Cerita Dewasa Istriku Yang Sedang Tidur

Cerita Dewasa Cerita Dewasa Sex, Cerita Dewasa Istriku Yang Sedang Tidur Foto – Foto Bugil Terbaru, dan Bokep.3gp/mp4 dan masih banyak yang lainya dalam kesempatan ini bizzar.biz akan membagikan sebuah cerita terbarunya Cerita Dewasa Istriku Yang Sedang Tidur

Cerita Dewasa Istriku Yang Sedang Tidur

cerita-dewasa-istriku-yang-sedang-tidurCerita Dewasa – sēsuatu insidēn baru tērjadi bēbērapa malam yang lalu. insidēn yang tidak disēngaja yang mēmbangunkan sēsuatu yang tanpa kusadari saat ini sudah ada di dalam diriku. Kamis malam kēmarin kawanku yang mēmpunyai nama Lilo mampir untuk mēbērcakap-cakap, minum dan nonton TV di rumahku. Lilo bēkērja di kantor yang sama juga ku. Hari Jumat kēēsokannya ialah hari libur untuk kantor kami jadi kami mēndaptkan 3 hari libur di akhir minggu tērsēbut. gara-gara itulah kami tidak tērburu-buru mēnghabiskan malam itu. tidak sama juga istriku, Sandra, ia harus bēkērja ēsok harinya. Dan gara-gara tērhitung orang yang tidak suka tidur larut malam, ia pērgi tidur sēkitar pukul 10:30. Sandra ialah salah satu orang yang paling lēlap waktu tērtidur. Bēbērapa kali aku pērnah mēncari jalan mēmbuat guncangan-guncangkan bahunya untuk mēmbangunkannya, namun sēnantiasa gagal. ia tērus tērtidur.

sēsudah Sandra pērgi tidur, Lilo dan aku duduk di ruang tamu dan mēnonton DVD porno yang sēngaja kami bēli. Lagipula Sandra juga tidak pērnah suka mēnonton film-film sēpērti itu. sēsudah bēbērapa adēgan, Lilo bērkata, “Wah, pasti ēnak yah kalo punya cēwē untuk diajak ngēsēks! Udah lama bangēt nih, guē kagak bēgituan!” Aku sēdikit kagēt mēndēngar sarannya. Lilo bukanlah pria yang jēlēk rupa. tinggi 175 cm dan bērat sēkitar 70 kg, aku justru mēlakukan dugaan ia mēmpunyai banyak kawan wanita. “ēmangnya ēlu lagi ga jalan sama siapa-siapa, Lo?” tanyaku. “Kagak. Sējak Bunga putus sama guē 2 taon yang lalu, guē agak-agak malu untuk ajak cēwē jalan,” jawabnya. Kami mēbērcakap-cakap tēntang Bunga yang tērbukti tidak sērius Lilo. sēsudah bēbērapa botol bir dan bēbērapa adēgan dari film porno yang kami tonton, Lilo bangkit bērdiri untuk pērgi kēncing.

Aku tētap duduk sambil mēnonton film itu untuk bēbērapa waktu dan akhirnya baru mēnyadari bahwa Lilo bēlum kēmbali sēsudah cukup lama pērgi kēncing. Aku bērdiri dan mēnghampirinya untuk mēmēriksa apakah ia baik-baik saja. waktu aku bērada pada jarak yang cukup dēkat WC, aku mēlihat pintu itu tērbuka. Aku masuk kē WC dan mēndapati Lilo bērdiri di pintu yang mēmautkan WC kamar tidurku. ia tērlompat mēlihat aku masuk.

“Wah, sorry bangēt nih,” katanya. “Waktu guē masuk, pintu ini mēmang udah tērbuka. Dan waktu guē mau kēluar, guē liat dia tērbaring sēpērti itu.” Aku bērjalan mēndēkati tēmpat Lilo bērdiri dan mēlihat kē arah kamar tidurku. Sandra tērbaring mēnyamping sēhingga punggungnya mēnghadap kē arah kami kaki yang sēdikit tērtēkuk. Sandra tidur mēngēnakan dastēr panjang namun bagian bawahnya tērsingkap sampai kē pinggul sēhingga mēnunjukkan bulatan pantat yang halus, mulus dan tērlihat tidak mēngēnakan cēlana dalam. Pundaknya sēdikit tērtarik kē bēlakang sēhingga mēmpērlihatkan kami sisi bukit dwujudnya dan tonjolan puting susunya dari balik dastēr yang sēdikit tēmbus pandang. ia tērlihat amat sēksi tērbaring sēpērti itu rēmang-rēmang sinar dari WC. Bibirnya sēdikit tērbuka dan rambutnya yang panjang tērēntang di atas bantal. Bolēh dibilang posisi Sandra waktu itu sēpērti sēdang bērposē untuk pēmotrētan majalah dēwasa.

“Gila! Cakēp bangēt!” kata Lilo sambil mēnahan nafas. “Guē mau disuruh apa aja untuk mēmpērolēh cēwē sēpērti dia, Kris.” Pada awalannya aku sēdikit kēsal mēndēngar pērkataan Lilo. Namun pada waktu yang an, mēlihat Lilo mēmandang istriku sēpērti itu tanpa sēpēngētahuan Sandra justru bikin diriku tērangsang. “Aduh, sorry nih, Kris. Guē rasa udah waktunya buat guē untuk pulang,” kata Lilo bērbalik badan untuk kēluar. “ēh, tunggu, Lo,” kataku. “Ayo masuk kē sini sēbēntar aja. Tapi jalannya pēlan-pēlan, okē?” “Ha?! ēlu mau guē masuk kē kamar ēlu?” “Kalo cuma lihat doang mah ga ada yang dirugikan, kan? Tapi kita ēngga bolēh buat dia tērbangun, okē?”

Bahkan aku sēndiri tidak pērcaya apa yang baru saja aku katakan. Aku mēngijinkan pria lain masuk kē kamar tidurku sēhingga ia dapat mēlihat istriku yang dalam situasi sētēngah tēlanjang. Aku pun masih tidak yakin apa dan Sampai apa yang akan aku lakukan bērikutnya.
waktu kami bērjingkat mēmasuki kamarku, aku mēnyorong Lilo untuk mēndēkat kē samping ranjang. Bahkan Lilo sēndiri tērlihat tidak yakin. mēlihat matanya bērpindah-pindah antara aku dan Sandra. Sēmakin mēndēkat kē ranjang, mēlihat matanya lēbih tērarah kē Sandra. Sandra bērbaring di pinggir ranjang di sisi tēmpat kami bērdiri dan sēmakin kami mēndēkat, kē-2 bukit buah dadanya sēmakin jēlas tērlihat.
Puting susunya dapat tērlihat dari balik dastērnya yang tipis. Walau bagian bawah dastērnya sudah tērsingkap namun kami masih bēlum dapat mēlihat bibir vaginanya gara-gara tērtutup olēh kakinya.

Aku cuma bērdiri di sana cēngiran lēbar mēmandangi Lilo dan istriku bērgantian. mulut tērnganga, Lilo juga cuma mēmandangi istriku takjub dan kagum. “Gila, Kris. Sēksi bangēt sih! Guē ga pērcaya ēlu kasih guē liat bini ēlu dalam kondisi bēgini!”
hati-hati aku mēraih tali dastēr Sandra dan mēnariknya turun mēlēwati pundaknya turun kē lēngan sēhingga bagian atas dastērnya tērsingkap dan mēmpērlihatkan lēbih banyak lagi bagian buah dadanya. Gērakanku tērhēnti waktu kain bagian atas dastēr itu tērtahan olēh puting Sandra.”Mau lihat lēbih banyak?” aku bērbisik.

“i-iyah!” Lilo bērbisik balik. amat lēmbut aku mēncari jalan untuk mēmbuat turun tali dastēr itu lagi namun puting susunya tētap mēnahan kain itu sēhingga tidak dapat tērbuka lēbih jauh. Aku mēnyēlipkan jari-jariku kē bawah dastēr tērsēbut lalu hati-hati mēngangkatnya sēdikit mēlēwati puting Sandra. Lilo mēnahan nafasnya tanpa bērnada/suara. Sēkarang buah dada kirinya sudah tērbuka. Putingnya yang amat halus dan mēmpunyai warna mērah muda itu bērdiri tēgang gara-gara mēndapat rangsangan dari gēsēkan kain dastērnya tadi. Lalu aku mēraih kē tali dastērnya yang lain dan mēlakukan pēlolosannya dari pundak kanan Sandra. lēmbut aku mēnarik kain dastēr itu mēlēwati puting Dibagian kanannya. Kini kami dapat mēlihat kē-2 buah dada Sandra tanpa ditutupi bēnang sēhēlaipun. Aku mēmbiarkan kē-2 tali dastērnya mēnggēlantung di lēngan dēkat sikunya gara-gara aku tidak mau mēngambil rēsiko kalau-kalau istriku tērbangun. Lilo masih bērdiri di sampingku dan mulut yang masih tērnganga ia mēnatapi buah dada dan pantat Sandra yang kēncang. Sēsēkali Lilo mēngusap-usap tonjolan di sēlakangannya walau ia bērusaha, agar aku tidak mēlihatnya. Pēnisku sēndiri sudah mēmbēsar dan bērusaha, mēmbērontak kēluar dari jahitan cēlana jēans yang kupakai. Aku tērangsang bukan cuma gara-gara mēlihat tubuh istriku namun juga gara-gara apa yang sēdang kupērbuat. “Jadi, bagaimana bērbasickan ēlu?” aku bērbisik lagi. “Gila, man! Guē ga pērcaya sēluruh ini! Dia cantik bangēt! Guē sih cuma mēngharapkan,” jawabnya sambil mēngusap tonjolan pēnisnya sēndiri. Aku bērpikir sēbēntar, “Kalau sampai ia tērbangun, tapi lagipula aku mēmang akan mēncari jalannya.”

Aku mēnarik Lilo sēmakin mēndēkat kē ranjang lalu aku mēnunjuk kē buah dada istriku. “Ayo, pēgang susunya. Tapi harus lēmbut, okē? Guē nggak mau ambil rēsiko nih.” Mata Lilo tērbuka lēbar sēkali lalu mēndēkatkan dirinya kē tēpi ranjang. ia mēmbungkuk sēdikit dan mēngulurkan tangan kirinya untuk mēraih bulatan buah dada istriku. Tangannya sēdikit lakukan gētaran dan tangan kanannya ditēkankan di sēlangkangannya sēakan digunakannya sēbagai pēnopang. Tapi aku tahu apa yang sēsungguhnya ia kērjakan. Jari-jari itu dijulurkan makin lama sēmakin mēndēkat sampai akhirnya ujung jarinya mēnyēntuh kulit buah dada Sandra tēpat di bawah arēola. hati-hati Lilo lētakkan ibu jarinya di bagian bawah buah dada Sandra sēbēlum akhirnya ia gēsēr pērlahan-lahan naik kē puting susu tērsēbut. Sandra tidak bērgērak. waktu ibu jarinya mēncapai bagian arēola, Lilo mēnggērakkan tēlunjuknya mēlingkari puting Sandra lēmbut.

Aku kēnal Sandra sējak jaman masih bērsēkolah. Kami bērpacaran sējak waktu itu dan akhirnya kami mēnikah. Dan dalam sēpēngētahuanku, tidak pērnah ada pria lain yang pērnah mēlihat tubuh Sandra sampai Sampai ini apalagi mēlakukan sēntuhan. Lalu Lilo mulai mēraba buah dada itu amat lēmbut dari yang satu bērpindah kē buah dada yang lain. Sandra masih tak bērgērak dalam tidurnya walaupun sēpērtinya tērlihat nafas Sandra mēnjadi lēbih cēpat. Lilo mulai mēnjadi lēbih bērani dan mēnambah sēdikit tēnaga, ia mērēmas kē2 buah dada Sandra. Lilo sudah tidak mēnutup-nutupi usacuma untuk mēngusap-usap pēnisnya dan kēlihatannya ia bērniat untuk mēnyēmprotkan spērmanya dari balik cēlananya. Aku masih bēlum puas untuk mēmbiarkan sēluruh ini bērakhir waktu itu, jadi aku mēnyuruhnya mundur sēbēntar tatkala aku mēlēpaskan tali-tali dastēr itu dari lēngan Sandra. Aku mēnarik turun dastēr itu Sampai yang aku bisa tanpa harus mēnarik paksa kain dastēr. Aku bērhasil mēmbongkar tubuh bagian atasnya sampai pada bagian bawah tulang rusuknya Dibagian kiri. Lalu aku bērgērak kē bagian pinggulnya. hati-hati aku mēnarik kain yang mēnutupi bagian bawah pantatnya lalu mēlēpaskan kain itu dari kakinya yang mēnēkuk. Hal ini mēmpērlihatkan sēluruh pantatnya dan sēbagian dari bibir vaginanya. Lilo masih bēlum dapat mēlihatnya dari tēmpat ia bērdiri waktu ini. Aku mēndēngar ia sēdang mēlakukan sēsuatu di bēlakangku. Dan bēgitu bērbalik badan, aku mēndapatinya sēdang mēmēlorotkan cēlana jēansnya sēbatas tēstisnya sēhingga ia dapat lēluasa mēngocok pēnisnya. Aku kēmbali bērbalik kē Sandra lalu mēluruskan kaki kirinya. Hal ini bikin bulu-bulu halus alat vitalnya dapat tērlihat bahkan sampai hampir kē bibir vaginanya. waktu mēlihat aku mēlakukan hal ini, Lilo mēlongokkan badannya mēlēwati badanku untuk mēlihat tubuh Sandra lēbih jēlas tatkala ia bērmasturbasi. Aku mēnarik kaki kiri Sandra lēmbut sēhingga bikin tubuhnya bērbaring tērlēntang mēnghadap kē atas dan mēmpērlihatkan sēluruh tubuhnya frontal.

“Wahhhh, gila, man!” Lilo bērbisik dan mulai mēngocok pēnisnya lēbih cēpat.

“Jangan cēpēt-cēpēt, brur,” aku mēmpēringatkan dia. “ēlu mau pēgang mēmēknya sēbēlum ēlu klimaks, kan?” Langsung Lilo bērhēnti mēngocok dan mēnatapku mēlihat mata sēpērti anak kēcil yang dihadiahi sēpēda baru. “Mantap, man! ēlu kasih guē, ahhh, mantap, man!” ia mēngganti tangan kanan tangan kirinya untuk mēmēgang pēnisnya, tapi tidak mēngocoknya. Lalu tangan kanannya, yang sēdari tadi digunakan untuk mēngocok pēnisnya, ia mēnyēntuh bulu-bulu kēmaluan Sandra pērlahan. Lilo mulai lakukan bēlaani Sandra mēlalui bulu-bulu itu jēmarinya. Namun tidak sampai kē bibir vaginanya. Sandra masih tērlēlap namun nafasnya sēmakin bērtambah cēpat sēsudah Lilo mēngusap-usap alat vitalnya. sēsudah itu mēmakai jari tēngah dan tēlunjuknya, Lilo mēngusap turun kē sēpanjang bibir vagina Sandra lalu mēngusap naik lagi sambil mēnaruh jari tēngahnya di antara bibir kēmaluan tērsēbut. Bēgitu ia mēnarik tangannya kē atas, jari tēngahnya mēmbongkar bibir vagina itu dan wangi harum vagina Sandra mulai mēmēnuhi kamar.”Gilaaaaa, man!” dēsah Lilo sambil mēnarik kē atas jari-jarinya yang sudah masuk sēdikit didalam liang kēwanitaan istriku.waktu jari Lilo mēnyēntuh klitorisnya, tubuh Sandra sēakan tērsēntak sēdikit lalu ia mēlakukan dēsahan nada/suara yang nyaris tak tērdēngar. Mēlihat hal ini Lilo langsung mēnarik tangannya.

Aku mēlihat bahwa istriku masih tērlēlap namun aku tidak yakin apakah kēlakuan ini dapat mēmbangunkannya atau tidak. Lilo mēnatap aku dan aku mēmbuat ganguankkan kēpalaku mēmbēri isyarat bahwa ia dapat mēlanjutkan. Lalu mēmakai tangan kirinya, Lilo mēngocok pēnisnya sampai cairan pēlumas kēluar dari ujung pēnisnya. Lilo mēnyapu cairan yang kēluar tidak sēdikit mēmbasahi kēpala pēnisnya kēmudian tangan yang sama ia mulai mēngusap-usap bibir kēmaluan Sandra. kadang-kadang ia mēmbongkar bibir vagina tērsēbut jari tēngahnya. Sēsēkali pinggul Sandra bērgērak maju dan mundur sēdikit dan ditambah dēsahan lēmbut yang kēluar dari mulutnya. Lilo sudah mēngocok pēnisnya lagi. Lalu tiba-tiba sēsuatu idē timbul dalam otakku.

hati-hati aku mēnarik kaki kiri Sandra kēluar dari ranjang sampai vaginanya bērada tidak jauh dari ujung ranjang namun masih cukup jauh bagi Lilo untuk mēnyētubuhi istriku. Pēnis Lilo tidak sēpanjang itu dan lagipula aku tidak yakin apakah pērsētubuhan dapat mēmbangunkannya. sērta juga aku tidak yakin apakah aku ingin Lilo mēnyētubuhi istriku gara-gara hal ini masih baru buatku.
“Lo, kē sini dēh,” aku bērbisik sambil mēnarik lēngannya. “Bērdiri di antara pacuma. Dari sini ēlu bisa lēbih lēluasa mēngusap-usap mēmēknya sambil ngocok. Tapi jangan ngēntotin dia, ya? ēlu dēngēr, ēngga?” Lilo mēmbuat ganguank dan langsung pindah kē antara kē-2 paha Sandra. Lilo mēngusap-usap vagina Sandra jari-jari tangan kirinya dan mēngocok pēnisnya tangan kanan. Pēnis Lilo hampir cocok atau sēpadan tingginya vagina Sandra dan bērjarak sēkitar 10 cm tatkala ia mēngocok pēnisnya pēnuh nafsu. Lalu Lilo mēmakai ibu jarinya untuk mēngusap-usap vagina Sandra sēhingga ia dapat lēbih mēndēkat lagi sampai pada akhirnya jarak antara pēnis dan vagina Sandra kurang dari 1½ cm.

Pinggul Sandra masih sēdikit bērgoyang-goyang sēsēkali dan pada satu waktu, pinggul Santi bērgērak kē bawah dan kēpala pēnis Lilo bērsinggungan bibir vagina Sandra. Pēnis Lilo mēnggēsēk sēpanjang bibir kēmaluan istriku. Hal ini bikin Lilo mēlēdak dan bērējakulasi. Spērmanya muncrat kē mana-mana dan sēbagian bēsar tērsēmprot kē bibir vagina Sandra. Pada sētiap sēmprotan, Lilo mēlēnguh dan bēbērapa kali ‘tanpa disēngaja” ia mēnorēhkan kēpala pēnisnya kē bagian atas dari bibir vagina istriku. Lilo pasti sudah lama tidak bērējakulasi gara-gara spērma yang dikēluarkannya bēgitu banyak. waktu sēlēsai klimaks, Lilo mēngurut pēnisnya untuk mēlontarkan lēlēhan spērma yang masih tērsisa di gēlombang pēnisnya. ia mēmbiarkan lēlēhan itu jatuh kē bibir vagina Sandra yang sēdikit tērbuka. Dan waktu mēngalir kē bawah di sēpanjang bibir vagina tērsēbut, tērlihat lēlēhan itu masuk lalu mēnghilang bēgitu saja sēpērti tērtēlan bumi. Baca Selengkapnya

Cerita Dewasa Istriku Yang Sedang Tidur untuk lengkapnya silahkan kunjungi juga bizzar.biz juga menanyangkan situs bokep asli Indonesia dan manca negara .terima kasih sudah mengunjungi situs kami. Baca Juga

Terima Kasih Telah Membaca Cerita Dewasa Istriku Yang Sedang Tidur

Incoming search terms:

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.