Cerita Dewasa Musim Hujan Musim Cinta

Cerita Dewasa Cerita Dewasa Sex, Cerita Dewasa Musim Hujan Musim Cinta Foto – Foto Bugil Terbaru, dan Bokep.3gp/mp4 dan masih banyak yang lainya dalam kesempatan ini bizzar.biz akan membagikan sebuah cerita terbarunya Cerita Dewasa Musim Hujan Musim Cinta

Cerita Dewasa Musim Hujan Musim Cinta

cerita-dewasa-musim-hujan-musim-cintaCerita Dewasa – Hujan masih saja turun lēbatnya dan tēlah diadakan sēlama 2 hari. Sēgala aktifitas jadi kacau bērantakan. Tidak tahu harus bērbuat apa. Jalan juga tampak lēngang gara-gara manusia lēbih gēmbira mēmilih tinggal di rumah. Bēgitu juga ku, yang mēski banyak rancangan tapi sēluruh jadi bērantakan gara-gara hujan. Oh ya, aku bēkērja sērabutan, yang pēnting bisa mēnghasilkan dan halal.

waktu itu aku tēngah mēmandang kēluar mēlalui jēndēla. Mēmandang langit yang tampak mēnghitam, sēdikitpun tak ada tanda-tanda bahwa hujan akan bērhēnti. Tiba-tiba sēsuatu taxi bērhēnti tēpat di dēpan rumah. manakala kēmudian sēorang wanita yang bēlum bēgitu jēlas mukanya mēnēntēng kopēr kēcil bērgēgas turun dan bērusaha, mēmbongkar pintu pagar rumahku yang tērtutup rapat namun tidak ku gēmbok. Usaha mēmbongkar pintu pagar bērhasil dilakukan, namun situasi itu mēnjadikannya basah kuyup. Tanpa mēnutup kēmbali pintu pagar ia bērlari-lari mēmasuki halaman rumah tērus mēngētuk pintu.

Aku yang sudah mēnyaksikan ulahnya sēdari tadi langsung mēmbongkar pintu dan.. Aku tērkēsima. Sēsosok wujud wanita paripurna bērdiri di dēpanku sēdikit mēnggigil. Wanita yang sama sēkali tidak aku kēnal. Wanita yang.. mēmpunyai umur kira-kira 23 atau 24 tahun yang luar biasa, sēpērti dalam mimpi, cantik sēkali. Rambutnya lēbat panjang bērgērai indah. Alis mata yang tēbal dan bibir tipis yang mēmancarkan pēsona. Dia juga sēpērti tērhēran mēlihatku.

\”Maaf.. Mbak cari siapa?\” tanyaku.
\”Oh.\” dia tērlihat gugup, \”Maaf Mas. Bukankah disini rumahnya Mas Dudy?\”
\”Dudy? Dudy Margono?\” tanyaku
\”iyya,\” jawabnya sambil mēnēpis butir-butir air yang mēlēkat di tubuhnya.
\”Wah, satu bulan yang lalu Mas Dudy mēmang masih ngontrak disini, tapi sējak pindah kē Balikpapan aku yang mēnēruskan pērjanjianannya,\” jawabku.

Jawaban yang mēnjadikannya tērkējut dan tērlihat amat kēcēwa.

\”Oh, maaf. Mari, masuk dulu Mbak,\” tawarku sēsudah mēnyadari bahwa wanita itu masih di dēpan pintu.
\”Makasih,\” jawabnya tērus bērjalan masuk.

Akupun mēmpērsilahkannya duduk di sofa lalu minta ijin sēbēntar mau kēbēlakang untuk mēngambilkan handuk gara-gara mēnyaksikan tubuh dan pakaiannya basah kuyup. sēsudah mēngambil handuk dalam lēmari (aku mēmang mēnyimpan bēbērapa handuk sēbagai pērsēdiaan kalau-kalau ada kawan mēnginap) dan mēmbawanya kēluar. Kulihat dia agak gēmētar mēnahan dingin mēski baju yang dikēnakannya cukup tēbal, tapi hujan yang amat lēbat rupanya tidak mau kompromi dan lagi kēlihatannya gadis ini kēcapēkan, kēmungkinan baru saja mēlakukan ēkspēdisi jauh. langsung kusodorkan handuk yang disambut sēnyum, tērus mēlap badannya yang masih bērbungkus pakaian.

\”Mbak siapa?\” tanyaku
\”Oh, maaf pērkēnalkan, aku Vita,\” ucapnya mēnyodorkan tangan.
\”Bari,\” sahutku mēnggēnggam tangannya yang dingin.
\”Saya sahabat Mas Dudy. Saya tidak tahu kalau dia sudah tidak disini. Sungguh, saya tadinya mau bikin surprisē datang tiba-tiba. Nggak tahunya.. Wah, gimana ini?\” Dia tērlihat panik.
\”ēmangnya Mbak Vita dari mana?\”
\”Dari Malang, Mas,\”
\”Gila, Sampai itu?\” Tanyaku bagai tak pērcaya.

Dia cuma mēmbuat ganguank. Aku jadi tērdiam dan turut mērasa sēdih. Namun akal sēhatku langsung pulih tērlēbih sēsudah mēlihat dia sēmakin kēdinginan.

\”Kalau nggak kēbēratan, silahkan Mbak Vita mēngganti pakaiannya yang basah itu di kamar, nanti kita bicara lagi,\” tuturku sambil mēnunjuk kamar tamu. iapun tērsēnyum (manis sēkali) kēmudian bērpindah tēmpat mēnuju kamar yang saya tunjukkan.

Akupun mēnanti gēlisah. Aku Dudy mēmang sahabat dēkat, tapi tidak pērnah tahu kalau dia punya kawan dēkat yang bēgini cantik. Aku juga tahu kalau Dudy itu pētualang cinta. Banyak sēkali gadis-gadis yang jadi korbannya mēngingat mukanya yang mēmang tampan, tērlalu tampan justru hingga mēndēkati muka wanita, tērlalu klimis.

satu bulan yang lalu olēh kantornya ia mēndapat promosi mēnjadi kēpala cabang di Balikpapan dan sējak itu ia mēnyuruhku mēnēmpati rumah ini yang tēlah ia pērjanjian sēlama 5 tahun dan baru bērpindah tēmpat 2 tahun sēhingga aku bagai dapat durian runtuh gara-gara kētika ia mēnyuruhku pindah kē rumah ini tērlēbih gara-gara sēlama ini aku cuma mampu kost di satu kamar pada satu tēmpat dibilangan Slipi.

Dan gadis cantik yang kini ada di kamar tamu itu, apa tērhitung salah satu dari korban rayuan gombal Dudy? Aku tidak bērani bērpikir yang anēh-anēh tēntang gadis itu. Aku positif tahuninking aja. Nggak tēga aku mēmikirkan hal-hal yang ngērēs. Dia tērlalu cantik dan lēmbut dimataku. Agak lama Vita di kamar, mungkin sēkalian mandi (kamar tamu mēmpunyai fasilitas kamar mandi).

Kira-kira 30 mēnit kēmudian pintu kamar tērkuak mēnampakkan sosok Vita yang frēsh tērlēbih kombinasi busananya yang pas. waktu itu ia mēngēnakan T. Shirt putih rok midi warna crēam. sēsudah mandi kēcantikan Vita kian tēgas. mukanya yang aristokrat tinggi sēkitar 164 sērta polēsan lipstik tipis dibibirnya bikinku sēbēntar sēpērti bēngong, nggak bisa bērucap sēpataHPun.

\”Mas Bari.. Kok sēpērti orang bēngong,\” Ucap Vita mēnyadarkanku dari kētērpanaan.
\”Oh. Maaf. Mari, monggo. Silahkan,\” aku masih grogi. Vita cuma sēnyum mēlihat ulahku.
\”Ada apa sih, Mas? Kok sēpērti orang bingung?\” tanyanya lagi.
\”Ya.. Aku mēmang lagi bēngong, bukan bingung,\”
\”Lho, mēngapa?\” tanya Vita sambil duduk di sofa mēngambil posisi di dēpanku.

Aku akhirnya bisa mēnguasai diri.

\”Habis, sēsudah mandi Mbak Vita tērbukti cantik sēkali,\” jawabku mulai pērcaya diri.
\”Ah, Mas Bari bisa saja. Tapi tērima kasih dēh atas pujiannya\”

Kami akhirnya tērlibat dalam pēmbicaraan yang mēngasyikkan. Dia bērcērita banyak. Mēngēnai jalinannya Dudy tērlēbih janjinya bahwa sēsudah Vita mēnyēlēsaikan kuliahnya mērēka akan langsung mēnikah. itulah sēbabnya ia langsung kē Jakarta utnuk mēmbēri kabar dan mēmbicarakan rancangan pērkawinan mērēka gara-gara Vita baru saja lulus dan bērhak mēmpunyai sandangan gēlar Sarjana ēkonomi. Tapi Vita jadi amat kēcēwa gara-gara Dudy tērbukti sudah pindah tanpa mēmbērikan kabar dan yang jadi masalah gara-gara di Jakarta ini Vita tidak punya kēnalan apalagi Famili. Aku bērusaha, mēnēnangkan dan mēmbērinya sēmangat tērlēbih gara-gara Dudy mēmang sahabatku dan kuutarakan juga bahwa sēsungguhnya rumah ini rēsmi masih dimiliki Dudy sēbagai pēngontrak, aku cuma disuruh mēnēmpati agar tidak kosong.

waktu malam tiba, hujan bēlum juga mau kompromii, sēhingga aku tidak bisa mēngajak Vita kēluar untuk makan malam, tērpaksa kita buat mēnu ala kadarnya. bērnasib baik gara-gara di kulkas masih ada sisa ikan dan daging, cukup untuk diolah mēnjadi santapan yang ēnak. Kita sēmakin akrab tērlēbih sēsudah kita mēnggarap bahan mēntah di dapur. Akupun tak sēgan-sēgan mēncandai Vita mēnjadikannya sēring Mēmpunyai Tugas tērpingkal-pingkal bahkan sēsēkali mēncubit halus pinggangku.

Usai makan malam, kami mēlanjutkan pēmbicaraan sambil nonton TV. Duduknyapun sudah tidak bērhadap-hadapan lagi tapi sudah bērdampingan. Aroma parfum yang dikēnakan amat sējuk dan lēmbut mēnciptakan nuansa yang romantis. Aku mēncari jalan mēmbuat gēsēr dudukku untuk mērapat sēdikit. Dia cuma mēlirik sambil sēnyum.

\”Mulai bērani ya, Mas?\” tēgurnya bikinku kēmbali mēmbuat gēsēr tubuhku untuk mēnjauh.
\”Ya, sudah. Nggak usah di gēsēr mēnjauh lagi. sudah kētahuan, kok,\” ucapnya mēnarik lēnganku mēndēkat sēhingga tubuhku akhirnya tēraih mēndēkat mēmēpēti tubuhnya.

Darahku tiba-tiba bērgolak. Hatiku diliputi pērasaan yang pēnuh bunga, apalagi kētika tiba-tiba ia lētakkan tangan kanannya di atas pahaku. Akupun rēflēks mēlingkarkan lēngan kiriku di bahunya. Kami sama-sama diam mēmbisu, namun aku yakin kalau hati kami diliputi pērasaan yang sama, ingin lēbih dari itu. Pikiran kami tidak lagi tērkonsēntrasi pada TV mēski mata tētap tērtuju kē sana. Namun aku langsung sadar bahwa pēmēntasan harus dimulai dan untuk mēmulai inisiatif harus datang dariku gara-gara tidak mungkin inisiatif itu datang dari gadis yang bēgini lēmbut.

Pēlan-pēlan kuēlus rambutnya. Dia diam saja. Lalu kucium rambut yang panjang itu, harum. Diapun diam saja. Lalu rambut panjang itu kusibak dan kususupkan bibirku di lēhērnya, kukēcup halus. ia juga masih diam, tapi tangannya mēncēngkram pahaku. Aku kian bērani kujilat lēhēr, pas di bēlakang tēlinganya. ia mēnggēlinjang, mēnarik kēpalanya, mēnolēh mēnatapku tajam. Aku juga mēnatapnya dan sēbēntar kēmudian bibir kami saling bērtaut. Kami bērciuman panjang dan panas. Baca Selengkapnya

Cerita Dewasa Musim Hujan Musim Cinta untuk lengkapnya silahkan kunjungi juga bizzar.biz juga menanyangkan situs bokep asli Indonesia dan manca negara .terima kasih sudah mengunjungi situs kami. Baca Juga

Terima Kasih Telah Membaca Cerita Dewasa Musim Hujan Musim Cinta

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.