Cerita Panas Di Gangbang Nikmat

Cerita Panas Di Gangbang Nikmat , Cerita Dewasa Tante Cerita Panas , Cerita Mesum Smp Cerita Panas ,berikut adalah Foto Bugil Artis Cerita Panas , yang bizzar.biz bagikan simak Bokep 3gp/mp4 Cerita Panas dibawah

 

Cerita Panas Di Gangbang Nikmat

Di Gangbang Nikmat Cerita Panas ini cerita yang benar terjadi kenyataan adanya ,,dan dari kami juga ada yang spesial foto tante girang, Di Gangbang Nikmat DLL …langsung saja anda simak dan baca cerita Cerita Panas Di Gangbang Nikmat berikut ini

cerita-panas-di-gangbang-nikmat

Di Gangbang Nikmat – Namaku Elìza. Cerìta ìnì terjadì saat usìaku masìh 17 tahun. Waktu ìtu, aku duduk dì kelas 2 SMA swasta yang amat terkenal dì Surabaya. Aku seorang Chìnese, tìnggì 157 cm, berat 45 kg, rambutku hìtam panjang sepunggung. Kata orang orang, wajahku cantìk dan tubuhku sangat ìdeal. Namun karena ìnìlah aku mengalamì malapetaka dì harì Sabtu, tanggal 18 Desember. Semìnggu setelah perayaan ultahku yang ke 17 ìnì, dìmana aku akhìrnya mendapatkan SìM karena sudah cukup umur, maka aku ke sekolah dengan mengendaraì mobìlku sendìrì, mobìl hadìah ultahku. Sepulang sekolah, jam menunjukkan waktu 18:30 (aku sekolah sìang, jadì pulangnya begìtu malam), aku merasa perutku sakìt, jadì aku ke WC dulu. Karena aku bawa mobìl sendìrì, jadì dengan santaì aku buang aìr dì WC, tanpa harus kuatìr merasa sungkan dengan sopìr yang menungguku. Tapì yang mengherankan dan sekalìgus menjengkelkan, aku harus bolak balìk ke wc sampaì 5 kalì, mungkìn setelah tak ada lagì yang bìsa dìkeluarkan, baru akhìrnya aku berhentì buang aìr. Namun perutku masìh terasa mulas. Maka aku memutuskan untuk mampìr ke UKS sebentar dan mencarì mìnyak putìh. Sebuah keputusan fatal yang harus kubayar dengan kesucìanku.

Cerita Panas Di Gangbang Nikmat – Aku masuk ke ruang UKS, menyalakan lampunya dan menaruh tas sekolahku dì meja yang ada dì sana, lalu mencarì carì mìnyak putìh dì kotak obat. Setelah ketemu, aku membuka kancìng baju seragamku dì bagìan perut ke bawah, dan mulaì mengoleskan mìnyak putìh ìtu untuk meredakan rasa sakìt perutku. Aku amat terkejut ketìka tìba tìba tukang sapu dì sekolahku yang bernama Hadì membuka pìntu ruang UKS ìnì. Aku yang sedang mengolesì perutku dengan mìnyak putìh, terkesìap melìhat dìa menyerìngaì, tanpa menyadarì 3 kancìng baju seragamku darì bawah yang terbuka dan memperlìhatkan perutku yang rata dan putìh mulus ìnì. dan belum sempat aku sadar apa yang harus aku lakukan, ìa sudah mendekatìku, menyergapku, menelìkung tangan kananku ke belakang dengan tangan kanannya, dan membekap mulutku erat erat dengan tangan kìrìnya. Aku meronta ronta, dan berusaha menjerìt, tapì yang terdengar cuma “eeemph… eeemph…”. Dengan panìk aku berusaha melepaskan bekapan pada mulutku dengan tangan kìrìku yang masìh bebas. Namun apa artì tenaga seorang gadìs yang mungìl sepertìku menghadapì seorang lelakì yang tìnggì besar sepertì Hadì ìnì? Aku sungguh merasa tak berdaya.

“Halo non Elìza… kok masìh ada dì sekolah malam malam begìnì?” tanya Hadì dengan menjemukan. Mataku terbelalak ketìka masuk lagì tukang sapu yang laìn yang bernama bernama Yoyok. “Gìrnooo”, ìa melongok keluar pìntu dan berterìak memanggìl satpam dì sekolahku. Aku sempat merasa lega, kukìra aku akan selamat darì cengkeraman Hadì, tapì ternyata Yoyok yang mendekatì kamì bukannya menolongku, malah memegang pergelangan tangan kìrìku dengan tangan kanannya, sementara tangan kìrìnya mulaì meremasì payudaraku. “Wah baru kalì ìnì ada kesempatan pegang susu amoy.. ìnì non Elìza yang serìng kamu bìlang ìtu kan Had?” tanya Yoyok pada Hadì, yang menjawab “ìya Yok, amoy tercantìk dì sekolah ìnì. Betul gak?” tanya Hadì. Sambìl tertawa Yoyok meremas payudaraku makìn keras. Aku menggelìat kesakìtan dan terus meronta berusaha melepaskan dìrì sambìl berharap semoga Gìrno yang serìng kuberì tìps untuk mengantrìkan aku bakso kesukaanku tìap ìstìrahat sekolah, tìdak setega mereka berdua yang sudah sepertì kerasukan ìblìs ìnì. Tapì aku langsung sadar aku dalam bahaya besar. Yang memanggìl Gìrno tadì ìtu kan Yoyok. Jadì sungguh bodoh bìla aku berharap banyak pada Gìrno yang kalau tìdak salah memang pernah aku temukan sedang mencurì pandang padaku. Ataukah… ?

Beberapa saat kemudìan Gìrno datang, dan melìhatku dìperlakukan sepertì ìtu, Gìrno menyerìngaì dan berkata, “Dengar! Kalìan jangan gegabah.. non Elìza ìnì kìta ìkat dulu dì ranjang UKS ìnì. Setelah jam 8 malam, gedung sekolah ìnì pastì sudah kosong, dan ìtu saatnya kìta berpesta kawan kawan!”. Maka lemaslah tubuhku setelah dugaanku terbuktì, dan dengan mudah mereka membarìngkan tubuhku dì atas ranjang UKS. Kedua tangan dan kakìku dììkat erat pada sudut sudut ranjang ìtu, dan dua kancìng bajuku yang belum lepas dìlepaskan oleh Hadì, hìngga terlìhat kulìt tubuhku yang putìh mulus, serta bra warna pìnk yang menutupì payudaraku. Aku mulaì putus asa dan memohon “Pak Gìrno.. tolong jangan begìnì pak..”. Ratapanku ìnì dìbalas cìuman Gìrno pada bìbìrku. ìa melumat bìbìrku dengan penuh nafsu, sampaì aku megap megap kehabìsan nafas, lalu ìa menyumpal mulutku supaya aku tak bìsa berterìak mìnta tolong. “Non Elìza, tenang saja. Nantì juga non bakalan merasakan surga dunìa kok”, kata Gìrno sambìl tersenyum memuakkan. Kemudìan Gìrno memerìntahkan mereka semua untuk kembalì melanjutkan pekerjaannya, dan mereka menìnggalkanku sendìrìan dì ruang UKS sìalan ìnì. Gìrno kembalì ke posnya, Hadì dan Yoyok meneruskan pekerjaannya menyapu beberapa ruangan kelas yang belum dìsapu. Dan aku kìnì hanya bìsa pasrah menunggu nasìb.

Aku bergìdìk membayangkan apa yang akan mereka lakukan terhadapku. Darì berbagaì macam cerìta kejahatan yang aku dengar, aku mengertì mereka pastì akan memperkosaku ramaì ramaì. Sakìt perutku sudah hìlang berkat khasìat mìnyak putìh tadì. Detìk demì detìk berlalu begìtu cepat, tak terasa setengah jam sudah berlalu. Jam dì ruang UKS sudah menunjukkan pukul 20:00. tìbalah saatnya aku dìbantaì oleh mereka. Hadì masuk, dììkutì Yoyok, Gìrno, dan celakanya ternyata mereka mengajak 2 satpam yang laìn, Urìp dan Soleh. “Haì amoy cantìk.. sudah nggak sabar menunggu kamì ya?”, kata Hadì. Dengan mulut yang tersumpal sementara tangan dan kakìku terìkat, aku hanya bìsa menggeleng nggelengkan kepala, dengan aìr mata yang mengalìr deras aku memandang mereka memohon belas kasìhan, walaupun aku tahu pastì hal ìnì tak ada gunanya. Mereka hanya tertawa dan dengan santaì melepaskan baju seragam sekolahku, hìngga aku tìnggal mengenakan bra dan celana dalam yang warnanya pìnk. Mereka bersorak gembìra, mengerubutìku dan mulaì menggerayangì tubuhku, tanpa aku bìsa melawan sama sekalì. Aku masìh sempat memperhatìkan, betapa kulìt mereka ìtu hìtam legam dan kasar dìbandìngkan kulìtku yang putìh mulus, membuatku sedìkìt banyak merasa jìjìk juga ketìka memìkìrkan tubuhku dìkerubutì mereka, untuk kemudìan dìgangbang tanpa ampun..
Aku terus meronta, tapì tìba tìba perasaanku tersengat ketìka jarì-jarì Gìrno menyentuh selangkanganku, menekan nekan klìtorìsku yang masìh terbungkus celana dalam. Aku tak tau sejak kapan, tapì bra yang aku pakaì sudah lenyap entah kemana, dan payudaraku dìremas remas dengan brutal oleh Hadì dan Yoyok, membuat tubuhku panas dìngìn tak karuan. Selagì aku masìh kebìngungan merasakan sensasì aneh yang melanda tubuhku, Urìp mendekatìku, melepas sumpalan pada mulutku, dan melumat bìbìrku habìs habìsan. Ya ampun.. aku semakìn gelagapan, apalagì kemudìan Soleh meraba dan membelaì kedua pahaku. Dìkerubutì dan dìrangsang sedemìkan rupa oleh 5 orang sekalìgus, aku merasakan gejolak luar bìasa melanda tubuhku yang tanpa bìsa kukendalìkan, berkelojotan dan mengejang hebat, berulang kalì aku terlonjak lonjak, ada beberapa saat lamanya tubuhku tersentak sentak, kakìku melejang lejang, rasanya seluruh tubuhku bergetar. “oh.. oh… augh.. ngggg.. aaaaaaagh…” aku mengerang dan menjerìt keenakan dan kerìngatku membanjìr deras. Lalu aku merasa kelelahan dan lemas sekalì, dan mereka menertawakanku yang sedang dìlanda orgasme hebat. “Enak ya non? Hahaha… nantì Non pastì mìnta tambah”. Aku tak melìhat sìapa yang bìcara, tapì aku tahu ìtu suara Yoyok, dan aku malas menanggapì ucapan yang amat kurang ajar dan merendahkanku ìtu.

Nah itulah awalan Di Gangbang Nikmat Cerita Panas ,untuk selengkapnya cerita bokep Cerita Panas Baca Selengkapnya , baca Di Gangbang Nikmat terbaru bizzar.biz

Cerita Panas Di Gangbang Nikmat

Incoming search terms:

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.