Cerita Dewasa Tiga Pemuas Birahi

Cerita Dewasa Cerita Dewasa Sex, Cerita Dewasa Tiga Pemuas Birahi Foto – Foto Bugil Terbaru, dan Bokep.3gp/mp4 dan masih banyak yang lainya dalam kesempatan ini bizzar.biz akan membagikan sebuah cerita terbarunya Cerita Dewasa Tiga Pemuas Birahi

Cerita Dewasa Tiga Pemuas Birahi

cerita-dewasa-tiga-pemuas-birahiCerita Dewasa – ēntah mēngapa, sēmakin sēring aku mēlakukan making lovē sēsēorang, bikin kēhidupan sēx aku sēmakin baik aja. Dan ēntah sēmuanya itu sēmakin bisa aku nikmati. Mungkin sēluruh ini ialah ēfēk dari tērlalu tingginya libiloku sēhingga waktu aku mood, tidak jarang sēsudah pulang kērja aku mēlakukan kawan kantorku.

Aku sēnantiasa bērsyukur mēmpunyai kēlēbihan dalam urusan bērcinta. Ditambah Pēngētahuan sēx aku yang aku dapatkan dari film bf, buku-buku sampai obrolan-obrolan kawan di kantorku, bikin aku sēmakin bisa mēnyēlami tēntang apa itu sēx. Sēhingga aku bētul-bētul fasih dalam mēnērjēmahkan apa yang aku dapat dari pēngētahuan tēntang sēx. itu tērbukti kēluarnya banyak pujian dari para kawan making lovē aku. Rata-rata mērēka amat puas waktu bērcinta ku, dan mērēka mēndapatkan, mērasakan dan mēnikmati sēsuatu yang yg tērlēbih dahulu bēlum pērnah mērēka rasakan dalam masalah sēx.

*****

Cērita ini bērawal dari pērjumpaanku sēorang wanita karir, yang ēntah bagaimana cēritanya wanita karir tērsēbut mēngētahui nomor kantorku.

Siang itu diwaktu aku hēndak makan siang tiba-tiba tēlēpon linēku bērbunyi dan tērbukti pēngurus bidang mēmbēritau saya kalau ada tēlēpon dari sēorag wanita yang ēngak mau mēnyēbutkan namanya dan sēsudah kau angkat.

\”Hallo, sēlamat siang joko,\” nada/suara wanita yang amat manja tērdēngar.
\”Hēlo juga, siapa ya ini?\” tanyaku sērius.
\”Namaku Karina,\” kata wanita tērsēbut mēngētahuikan diri.
\”Maaf, Mbak Karina tahu nomor tēlēpon kantor saya dari mana?\” tanyaku mēnyēlidiki.
\”Oya, aku kawannya Yanti dan dari dia aku dapat nomor kamu,\” jēlasnya.
\”Ooo.. Yanti,\” kataku datar.

Aku mēngingat kisahku, yg tērlēbih dahulu yang bērjudul ēmpat lawan satu. Yanti ialah sēorang wanita karir yang juga \’mēwarnai\’ kēhidupan sēx aku.

\”Gimana infonya Yanti dan dimana sēkarang dia tinggal?\” tanyaku.
\”Baik, sēkarang dia tinggal di Surabaya, dia titip salam kangēn sama kamu,\” jēlas Karina.

Sēkitar 10 mēnit, kami bērdua mēbērcakap-cakap layaknya orang sudah kēnal lama. nada/suara Karina yang lēmbut dan manja, bikin aku mēnērka-nērka bagaimana bēntuk fisiknya dari wanita tērsēbut. waktu aku mēmikirkan bēntuk fisiknya, Karina mēmbuyarkan lamunanku.

\”Hallo.. Joko, kamu masih disitu?\” tanya Karina.
\”iya.. iya Mbak..\” kataku gugup.
\”Hayo mikirin siapa, lagi mikirin Yanti yaa?\” tanyanya mēnggodaku.
\”Nggak kok, justruan mikirin Mbak Karina tuh,\” cēlētukku.
\”Masa sih.. Aku jadi GR dēh\” nada yang amat mēnggoda.
\”Joko, bolēh nggak aku bērtēmu kamu?\” tanya Karina.
\”Bolēh aja Mbak.. Bahkan aku gēmbira bisa bērtēmu kamu,\” jawabanku sēmangat
\”Okē dēh, kita kētēmuan dimana nih?\” tanyanya sēmangat.
\”Tērsērah Mbak dēh, Joko sih ngikut aja?\” jawabku pasrah.
\”Okē dēh, nanti sorē aku tunggu kamu di Mc. Donald plasa sēnayan,\” katanya.
\”Okē, sampai nanti joko.. Aku tunggu kamu jam 18.30,\” sambil bērkata dēmikian, aku pun langsung mēnutup tēlēponku.

Aku langsung mēlēsat kē kantin untuk makan siang yang sēmpat tērtunda itu. Sambil mēmikirkan kēmbali gimana muka wanita yang barusan saja mēnēlpon aku. sēsudah aku sēlēsai makan aku pun langsung langsung balik kē kantor untuk mēlakukan aktivitas sēlanjutnya.

Tanpa tērasa waktu sudah tunjukkan pukul 17.00, tiba waktunya aku pulang kantor dan aku langsung mēlēsat kē plasa sēnayan. yg tērlēbih dahulu prēparē dikantor, aku mandi dan mēmbērsihkan diri sēsudah sēharian aku bēkērja. Untuk pērlēngkapan mandi, aku sēngaja mēmbēlinya dikantin gara-gara aku nggak mau kētēmu wanita tanpak kotor dan bau badan, kan aku mēnjadi nggak pēdē hal sēpērti itu.

Tiba di Plasa Sēnayan, aku langsung mēmarkirkan mobil kijangku dilantai basic. Jam tunjukkan pukul 18.15. Aku langsung mēnuju kē MC. Donald sēpērti yang dikatakan Karina. Aku langsung mēngambil tēmpat duduk disisi pagar jalan, sēhingga aku bisa mēlihat orang lalu lalang diruang pērtokaan tērsēbut.

waktu mataku mēlihat situasi sēkēlilingku, bola mataku bērhēnti pada sēorang wanita sētēngah baya yang duduk sēndirian. bērbasickan pērkiraanku, wanita ini mēmpunyai umur sēkitar 32 tahun. mukanya yang lumayan putih sērta juga cantik, bikin aku tērtēgun, nataku yang nakal, bērusaha, mēnjēlajahi pēmadangan yang indah dipandang yang amat mēnggiurkan apa lagi abgian dēpan yang amat mēnonjol itu. Kakinya yang jēnjang, ditambah bēlahan pacuma yang putih sērta juga montok dibalik rok mininya, bikin aku sēmakin gēmas. Dalam hatiku, wah bētapa bahagianya diriku bila yang aku lihat itu ialah orang yang mēnghubungiku tadi siang dan aku lēbih bahagia lagi bila dapat mērasakan tubuhnya yang indah itu.

Tiba-tiba wanita itu bērdiri dan mēnghampiri tēmpat dudukku. Dadaku bērdētuk kēncang kētika dia bētul-bētul mēngambil tēmpat duduk sēmēja aku.

\”Maaf apakah kamu Joko?\” tanyanya sambil mēnatapku.
\”iy.. iyaa.. Kamu pasti Karina,\” tanyaku balik sambil bērdiri dan mēngulurkan tanganku.

Jarinya yang lēntik mēnyētuh tanganku untuk bērsalaman dan darahku tērasa mēndēsr kētika tangannya yang lēmbut sērta juga halus mērēmas tangaku pēnuh pērasaan.

\”Silahkan duduk Karina,\” kataku sambil mēnarik satu kursi di dēpanku.
\”Tērima kasih,\” kata Karina sambil tērsēnyum.
\”Dari tadi kamu duduk disitu kok nggak langsung kēsini aja sih?\” tanyaku.
\”Aku tadi sēmpat ragu-ragu, apakah kamu mēmang Joko,\” jēlasnya.
\”Aku juga tadi bērpikir, apakah wanita yang cantik itu ialah kamu?\” kataku sambil tērsēnyum.

Kami bērcērita panjang lēbar tēntang sērta apa pun yang bisa dicēritakan, kadang-kadang-kadang-kadang kami bērdua saling bērgurau, saling mēnggoda dan sēsēkali bicara yang \’mēnyērēmpēt\’ kē arah sēx. Lēsung pipinya yang dalam, mēnambah cantik saja mukanya yang sēmakin matang.

Dari pēmbicaraan tērsēbut, tērungkaplah kalau Karina ialah sēorang wanita yang sēdang Mēmpunyai Tugas di Jakarta. Karina ialah sēorang ēntrēprēnēur dan nasib baik sēlama 4 hari dinas di Jakarta.

\”Karin, kamu kēnal Yanti dimana?\” tanyaku.

Yanti ialah kawan chattingku di YM, aku dan Yanti sēring onlinē . Dan kami tērbuka satu sama lain dalam hal sērta apa pun. Bēgitu juga kisah rumah tangga, bahkan masalah sēx sēkalipun. Mulutnya yang mungil mēmbēri pēnjēlasan pēnuh sēmangat.

\”ēmangnya Yanti mēnikah kapan? Aku kok nggak pērnah dibēritahu sih,\” tanyaku pēnuh pēnasaran.
\”Dia mēnikah dua minggu yang lalu dan aku nggak tahu mēngapa dia nggak mau mēmbēri tahu kamu yg tērlēbih dahulu,\” Jawabnya pēnuh pēngērtian.
\”Ooo, bēgitu..\” kataku sambil manggut-manggut.
\”ini ialah hari pērtamaku di Jakarta dan aku mēmpunyai sēbuah idē untuk mēnginap 4 hari, sampai urusan kantorku sēlēsai,\” jēlasnya tanpa aku tanya.
\”sēsungguhnya tadi Yanti juga mau datēng tapi bērhubung ada acara Famili jadi kēmungkinan dia akan datang bēsok harinya dia bisa datēng,\” jēlasnya kēmbali.
\”Mēmangnya Mbak Karina mēnginap dimana nih?\” tanyaku pēnasaran.
\”nasib baik sama kantor sudah dipēsankan kamar buat aku di hotēl H..\”jēlasnya.
\”Mmm, ēmangnya Mbak sama siapa sih?\” tanyaku mēnyēlidik.
\”Ya sēndirilah, Joko.. Karēnanya waktu itu aku tanya Yanti,\” katanya
\”Tanya apa?\” tanyaku mēngējar.
\”Apakah punya kawan yang bisa mēnēmaniku sēlama aku di Jakarta,\” katanya.
\”Dan dari situlah aku tahu nomor tēlēpon kamu,\” lanjutnya.

Tanpa tērasa waktu sudah mēnunjukan pukul 10.25 wib, dan aku lihat sēkēlilingku pērtokoan mulai sēpi gara-gara mēmang sudah mulai larut malam. Dan toko pun sudah mulai tutup.

\”Jok.. Kamu mau antēr aku balik kē hotēl nggak?\” tanyanya.
\”Bolēh, masa iya sih aku tēga sih biarin kamu balik kē hotēl sēndirian,\” kataku.

sēsudah obrolan singkat, kami langsung mēnuju parkiran mobil dan langsung mēlēsat kē hotēl H.. Yang tidak jauh dari pusat pērtokoan Plasa Sēnayan. Aku dan Karina bērgēgas mēnuju lift untuk naik kē lantai 5, dan sēsampainya di dēpan kamarnya, Karina mēmpromosikan aku untuk masuk sēbēntar. Bau parfum yang mēngajak syaraf kēlaki-lakianku sērasa bērontak kētika bērjalan dibēlakangnya.

Dan kētika aku hēndak masuk tērbukti ada dua orang wanita yang sēdang asyik ngēgosip dan mērēka pun tērsēnyum sēsudah aku masuk kēkamarnya. Dalam batinku, aku tēnyata dibohongi tērbukti dia nggak sēndiri. Karina pun mēmpromosikan kawan-kawannya yang cantik sērta juga sēx yang bērbadan tinggi sērta juga mēmpunyai buah dada yang bēsar dia ialah Miranda(36b) namun yang mēmpunyai badan yang tēramat sēxy ini sērta juga bērbuah dada yang sama bēsarnya mēmpunyai nama Dahlia(36b). Dan mērēka pun mēmpērsilahkan aku duduk.

Tanpa dikomando lagi mērēka pun pērlahan-lahan mēmulai mēmbongkar pakaian mērēka satu pērsatu, aku cuma bisa mēlotot saja tak bērkēdip sēkali pun, tak tērasa adik kēcilku pun langsung bangun dari tidurnya dan langsung bangun dan langsung mēnjadi kēras sēkētika itu juga. sēsudah mērēka tēlanjang bulat tērlihatlah panorama yang amat indah sēkali buah dada yang bēsar, Karina pun langsung mēnciumku ganasnya aku sampai nggak bisa bērnafas gara-gara tērjangan gēmpuran yang amat Datang-Datang itu dan aku mēncari jalan mēnghēntikannya.

sēsudah itu dia pun mēmohon padaku agar aku mēmbērikan kēnikmatan yang pērnah aku bērikan sama Yanti dan kawan-kawan. sēsudah itu Karina pun langsung mēnciumku garangnya dan aku pun nggak mau tinggal diam aku pun langsung mēmbalas ciumannya garang pula, lidah kamipun bēraduan, aku mulai mēnghisap lidahnya biar dalam sērta juga sēbaliknya. namun Miranda mēngulum pēnisku didalam mulutnya, mēngocok dimulutnya yang bikin sēnsasi yang tidak bisa aku ungkapkan tanpa sadar aku pun mēlakukan dēsahan.

\”Aaahh ēnak Mir, tērus Mir hisap tērus, aahh..\”

namun Dahlia mēnghisap buah zakarku lēmbutnya bikin aku sēmakin nggak tērtahankan untuk mēngakhiri saja pērmaianan itu. Aku pun mulai mēnjilati vagina Karina lēmbut dan pērlahan-lahan biar dia bisa mērasakan pērmaianan yang aku buat. Karina pun mēnjērit kēras sambil bērdēsis bērtanda dia mēnikmati pērmainanku itu.

Mirandapun nggak mau kalah dia mēnghisap buah dadanya Karina namun Dahlia mēncium bibir Karina agar tidak bērtēriak maupun mēndēsis. sēsudah bēbērapa lama aku mēnjilati vaginanya tērasa badannya mulai mēnēgang dan dia pun mēlakukan dēsahan.
\”Jok.. Akuu mauu kēēluuarr.\”

Nggak bēbērapa lama kēluarlah cairan yang amat banyak itu akupun langsung mēnghisapnya sampai bērsih tanpa tērsisa. sēsudah itu aku pun langsung mēmbuat masuk pēnisku didalam vagina Karina, pērlahan-lahan aku masukkan pēnisku dan sēkali hēntakan langsung masuk sēluruh didalam vaginanya yang sudah basah itu. Aku pun langsung mēnggēnjotnya amat pērlahan-lahan sambil mēnikamati Sorongan dēmi Sorongan yang aku lakukan dan Karina pun mulai mēlakukan dēsahan nggak karuan.

\”Aaahh ēnak Jok, tērus Jok, ēnak Jok, lēbih dalam Jok aahh, sstt..\”

bikin aku bērtambah nafsu, goyanganku pun sēmakin aku pērcēpat dan dia mulai bērkicau lagi.

\”Aaahh ēnak Jok, pēnis kamu ēnak bangēt Jok, aahh..\”

sēsudah bēbērapa lama aku mēngocok, diapun mulai mēngējang yang kē-2 kalinya akupun sēmakin mēmbuat cēpat kocokanku dan tak bēbērapa lama aku mēngocoknya kēluarlah cairan amat dērasnya dan tērasa sēkali mēngalir disēkitar pēnisku. Akupun langsung mēlakukan cabutan pēnisku yang masih tēgang itu. Miranda langsung mēngulum pēnisku yang masih banyak mēngalir cairan Karina yang mēnēmpēl pada pēnisku, namun Dahlia mēnghisap vaginanya Karina yang masih kēluar dalam vaginanya pēnuh nafsunya.

Miranda pun mulai mēngambil posisi, dia diatas namun aku dibawah. Dituntunnya pēnisku untuk mēmasuki vaginanya Miranda dan sērēntak langsung masuk. Blēss.. Tērasa sēkali kēhangatan didalam vaginanya Miranda. Dia pun mulai mēnaik turunkan pantatnya dan diwaktu sēpērti itulah dia mulai mēmbuat cēpat goyangannya yang bikin aku sēmakin nggak karuan mēnahan sēnsasi yang dibērikan olēh Miranda.

Dahlia pun mulai mēnghisap buah dada Miranda pēnuh gairah, namun Karina mēncium bibir Miranda garangnya, Miranda mēmbuat cēpat goyangannya yang bikin aku mēlakukan dēsahan.

\”Aaahh ēnak Mir.. Tērus Mir.. Goyang tērus Mir.. Lēbih dalam lagi Mir.. Aaahh sstt\”

Dan sēlang bēbērapa mēnit aku mērasakan pēnisku mulai lakukan dēnyutan,

\”Mir.. Aku.. ingiin kēēluuaarr\”

Sēkētika itu juga muncratlah air maniku didalam vaginanya, ēntah bērapa kali muncēratnya aku nggak tahu gara-gara tērlalu nikmatnya dan diapun masih mēngoyang sēmakin cēpat. Sēkētika itu juga tubuhnya mulai mēnēgang dan tērasa sēkali vaginanya lakukan dēnyutan dan sēlang bēbērapa lama kēluarlah cairan yang amat banyak sēkali, aku pun langsung mēlontarkan pēnisku yang sudah basah kuyup ditimpa cairan cinta. Mērēka pun bērēbutan mēnjilati sisa-sia cairan yang masih ada dipēnisku, Dahlia pun langsung mēnjilati vaginanya Miranda yang masih mēngalir cairan yang masih mēnētēs di vaginanya. Akupun mēlihat mērēka sēpērti kēlaparan yang sēdang bērēbutan makanan, sēsudah sēlang bēbērapa lama aku mulai mēmēluk Dahlia dan aku pun mulai mēncium bibirnya dan mulai turun kē lēhērnya yang jēnjang mēnjadi sasaranku yang mulai mēnari-nari diatasnya.

\”Ooohh.. Joko.. Gēēlli..\” dēsah Dahlia.

tērjangan gēmpuran bibirku sēmakin mēnjadi-jadi dilēhērnya, sēhingga dia cuma bisa mērēm mēlēk mēngikuti jilatan lidahku.

Miranda dan Karina mērēka asyik bērciuman dan saling mēnjilat buah dada mērēka. sēsudah aku puas dilēhērnya, aku mulai mēmbuat turun tubuhnya sēhingga bibirku sēkarang bērtēmu 2 buah bukit kēmbarnya yang masih kētat dan kēncang. Aku pun mulai mēnjilati dan sēkali-kali aku gigit puntingnya gigitan kēcil yang bikin dia tambah tērangsang lagi dan dia mēdēsah.

\”Aaahh ēnak sēkali Jok.. Tērus Jok hisap tērus Jok ēnak Jok aahh sstt..\”

Dahlia pun mēmbalasnya mēncium bibirku nafsunya dan sēsudah itu turun kē pusar dan sēsudah itu dia mulai mēngulum, mēngocok, mēnjilat pēnisku didalam mulutnya. sēsudah dia puas aku kēmbali lakukan sērangannya langsung kē arah lubang vaginanya yang mēmērah dan disēkēlilingi rambut-rambut yang bēgitu lēbat. Aroma wangi dari lubang kēwanitaannya, bikin tubuhku bērdēsis hēbat. Tanpa mēnanti lama lagi, lidahku langsung aku julurkan kēpērmukaan bibir vagina.

Tanganku bērēaksi untuk mēnyibak rambut yang tumbuh disēkitar sēlangkangannya untuk mēringankan aksiku mēnjilati vaginanya.

\”Ssstt.. Jok.. Nikmat sēkali.. Ughh,\” rintihnya.

Tubuhnya mēnggēlinjang, sēsēkali diangkat mēnghindari jilatan lidahku diujung clitorisnya. Gērak tubuh Dahlia yang tērkadang-kadang mēlakukan putaran-putar dan naik turun, bikin lidahku sēmakin mēmukul lēbih dalam kē lubang vaginanya.

\”Joko.. Gila bangēt lidah kamu..\” rintihnya
\”Tērus.. Sayang.. Jangan lēpaskan..\” pintanya. Baca Selengkapnya

Cerita Dewasa Tiga Pemuas Birahi untuk lengkapnya silahkan kunjungi juga bizzar.biz juga menanyangkan situs bokep asli Indonesia dan manca negara .terima kasih sudah mengunjungi situs kami. Baca Juga

Terima Kasih Telah Membaca Cerita Dewasa Tiga Pemuas Birahi

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.