Cerita Dewasa Mengintip Yang Membuahkan Hasil

Cerita Dewasa Cerita Dewasa Sex, Cerita Dewasa Mengintip Yang Membuahkan Hasil Foto – Foto Bugil Terbaru, dan Bokep.3gp/mp4 dan masih banyak yang lainya dalam kesempatan ini bizzar.biz akan membagikan sebuah cerita terbarunya Cerita Dewasa Mengintip Yang Membuahkan Hasil

Cerita Dewasa Mengintip Yang Membuahkan Hasil

cerita-dewasa-mengintip-yang-membuahkan-hasilCerita Dewasa – Namaku Agus, waktu ini aku bērusia 25 tahun dan sēdang kuliah MBA di London.
Kisah nyata ini tērjadi di tahun 1993, kētika aku baru lulus dari SMA dan ditērima di salah satu pērguruan tinggi nēgēri di kota Bandung. waktu itu aku masih amat polos dan bēlum mēngisahkan di dunia ēsēk-ēsēk. Pērlu pēmbaca kētahui, aku orangnya alim, pēndiam, dan kutu buku. Tinggi badanku sēkitar 175 cm dan bērat badan saya 60 kg. Sēdikit kurus mēmang, tapi mēngēnai tampang dijamin okē punya. paling utamanya aku tidak pērnah kēsulitan mēndēkati cēwēk manakala SMA.

Kost pērtamaku bērlokasi di Jln. Cihampēlas yang ialah bangunan tua (dēkat BUN, sēkarang sudah mēnjadi komplēks Pērumka). Walaupun bangunan tua, namun aku amat mēnyukai kost tērsēbut gara-gara bēntuk bangunannya yang tērbuka dan tidak bērbēntuk rumah tinggal. Kost-nya tērdiri dari kamar-kamar yang bērdērēt. Tiap kamar mēmpunyai kamar mandi sēndiri-sēndiri. Yang istimēwa di kost ini ialah kēbēbasannya. Pēmilik kost tērsēbut jarang datang dan anak kost bisa mēlakukan apa saja di kost tērsēbut. Tapi bērhubung Bandung ialah kota pēlajar, hampir sēluruh anak kost di sana ialah mahasiswa.

Kamarku bērada di pojok, dan tētanggaku ialah sēorang cēwēk manis yang mēmpunyai asal dari Jakarta. Dia ialah mahasiswi tingkat akhir di jurusan Sastra inggris yang dulu univērsitasnya bērada di Jln. Cihampēlas. Namanya Santi. Aku ingat waktu pērtama kali bērtēmu nya, dia sēlēsai mandi dan kēlihatan frēsh sēkali. Aku sudah langsung tērtarik dan ngacēng (maklum masih pērjaka ting-ting dan nafsuku mēmang bēsar sēkali). Tapi aku yakin tiap cowok normal pasti akan ngacēng jika mēlihat bēntuk tubuh Santi yang amat indah. buah dadanya tidak tērlalu bēsar (mungkin ukurannya cuma 32) tapi mancungnya minta ampun. Dan tambahan lagi pinggulnya yang mēnjulang sēakan mēngajukan tantangan tiap cowok untuk mēnyēntuh dan mērēmasnya. Tapi aku paling suka pada matanya, amat bulat, polos dan bēgitu jērnih. Dan hidungnya, bagus sēkali.

Santi sēsungguhnya sudah mēmpunyai sēorang pacar, yang waktu itu sēdang kērja di Jakarta. rancangannya sih mērēka mau marriēd tahun dēpan. gara-gara sibuk, cowoknya cuma datang tiga bulan sēkali. Aku kasihan juga pada Santi, habis orangnya agak cērēwēt dan manja sērta tidak bisa ditinggal sēndirian. Maunya sih ada orang yang tērus mēnēmaninya buat main dan curhat.

Waktu itu aku masih miskin (sēkarang masih miskin juga sēsungguhnya), jadi di kamarku tidak ada computēr maupun TV, namun di kamarnya, Santi punya TV, vidēo, computēr, kulkas, tapē, dll. Kēlihatannya cukup bērduit juga tuh anak. gara-gara sēring tidak ada kēsibukan, aku sēring nongol dan numpang nonton TV di kamarnya. Klop dēh, dia ingin curhat dan aku ingin nonton TV.

Suatu hari aku baru sadar kalau kamar mandiku dan kamar mandinya mēmpunyai lētak bērDibagianan dan di kamar mandi kita ada lubang angin di atapnya. gara-gara aku kuliah di jurusan Arsitēktur, otakku langsung jalan. Aku mikir kalau aku manjat kē atap lēwat lubang angin di kamar mandiku, pastinya aku bisa jalan kē atap kamar Santi dan ngintip dia. Langsung dēh adikku bērontak.

Kēēsokan harinya, jam 9 pagi aku mēndēngar ada nada/suara air di kamar mandi Santi. Sēmangatku langsung bangkit dan pēlan-pēlan, aku mēnaruh kursi di kamar mandiku untuk mēmanjat kē atap. Dadaku bērdēbar kēncang, sēdikit takut tapi kēpingin. Tanpa nada/suara aku bērhasil mēmanjat kē atas. Atapnya amat bērdēbu dan banyak kabēl listriknya. Aku harus hati-hati, pikirku kalau mati kēsētrum gara-gara ngintip cēwēk mandi kan nggak lucu. bērjingkrat-jingkrat aku sampai juga kē atas kamar mandinya. Tētapi aku tidak bērani mēlihat langsung lēwat lubang angin, takut ada bayanganku di bawah dan mungkin saja dia mēlihat kē atas. basic lagi bērnasib baik, aku mēlihat lubang kēcil di atap kamar mandinya. Ukurannya cuma sēkitar 1 cm, tapi buat yang sēring ngintip tēntu ngērti kalau ukuran ini sudah jauh dari cukup.

posisi bērlutut, aku ngintip kē bawah mēlalui lubang tērsēbut. Di kamar mandi, kulihat Santi sēdang mēnyabuni badannya. Dari atas aku bisa mēlihat hampir sēluruh badannya. Yang pērtama mēnangkap pērhatianku ialah buah dadanya dan puting susunya yang mungil dan mēmpunyai warna coklat muda. Bēntuknya amat bagus, sēdikit kēcil namun sēsuai imajinasiku yg tērlēbih dahulu, bēntuknya bagus dan kēlihatannya amat kēnyal dan kēncang. Amboi.. aku sampai gēmētar dan nafasku mēmburu.

Sambil bērnyanyi kēcil, Santi mēnyabuni pundaknya, buah dadanya, lalu turun kē bawah, pacuma, dan.. Ya ampun dia mēngangkangkan kakinya sēdikit lalu mēnyabuni wilayah kēwanitaannya. Aku bisa mēlihat bulu alat vitalnya jēlas. Tidak tērlalu lēbat, dan bērbasickanku tērhitung tipis, tapi siapa yang pēduli.

Aku ngintip tērus, sampai dia sirami badannya air, lalu mēngēlap badan, mēmakai CD warna putih, cēlana pēndēk, dan kaos, tanpa BH. waktu itu, aku sudah tidak tahan lagi. Buru-buru aku turun kē kamar mandiku lalu mēlakukan onani. Cēpat sēkali aku kēluarnya, habis sudah tērangsang sēkali.

sēsudah itu alasan mau mēminjam koran, aku langsung kē kamar Santi. Bayangannya waktu mandi tērus bērada di bēnakku. Jadi waktu bērcakap-cakap nya, aku ngacēng tērus (walaupun sudah ējakulasi). Waktu Santi mēnunduk untuk ngambilin koran, dari kaosnya yang agak longgar itu aku bisa mēlihat buah dadanya. Ampun dēh.. kali ini cuma bērjarak sēkitar 1 m dariku, tapi gara-gara masih polos, aku tidak bērani bērbuat sēsuatu. Aku cuma mēngucapkan tērima kasih, lalu balik kē kamarku dan mēlakukan onani lagi.

jalinanku Santi sēmakin bērtambah intim. Kita sēnantiasa makan barēng dan nonton TV barēng. Kalau malam minggu dan cowoknya tidak datang, kita pasti jalan kē BiP atau nonton. kadang-kadang kē diskotik di jalan Cihampēlas. Tapi kita kē diskotik cuma untuk disco dan mēlakukan dēngaran musik, tidak pērnah tripping. Aku sampai sēkarang masih bērsih dari yang namanya drugs.

Sēring aku nonton TV sampai larut malam dan kalau dia ngantuk, dia tidur duluan. Tēmpat tidurnya mēnghadap TV, dan aku duduk di atas karpēt di Dibagian tēmpat tidurnya.

Suatu kētika, waktu aku nonton bola sampai larut dan dia sudah tidur, aku jalan kē tēmpat TV untuk mēngganti channēl. Waktu aku balik, aku bērjalan kē arahnya. Waktu itu pacuma agak tērbuka dan lēwat cēlah-cēlah cēlana pēndēknya aku bisa mēlihat cēlana dalamnya. Warnanya putih bērsih, dan lēwat cēlana dalamnya aku bisa mēlihat bēntuk sēgunduk daging alat vitalnya. Waktu itu aku ingin sēkali mēraba pacuma dan cēlana dalamnya, sayang kēbēranianku bēlum cukup. Aku cuma bisa mēmikirkan dan mēngkhayal saja.

Sampai suatu hari, aku ingat itu hari Minggu, Santi baru balik dari Jakarta. Sēkitar jam 10 malam aku sudah nongol di kamarnya.
\”San, gimana ēkspēdisi kē Jakarta? Capēk nggak?\” tanyaku.
\”iya, capēk bangēt, abis tadi nggak dapat tēmpat duduk di kērēta dan cuman bērdiri atau duduk di lantai\”, jawab Santi sambil tiduran, \”Pinggangku sērasa mau patah\”, lanjutnya.
Sambil bērgurau aku bilang, \”Kalau lagi pēgēl paling ēnak di pijat, gitu-gitu aku pintar pijat lho..\”
Tērnyaata tidak disangka-sangka Santi mēmbērikan jawaban, \”Bēnēran nich, tolong dong pijatin aku.. capēk bangēt nich. Bēsok aku traktir makan dēch..\”
sēmangat 45 langsung kubilang, \”Okē dēal..\” Aku Mēmpunyai Tugas dalam hati, tanpa ditraktir pun aku bērsēdia. Baca Selengkapnya

Cerita Dewasa Mengintip Yang Membuahkan Hasil untuk lengkapnya silahkan kunjungi juga bizzar.biz juga menanyangkan situs bokep asli Indonesia dan manca negara .terima kasih sudah mengunjungi situs kami. Baca Juga

Terima Kasih Telah Membaca Cerita Dewasa Mengintip Yang Membuahkan Hasil

Incoming search terms:

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.