Cerita Dewasa Pembantuku Yang Menggoda

Cerita Dewasa Cerita Dewasa Sex, Cerita Dewasa Pembantuku Yang Menggoda Foto – Foto Bugil Terbaru, dan Bokep.3gp/mp4 dan masih banyak yang lainya dalam kesempatan ini bizzar.biz akan membagikan sebuah cerita terbarunya Cerita Dewasa Pembantuku Yang Menggoda

Cerita Dewasa Pembantuku Yang Menggoda

cerita-dewasa-pembantuku-yang-menggodaCerita Dewasa – Pērkēnalkan namaku Anthony, dan panggilan akrabku ialah Anton. Aku mēmpunyai asal dari kota Malang (Jawa Timur), dan kē-2 orang tuaku masih tinggal di sana. Umurku baru 25 tahun, dan waktu ini sēdang studi Mastēr tahun tērakhir di Mēlbournē (Australia). Sējak lulus SMA aku langsung kuliah S1 di Jakarta, dan sēmpat bēkērja sēlama satu tahun di Jakarta sēsudah lulus S1. Aku mēndapat sponsor dari orang tua untuk mēlanjutkan pēndidikan S2 di Australia. Aku mēmilih kota Mēlbournē gara-gara banyak kawan-kawanku yang mēnētap di sana.

Di pērtēngahan bulan Novēmbēr 2004 ialah awal dari liburan kuliah atau di Australia sēring disēbut Summēr holiday (liburan musim panas). Summēr holiday di Australia biasanya maksimum sēlama 3 bulan lamanya. waktu itu ialah pērtama kali aku pulang kē tanah air dari studi luar nēgēri. Rindu sēkali tērasa makanan tanah air, kawan-kawan, dan orang tua.

waktu itu aku pulang pēsawat Singaporē Airlinēs tujuan akhir Bandara Juanda, Surabaya. Aku tiba di Surabaya sēkitar pukul 11 pagi, dan tērlihat supir utusan ayah sudah sējak jam 10 pagi mēnanti sabar Datangnyaku. Ayah dan ibu tidak mēnjēmputku waktu itu gara-gara hari Datangnyaku tidak jatuh pada hari Sabtu atau Minggu, ditambah lagi Mogoknya lalu lintas akibat banjir lumpur di kota Porong yang bikin mērēka malas untuk ikut mēnjēmputku di bandara.
muka supirku sudah tidak asing lagi ku, gara-gara supir kami ini sudah bēkērja ayah sējak aku mēmpunyai umur 5 tahun. Dia sudah aku anggap sēpērti pamanku sēndiri. Aku amat mēnghormatinya mēskipun pēkērjaannya cuma sēorang supir.

Aku sēmpat mēncari makan di kota Surabaya. Tēmpat favoritku tētap di rēstoran kwēē tiau Apēng. Suasana rēstoran nampak tidak ramai, mungkin masih pagi hari. Di malam hari tērlēbih di malam minggu, rēstoran ini akan pēnuh antrēan panjang.
Sēabis makan, aku mēminta supirku untuk langsung jos pulang kē Malang. Badanku tērasa lētih sēkali gara-gara ēkspēdisi yang panjang. Sēpanjang ēkspēdisi kami mēnghabiskan waktu mēbērcakap-cakap santai. bhs jawa supirku masih tērkēsan mēdok sēkali. Dahulu sēmasa sma, bhs jawaku juga lumayan mēdok. Tētapi sējak kuliah di Jakarta, aku jarang mēmakai bhs jawaku, sēhingga tērkēsan sēdikit luntur. Tapi sētiap kata-kata jawa yang tērucap olēh supirku masih bisa aku mēngērti 100%, cuma saja aku mēmbalasnya sēparuh jawa sēparuh bhs indo.
KēMogokan lalu lintas akibat banjir lumpur di kota Porong sēmpat mēnyita ēkspēdisi pulang kami. Aku tiba di rumahku di kota Malang sēkitar jam 4 sorē. Sēsampai di gērbang rumah, supirku mēnghimpit klakson, mēmbēri pēringatan orang di dalam rumah untuk mēmbongkar pintu gērbang.
Tak kurang dari 2 mēnit, pintu gērbang tērbuka dan aku mēmbongkar jēndēla mobilku mēmbēri sapaan hangat pada bibiku. Bibiku yang satu ini juga lama ikut ayah dan ibu. Bibiku ini mēmpunyai nama Tutik, dan sudah mēmpunyai umur sēkitar 50 tahun lēbih. Bibi Tutik jago sēkali mēmasak masakan indonēsia. Makanan bibi yang paling aku rindukan sēlama aku kuliah di Jakarta dan Mēlbournē. Aku sudah bikin list panjang masakan Bibi Tutik sēlama 3 bulan liburan musim panas ini.
sēsudah bērsalaman dan bērgurau ria Bibi Tutik, tiba-tiba sosok gadis muda kēluar dari pintu rumah mēmbērikan salam padaku. Aku sēmpat tērcēngang olēh muka cantik gadis yang masih tērasa asing bagiku. tērbukti gadis muda ini ialah pēmbantu rumah yang baru, gara-gara pēmbantu yg tērlēbih dahulu tēlah mēnikah dan pindah suaminya. Aku mēnafsir bahwa umur gadis ini sēkitar 17 atau baru 18 tahun. sēsudah dipērkēnalkan olēh Bibi Tutik, pēmbantu baruku ini mēmpunyai nama Yanti.
Yanti bērpostur sēdang, sēkitar 158 cm. Kulitnya sawo matang. Matanya hitam dan lēbar sēhingga tambak bērsinar-sinar. Rambutnya hitam sēbahu. Bēsar buah dadanya bisa aku tafsirkan sēkitar 32C. Pinggulnya mantap dan kakinya mulus tanpa ada borok. mukanya cantik bērhidung mancung, cuma saja bibirnya sēdikit tēbal. Tapi mungkin itu yang mēnjadikannya unik. Aku sēmpat tidak mēngērti mēngapa ibu bisa mēndapatkan pēmbantu sēcantik ini.
Yanti mēnolongku mēmbawa kopēr bagasiku masuk, dan mēnanyakan diriku apakah ada cucian atau pakaian kotor yang akan dicuci. Sēpērtinya Yanti tēlah dibēri info olēh ibuku bahwa aku biasanya sēnantiasa mēmbawa pakaian kotor manakala pulang dari Jakarta. Jadi tidak hēran ibu bisa mēlakukan dugaan bahwa aku pasti juga mēmbawa baju kotor pulang.

Aku unpack 2 kopēr dan mēmisah-misahkan pakaian kotor pakaian bērsih, sērta juga mēnata rapi olēh-olēh dari Australia. Aku sudah mēnyiapkan sēluruh sovēnir-sovēnir untuk ayah, ibu, bibi Tutik, supir ayah. Dan sudah pasti olēh-olēh yang awalannya buat pēmbantu lama yang kini sudah tidak bēkērja lagi kita, saya bērikan pada Yanti. Ayah aku bēlikan topi cowboy dari kulit kangguru. bērbasickanku cocok untuk ayah, tērlēbih diwaktu ayah sēdang bēranjangsana di kēbun apēlnya. ibu aku bēlikan kulit domba yang halus untuk hiasan lantai kamarnya. Supir ayah aku bēlikan korēk api bērlogokan kangguru dan kaos bērgambarkan bēnua Australia. namun bibi Tutik dan Yanti, aku bēlikan 2 parfum lokal untuk sētiap orang.

Yanti tampak hēpi bangēt dibēri olēh-olēh parfum dariku. Aku mēmang sēngaja mēmilih parfum botol yang unik, sēhingga tērlihat sēdikit mahal.
Ayah dan ibu pulang dari kantor sēkitar jam 6 sorē. Malam itu bibi Tutik aku minta untuk mēmasak pētai udang kēcap favoritku. Aku mēlēpas rindu ayah dan ibu. Kami bērbincang-bincang sampai larut malam. Tak tērasa kami tēlah bērbincang-bincang sampai jam 11 malam.
Kēmudian aku bērpamitan ayah dan ibu. Badanku amat lētih. Aku sudah hampir 36 jam bēlum tidur. Aku tidak tērbiasa tidur di dalam pēsawat.
manakala aku hēndak mēnuju kē kamar tidurku, aku sēmpat bērjalan bērpas-pasan Yanti. Mēlihat aku hēndak bērpas-pasan nya, Yanti langsung mēmbungkukkan sēdikit badannya sambil bērjalan. Mata kami tidak saling mēmandang satu sama lain. bērbasickan tradisi kami, tidak sopan pēmbantu bērtatap pandang majikan waktu bērjalan bērpas-pasan.
Malam itu, mēskipun badan lētih, aku masih bēlum langsung tidur. Aku sēdang mēlihat-lihat photo-photoku dan kawan-kawan di Mēlbournē di handphonēku. Aku sēmpat kangēn sēdikit Mēlbournē. Aku juga sēmpat bērpikir mēngēnai Yanti, dan pēnasaran sēkali bagaimana ibu bisa mēndapatkan pēmbantu sēcantik Yanti.
Kēēsokan harinya aku bangun jam 10 pagi. Aku sudah tidak ingat sudah bērapa jam aku tidur.
Suasana rumah sēdikit hēning. Ayah dan ibu sudah pasti balik kē kantor lagi. Aku mēmanggil-manggil bibi Tutik, dan tidak ada jawaban darinya. Tak lama kēmudian Yanti nampak dari kēbun bēlakang.
“Nyo Anton wis mangan? (tuan muda Anton sudah makan?)” tiba-tiba Yanti mēnanya bikin pēcah suasana hēning di rumah. istilah ‘Nyo’ ialah kēpēndēkan dari ‘Sinyo’ (bhs Bēlanda rancu) yang sēring dipakai di Jawa yang artinya tuan muda.
Aku bērusaha, mēmbalas pērtanyaan Yanti bhs Jawa. Tapi aku sudah tidak tērbiasa bērbincang-bincang 100% bhs Jawa.
“Durung, aku sēk tas tangi kok. Mana bibi? Aku sudah lapēr nih! (Bēlon, aku baru aja bangun tidur. Mana bibi? Aku sudah lapar nih)” jawabku sēparuh Jawa sēparuh indo.
“Bibik mēlok nyonya. Ora ēro budal nang ēndi. Nyonya mau tētēp pēsēn nang aku lēk Nyo Anton pēngēn tuku apo gawē mangan isuk (Bibi ikut nyonya. Tidak tau pigi kēmana. Nyonya tadi titip pēsan pada saya kalo tuan Anton ingin bēli apa untuk makan pagi)” kata Yanti.
Pagi itu aku mēngharapkan bibi Tutik mēmasak untukku. Tapi apa bolēh buat, aku akhirnya mēminta Yanti untuk bēli nasi pēcēl favoritku di dēkat rumah. cuma sēkitar 100 mētērs dari rumahku. sēsudah mēmbēri uang kēpwujudnya, Yanti pun langsung langsung bērangkat. Baca Selengkapnya

Cerita Dewasa Pembantuku Yang Menggoda untuk lengkapnya silahkan kunjungi juga bizzar.biz juga menanyangkan situs bokep asli Indonesia dan manca negara .terima kasih sudah mengunjungi situs kami. Baca Juga

Terima kasih telah membaca Cerita Dewasa Pembantuku Yang Menggoda

Incoming search terms:

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.