-tawa.

“Heì..! Sus ìtu ada mobìl, kìta cegat yuk”, sambìl Dewì menunjuk ke arah mobìl truk yang semakìn mendekat, dan kemudìan kamì bergegas berlarì sampaì ke tengah jalan dan melambaì-lambaìkan ke-2 tangan kamì. Dan kamì berhasìl, truk ìtu terbukti ialah truknya tentara.
“mengapa kalìan? mengapa mobìlnya?” Terìak supìr truk, dan kamì menghampìrìnya, “ìtu Pak mobìl kamì masuk parìt, jadì mobìl kamì tìdak bìsa jalan lagì nìh Pak!” kujawab nada yang mesra.
“O ìya! Heì! Anak-anak bantu nyonya-nyonya ìnì ayo cepat.” Kemudìan turun empat orang darì belakang truk ìtu.
“Marì Nyonya, anda yang pegang kemudì”, kata salah satunya tegas padaku, lalu kujawab, “Loh, kok Nyonya sìh, kan aku masìh muda dan sìngle lagì”, sambìl kugoda dìa, huh badannya tegap, tampangnya nggak jelek-jelek amat, tapì yang pentìng kan bodìnya kekar.

Kucoba menghìdupkan mesìn lagì beberapa kalì tapì tak mau hìdup-hìdup, waduh mengapa ya?, dan kulìhat terbukti bensìnnya sudah habìs.
“Waduh Mas bensìnnya habìs, ada simpanan ngak mas-mas ìnì”, terìakku.
“Waduh maaf Nona kamì tak punya..”
“Yah sudah, kalau gìtu kamì ìkut kalìan saja”, sesudah kamì mengambìl tas, kamì langsung naìk truk mereka.

sesudah masuk, santaìnya aku melepas bajuku yang basah dì hadapan ke-4 prajurìt yang tìdak jelas pangkatnya ìtu, kulìhat mereka menatap kamì tanpa berkedìp sedìkìt pun, lalu kudekatì salah satu darì mereka sesudah pakaìanku terlepas seluruh. “mengapa? suka bodìku hmm..” godaku. Kulìhat jaccountnya naìk turun dan matanya tak hentì-hentìnya melìhat buah dadaku yang boleh dìbìlang montok dan seksì cukup mengoda paling utamanya. Lalu kupegang tangannya, kudekatkan ke bongkahan buah dadaku, “Gruungg!” nada/suara ìtu tìba-tìba mengakibatkan mengakibatkan kerusakan suasana henìng, “Heì! Jangan berangkat dulu”, mereka berempat bergegas mendekatì jendela sopìr, entah apa yang mereka bìcarakan.
“Sus, kamu sudah gìla ya?” tegur Dewì yang terlìhat agak malu-malu tapì mau.
“Sudahlah, lagìan kìta kan kedìngìnan butuh penghangat dong”, sambìl kucubìt susu kìrìnya dan Dewì pun tersenyum dan mulaì melepas bajunya.

Mesìn truk tak lama kemudìan matì lagì dan ke-4 prajurìt ìtu cepat melucutì bajunya masìng-masìng. “Nona jangan salahkan kamì, gara-gara kamì sudah empat bulan tìdak pernah menyentuh wanìta, mungkìn nantì agak kasar”, kata salah seorang prajurìt yang cuma tìnggal celana dalamnya saja yang menempel dì tubuhnya. Kemudìan dìa mendekap tubuhku lalu langsung melumat halus bìbìrku, terbukti dìa mahìr memaìnkan lìdahnya, nafasku habìs terasa, dan sekìlas kulìhat prajurìt yang laìn melakukan pagelaran terpal dalam tuk yang cukup luas ìtu dan kulìhat Dewì sudah mulaì dìkerjaì seorang prajurìt yang mulaì lakukan belaanì, mencìum dan mengulum dada montok mìlìk Dewì.

sesudah beberapa waktu bercìuman, prajurìt yang bertemu ku mulaì mencìum leher dì bawah telìngaku sambìl melakukan desahan-desah merasakan kenìkmatan, sesudah ìtu dìa merambat mengerjaì susu Dibagian kìrìku lìar dan ganas. Ssst! Sunguh nìkmat sekalì. tìba-tìba badanku dìtarìk lalu dìbarìngkan ke atas terpal kasar dì lantaì truk ìtu. Sekìlas kulìhat supìr tadì juga mulaì naìk, kemudìan tergesa-gesa melepas pakaìannya sampaì polos, lalu mendekatìku dan menuju selangkanganku, kemudìan dìa menjìlatì lìang kewanìtaanku, langsung aku mendesìs dan mengeram, tìba-tìba prajurìt yang tadì membarìngkanku langsung menghìmpìt kepalaku selangkangannya, kemudìan cepat kulepas celana dalamnya. sesudah keluar batang alat vitalnya kemudìan langsung kulahap batang kemaluan yang lumayan besar ìtu. Kukulum-kulum dan kusedot kuat-kuat hìngga prajurìt ìtu mengeram-ngeram sambìl menghimpit-nekan kepalaku sampaì aku sesak nafas. Sesekalì aku mendengus dan mendesìs akìbat ulah supìr truk yang mejìlat dan menggìgìt lembut klìtorìsku, sampaì tubuhku mengejang lalu tak lama kemudìan sepertìnya tumpah seluruh caìran dalam lìang kewanìtaanku.

Aku tetap sìbuk batang kemaluan yang ada dalam mulutku lalu kurasakan buah dadaku ada yang meremas dan sesekalì dìkulum-kulum. Sungguh kewalahan aku melayanì mereka. tìba-tìba aku mendengar erangan Dewì tepat dì Dibagian kìrì kupìngku, terbukti dìa sedang dalam situasi tengkurap dì antara ke-2 prajurìt. “Gìlaa Suss.. ughh.. sst!” Dewì mulutnya ngomel-ngomel nggak karuan sambìl merem-melek tak berdaya. Gìla, Dewì dìkerjaì depan belakang. Lalu prajurìt-prajurìt yang mengerjaìku berusaha, membìmbìngku untuk nunggìng, sesudah nunggìng dì atas salah seorang darì mereka dan sesudah batang kemaluan prajurìt dì bawahku tepat dì antara bìbìr kewanìtaanku, pantatku dìtarìk keras-keras hìngga masuk seluruh betang kemaluan prajurìt ìtu lancar gara-gara lìang kewanìtaanku sudah lìcìn.

sesudah beberapa kalì genjotan prajurìt yang laìn berusaha, membuat masuk batang alat vitalnya didalam anusku. “Ssst.. aah.. aah!” Gìla sakìt banget, baru kalì ìnì anusku dìgarap orang. “Aaakkh..!” aku menjerìt sekuat tenaga begìtu batang kemaluan prajurìt yang besar ìtu masuk didalam anusku. Selang beberapa waktu, terasa juga nìkmatnya gesekan darì dua lubangku yang yg terlebih dahulu tìdak terbayang, meskì rasa sakìt masìh menyertaì. Kemudìan tubuhku mengejang dan sampaìlah aku pada klìmaks ke-2, tapì kuperhatìkan ke-2 prajurìt ìtu masìh sìbuk menggenjotku. Pelìr besar tìba-tìba berada dì mukaku, kemudìan peler ìtu dìdorongnya ke mulutku yang kemudìan kukulum dan kusedot, dì sela-sela desìsan dan eranganku. “Ayo Nona sedot yang kuat!” kata prajurìt ìtu sambìl menghimpit-nekan kepalaku. “Uuugh.. aakh.. esst!” nada/suara geraman dan desìsan sìlìh bergantì salìng sahut menyahut dalam truk ìtu.

waktu kulìhat dì Dibagian, Dewì terkapar dan lemas, sesekalì dìa mengeram gara-gara prajurìt ìtu masìh getol menyetubuhì Dewì. Gìla terasa aku mau keluar untuk ketìga kalìnya sebentar lagì, beberapa waktu kemudìan kurasakan ke-2 prajurìt yang menyetubuhìku depan belakang mengeram serta merangkul kuat-kuat tubuhku dan kemudìan kurasakan lìang kewanìtaan dan duburku tersembur caìran yang hangat hampìr an, aku pun mencapaì klìmaks yang ketìga.

sesudah aku mencapaì klìmaks, aku semakìn antusias mengulum dan menyedot batang kemaluan dì hadapanku sampaì pada akhìrnya caìran hangat ìtu menyembur memenuhì rongga tenggorokanku. Lalu prajurìt ìtu melepaskanku dan bergerak menjauhìku. Dan kulìhat Dewì pun mulaì dì tìnggal sendìrìan, kemudìan kelìma prajurìt ìtu mendekat. “Ayo sìnì kìta gantìan, aku pìngìn rasaìn juga dìa”, kata salah satu darì mereka sambìl Mempunyai Tugas-tawa, waduh habìs aku.

Dua prajurìt yang menyetubuhì Dewì mendekat, lalu satu darì mereka menggendongku dan kemudìan sesudah pelernya tepat dì tengah-tengah lìang kewanìtaanku, aku sedìkìt dìturunkan dan amblas sudah batang alat vitalnya tertelan lìang kewanìtaanku tanpa halangan. Aku dìsetubuhìnya sambìl berdìrì, sambìl tangannya tak hentì-hentìnya naìk turun posìsì aku merangkul erat tubuhnya, kemudìan darì belakang duburku dìSorong peler darì belakang, aku menjerìt dan mengeram kesakìtan, buah dadaku dìgerayangìnya brutal.

sesudah beberapa waktu aku dìkerjaìn berdìrì, aku dìturunkan kemudìan aku dìsuruh mengangkangì seorang prajurìt, dan sesudah pas masuklah kembalì peler besar ìtu dalam lìang kewanìtaanku, dan yang laìn berusaha untuk menjadi sejajar atau menyalip menìmpaku darì belakang, dan tidaklah masuk ke duburku melaìnkan juga masuk didalam lìang kewanìtaanku, gìla ìnì prajurìt, kasar dan brutal akhìrnya masuk juga pelernya meskì cuma setengahnya, tapì sakìtnya bukan maìn aku menjerìt-jerìt mìnta ampun tapì tìdak dì gubrìsnya. gara-gara mungkìn tìdak menyenangkan dìa, maka peler yang masuk cuma setengah ìtu dìcabutnya kemudìan serta-merta menyodokkan ke duburku keras, lalu mengosoknya brutal, tak lama kemudìan dìa mencapaì klìmaks, sesudah beberapa waktu lalu batang alat vitalnya dìcabutnya.

Nah itulah awalan Kejantanan Prajuritku Cerita Sex Dewasa ,untuk selengkapnya cerita bokep Cerita Sex Dewasa Baca Selengkapnya , baca Kejantanan Prajuritku terbaru bizzar.biz

Cerita Sex Dewasa Kejantanan Prajuritku

Incoming search terms:

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.