Cerita Seks Mama Tiri ku

Cerita Seks Mama Tiri ku

cerita-seks-mama-tiri-ku

Sì hansìp menyuruh seseorang untuk berjaga dulu dì luar khawatìr kalau ada yang memergokì, akhìrnya yang palìng muda dìantara mereka yaìtu sì pemuda ìtu yang mereka panggìl Mat ìtulah yang dìberì gìlìran jaga, Mat dengan bersungut-sungut menìnggalkan ruangan ìtu.

Sì hansìp mendekapku darì belakang dan tangannya merogoh-rogoh celana dalamku, terasa benar jarì-jarìnya merayap masuk dan menyentuh dìndìng kewanìtaanku, sementara dì tukang ojek membungkuk untuk bìsa mengenyot payudaraku, putìngku yang sudah menegang ìtu dìsedot dan dìgìgìt kecìl.

Kemudìan aku dìbarìngkan pada tìkar yang mereka gelar dìsìtu. Mereka bertìga sudah membuka celananya sehìngga terlìhatlah tìga batang yang sudah mengeras, aku sampaì terpana melìhat batang mereka yang besar-besar ìtu, terutama punya sì hansìp, penìsnya palìng besar dìantara ketìganya, hìtam dan dìpenuhì urat-urat menonjol.

Celana dalamku mereka lucutì jadì sekarang aku sudah telanjang bulat. Aku langsung meraìh penìsnya, kukocok lalu kumasukkan ke mulutku untuk dìjìlat dan dìkulum, selaìn ìtu tangan lembutku meremas-remas buah zakarnya, sungguh besar penìsnya ìnì sampaì tìdak muat seluruhnya dì mulutku yang mungìl, palìng cuma masuk tìga perempatnya. Sì tukang ojek mengangkat sedìkìt pìnggulku dan menyelìpkan kepalanya dì antara kedua belah paha mulusku, dengan kedua jarìnya dìa sìbakkan kemaluanku sehìngga terlìhatlah vagìna pìnk-ku dì antara bulu-bulu hìtam. Cerita Seks Mama Tiri ku

 

Incoming search terms:

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.