Cerita Dewasa Istri Pamanku Yang Menggoda

Cerita Dewasa Cerita Dewasa Sex, Cerita Dewasa Istri Pamanku Yang Menggoda Foto – Foto Bugil Terbaru, dan Bokep.3gp/mp4 dan masih banyak yang lainya dalam kesempatan ini bizzar.biz akan membagikan sebuah cerita terbarunya Cerita Dewasa Istri Pamanku Yang Menggoda

Cerita Dewasa Istri Pamanku Yang Menggoda

cerita-dewasa-istri-pamanku-yang-menggodaCerita Dewasa – Kulihat bibi tidur tidak bērsēlimut, gara-gara biarpun kamar bibi mēmakai AC, tapi kēlihatan AC-nya diatur agar tidak tērlalu dingin. Posisi tidur bibi tēlēntang dan bibi cuma mēmakai baju dastēr mērah muda yang tipis. Dastērnya sudah tērangkat sampai di atas pērut, sēhingga tērlihat CD mini yang dikēnakannya mēmpunyai warna putih tipis, sēhingga tērlihat bēlahan kēmaluan bibi yang ditutupi olēh rambut hitam halus kēcoklat-coklatan.

Buah dada bibi yang tidak tērlalu bēsar tapi padat itu tērlihat samar-samar di balik dastērnya yang tipis, naik turun tēratur.Walaupun dalam posisi tēlēntang, tapi buah dada bibi tērlihat mēnjadi naik kē atas putingnya yang coklat muda kēcil.

Mēlihat panorama yang mēnggairahkan itu aku bētul-bētul tērangsang hēbat. cēpat alat vitalku langsung bērēaksi mēnjadi kēras dan bērdiri gagahnya, siap tēmpur.

Pērlahan-lahan kubērjongkok di samping tēmpat tidur dan tanganku hati-hati kulētakkan lēmbut pada bēlahan kēmaluan bibi yang mungil itu yang masih ditutupi CD. Pērlahan-lahan tanganku mulai mēngēlus-ēlus kēmaluan bibi sērta juga bagian paha atasnya yang bētul-bētul licin putih mulus dan amat mērangsang.

Tērlihat bibi agak bērgēliat dan mulutnya agak tērsēnyum, mungkin bibi sēdang mimpi, sēdang bēcinta paman. Aku mēlakukan kēgiatanku hati-hati takut bibi tērbangun. Pērlahan-lahan kulihat bagian CD bibi yang mēnutupi alat vitalnya mulai tērlihat basah, rupanya bibi sudah mulai tērangsang juga. Dari mulutnya tērdēngar nada/suara mēndēsis pērlahan dan badannya mēnggēliat-gēliat pērlahan-lahan.

Aku makin tērsangsang mēlihat panorama itu.Cēpat-cēpat kubuka sēluruh baju dan CD-ku, sēhingga sēkarang aku bērtēlanjang bulat. Pēnisku yang 19 cm itu tēlah bērdiri kēncang mēnganguk-angguk mēncari mangsa. Dan aku lakukan bēlaani-bēlai buah dwujudnya, dia masih tētap tērtidur saja. Aku tahu bahwa puting dan klitoris bibiku tēmpat paling suka dicumbui, aku tahu hal tērsēbut dari film-film bibiku.

Lalu tanganku yang satu mulai gērilya di wilayah vaginanya. Kēmudian pērlahan-lahan aku mēnggunting CD mini bibi gunting yang tērdapat di sisi tēmpat tidur bibi.Sēkarang kēmaluan bibi tērpampang jēlas tanpa ada pēnutup lagi. Pērlahan-lahan kē-2 kaki bibi kutarik mēlēbar, sēhingga kē-2 pacuma tērpēntang. hati-hati aku naik kē atas tēmpat tidur dan bērcongkok di atas bibi.

kē-2 lututku mēlēbar di samping pinggul bibi dan kuatur sēdēmikian rupa supaya tidak mēnyēntuh pinggul bibi. Tangan kananku mēnghimpit pada kasur tēmpat tidur, tēpat di samping tangan bibi, sēhingga sēkarang aku bērada dalam posisi sētēngah mērangkak di atas bibi.Tangan kiriku mēmēgang batang pēnisku. Pērlahan-lahan kēpala pēnisku kulētakkan pada bēlahan bibir kēmaluan bibi yang tēlah basah itu. Kēpala pēnisku yang bēsar itu kugosok-gosok hati-hati pada bibir kēmaluan bibi. Tērdēngar nada/suara ērangan pērlahan dari mulut bibi dan badannya agak mēngēliat, tapi matanya tētap tērtutup.

Akhirnya kutēkan pērlahan-lahan kēpala alat vitalku lakukan bēlaanh bibir kēmaluan bibi.Sēkarang kēpala alat vitalku tērjēpit di antara bibir kēmaluan bibi. Dari mulut bibi tētap tērdēngar nada/suara mēndēsis pērlahan, akan tētapi badannya kēlihatan mulai gēlisah. Aku tidak mau mēngambil rēsiko, sēbēlum bibi sadar, aku sudah harus mēnaklukan kēmaluan bibi lētakkan posisi pēnisku di dalam lubang vagina bibi. Sēbab itu langsung kupastikan lētak pēnisku agar tēgak lurus pada kēmaluan bibi. Pērtolongan tangan kiriku yang tērus mēmbimbing pēnisku, kutēkan pērlahan-lahan tapi pasti pinggulku kē bawah, sēhingga kēpala pēnisku mulai lakukan trobosan didalam lubang kēmaluan bibi.Kēlihatan sēbēntar kē-2 paha bibi bērgērak mēlēbar, sēakan-akan mēmuat dēsakan pēnisku didalam lubang alat vitalku.

Badannya tiba-tiba lakukan gētaran mēnggēliat dan kē-2 matanya Datang-Datang tērbuka, tērbēlalak bingung, mēmandangku yang sēdang bērtumpu di atasnya. Mulutnya tērbuka sēakan-akan siap untuk bērtēriak. cēpat tangan kiriku yang sēdang mēmēgang pēnisku kulēpaskan dan buru-buru kudēkap mulut bibi agar jangan bērtēriak. gara-gara gērakanku yang tiba-tiba itu, posisi bērat badanku tidak dapat kujaga lagi, akibatnya sēluruh bērat pantatku langsung mēnghimpit kē bawah, sēhingga tidak dapat dicēgah lagi pēnisku lakukan trobosan masuk didalam lubang kēmaluan bibi cēpat.

Badan bibi tērsēntak kē atas dan kē-2 pacuma mēncari jalan untuk dirapatkan, namun kē-2 tangannya otomatis mēnyorong kē atas, mēnangkis dadaku. Dari mulutnya kēluar nada/suara jēritan, tapi tērtahan olēh bēkapan tangan kiriku.”Aauuhhmm.. aauuhhmm.. hhmm..!” dēsahnya tidak jēlas.Kēmudian badannya mēngēliat-gēliat hēbat, kēlihatan bibi amat kagēt dan mungkin juga kēsakitan akibat pēnisku yang bēsar lakukan trobosan masuk didalam alat vitalnya tiba-tiba.

Mēskipun bibi mērontak-rontak, akan tētapi bagian pinggulnya tidak dapat bērpindah tēmpat gara-gara tērtēkan olēh pinggulku rapat. gara-gara gērakan-gērakan bibi kē-2 kaki bibi yang mēronta-ronta itu, pēnisku yang tēlah tērbēnam di dalam vagina bibi tērasa dipēlintir-pēlintir dan sēakan-akan dipijit-pijit olēh otot-otot dalam vagina bibi.

Hal ini mēnimbulkan kēnikmatan yang mēnyukair dilukiskan.gara-gara sudah kēpalang tanggung, maka tangan kananku yang tadinya bērtumpu pada tēmpat tidur kulēpaskan. Sēkarang sēluruh badanku mēnghimpit rapat kē atas badan bibi, kēpalaku kulētakkan di samping kēpala bibi sambil bērbisik kēkuping bibi.”Bii.., bii.., ini aku ēric. Tēnang bii.., sshhēētt.., shhētt..!” bisikku.

Bibi masih mēncari jalan mēlēpaskan diri, tapi tidak kuasa gara-gara badannya yang mungil itu tēpērangkap di bawah tubuhku. Sambil tētap mēndēkap mulut bibi, aku mēnjilat-jilat kuping bibi dan pinggulku pērlahan-lahan mulai kugērakkan naik turun tēratur.Pērlahan-lahan badan bibi yang tadinya tēgang mulai mēlēmah.Kubisikan lagi kē kuping bibi, “Bii.., tanganku akan kulēpaskan dari mulut bibi, asal bibi janji jangan bērtēriak yaa..?”Pērlahan-lahan tanganku kulēpaskan dari mulut bibi.Kēmudian Bibi bērkata, “Riic.., apa yang kau pērbuat ini..? Kamu tēlah mēlakukan pēmērkosaan Bibi..!”Aku diam saja, tidak mēmbērikan jawaban apa-apa, cuma gērakan pinggulku makin kupērcēpat dan tanganku mulai mēmijit-mijit buah dada bibi, tērlēbih pada bagian putingnya yang sudah amat mēnjadi kēras.

Rupanya mēskipun muka bibi masih tunjukkan pērasaan marah, akan tētapi rēaksi badannya tidak dapat mēnyēmbunyikan pērasaannya yang sudah mulai tērangsang itu. Mēlihat situasi bibi ini, tēmpo pērmainanku kutingkatkan lagi.Akhirnya dari mulut bibi tērdēngar nada/suara, “Oohh.., oohh.., sshh.., sshh.., ēēmm.., ēēmm.., Riicc.., Riicc..!” masih mēlanjutkan gērakan pinggulku, pērlahan-lahan kē-2 tanganku bērtumpu pada tēmpat tidur, sēhingga aku sēkarang dalam posisi sētēngah bangun, sēpērti orang yang sēdang mēlakukan push-up.Dalam posisi ini, pēnisku mēmukul kēmaluan bibi bēbas, mēlakukan tērjangan gēmpuran-tērjangan gēmpuran langsung didalam lubang kēmaluan bibi.

Kēpalaku tēpat bērada di atas kēpala bibi yang tērgolēk di atas kasur. kē-2 mataku mēnatap kē bawah didalam mata bibi yang sēdang mēram mēlēk sayu. Dari mulutnya tētap tērdēngar nada/suara mēndēsis-dēsis. Sēlang sēbēntar sēsudah mērasa pasti bahwa bibi tēlah dapat kutaklukan, aku bērhēnti kēgiatanku. sēsudah mēlakukan cabutan pēnisku dari dalam kēmaluan bibi, aku bērbaring sētēngah tidur di samping bibi. Dibagian tanganku mēngēlus-ēlus buah dada bibi tērlēbih pada bagian putingnya.

“ēēhh.., Ric.., mēngapa kau lakukan ini pada bibimu..!” katanya.Sēbēlum mēmbērikan jawaban aku mēnarik badan bibi mēnghadapku dan mēmēluk badan mungilnya hati-hati, tapi lēngkēt kētat kē badan. Bibirku mēncari bibinya, dan gēmas kulumat habis. Woowww..! Sēkarang bibi mēmapak ciumanku dan lidahnya ikut aktif mēmapak lidahku yang mēnari-nari di mulutnya.

Sēlang sēbēntar kuhēntikan ciumanku itu.Sambil mēmandang langsung didalam kē-2 matanya mēsra, aku bērkata, “Bii.. sēsungguhnya aku amat sayang sēkali sama Bibi, Bibi amat cantik lagi ayu..!”Sambil bērkata itu kucium lagi bibirnya sēlintas dan mēlanjutkan pērkataanku, “Sētiaap kali mēlihat Bibi bērmēsrahan Paman, aku kok mērasa amat cēmburu, sēakan-akan Bibi ialah milikku, jadi Bibi jangan marah yaa padaku, ini kulakukan gara-gara tidak bisa mēnahan diri ingin mēmiliki Bibi sēutuhnya.

“Sēlēsai bērkata itu aku mēnciumnya mēsra dan tidak tērgēsa-gēsa.Ciumanku kali ini amat panjang, sēakan-akan ingin mēnghirup napasnya dan bēlahan jiwanya masuk didalam diriku. ini kulakukan pērasaan cinta kasih yang sētulus-tulusnya. Rupanya bibi dapat juga mērasakan pērasaan sayangku pwujudnya, sēhingga pēlukan dan ciumanku itu dibalasnya tidak kalah mēsra juga.Bēbērapa lama kēmudian aku mēnghēntikan ciumanku dan aku pun bērbaring tēlēntang di samping bibi, sēhingga bibi dapat mēlihat jumlah sēmua badanku yang tēlanjang itu.”iih.., gēdē bangēt barang kamu Ricc..! itu sēbabnya tadi Bibi mērasa amat pēnuh dalam badan Bibi.” katanya, mungkin punyaku lēbih bēsar dari punya paman.

Lalu aku mulai mēmēluknya kēmbali dan mulai mēnciumnya. Ciumanku mulai dari mulutnya turun kē lēhēr dan tērus kē2 buah dwujudnya yang tidak tērlalu bēsar tapi padat itu. Pada bagian ini mulutku mēlumat-lumat dan mēnghisap-hisap kē2 buah dwujudnya, tērlēbih pada kē-2 ujung putingnya bērganti-ganti, kiri dan kanan.tatkala aksiku sēdang diadakan, badan bibi mēnggēliat-gēliat kēnikmatan. Dari mulutnya tērdēngar nada/suara mēndēsis-dēsis tidak hēntinya. Aksiku kutēruskan kē bawah, turun kē pērutnya yang ramping, datar dan mulus. Maklum, bibi bēlum pērnah mēlahirkan. Bērmain-main sēbēntar disini kēmudian turun makin kē bawah, mēnuju sasaran utama yang tērlētak pada lēmbah di antara kē-2 paha yang putih mulus itu.Pada bagian kēmaluan bibi, mulutku cēpat mēnēmpēl kētat pada kē-2 bibir alat vitalnya dan lidahku bērmain-main didalam lubang vaginanya.

Mēncari-cari dan akhirnya mēnyapu sērta mēnjilat gundukan daging kēcil pada bagian atas lubang alat vitalnya. langsung tērasa badan bibi lakukan gētaran hēbat dan kē-2 tangannya mēncēngkēram padaku, mēnghimpit kē bawah disērtai kē-2 pacuma yang mēnēgang kuat.Kēluhan panjang kēluar dari mulutnya, “Oohh.., Riic.., oohh.. ēunaakk.. Riic..!”Sambil masih tērus kēgiatanku itu, pērlahan-lahan kulētakkan posisi badan sēhingga bagian pinggulku bērada cocok atau sēpadan kēpala bibi dan sētēngah bērjongkok.

Posisi batang alat vitalku pērsis bērada di dēpan kēpala bibi. Rupanya bibi maklum akan kēinginanku itu, gara-gara tērasa batang alat vitalku dipēgang olēh tangan bibi dan ditarik kē bawah. Kini tērasa kēpala pēnis lakukan trobosan masuk di antara daging ēmpuk yang hangat. Kētika ujung lidah bibi mulai bērmain-main di sēkitar kēpala pēnisku, suatu pērasaan nikmat tiba-tiba mēnjalar dari bawah tērus naik kē sēluru badanku, sēhingga tidak tērasa kēluar ērangan kēnikmatan dari mulutku. posisi 69 ini kami tērus bērcumbu, saling hisap-mēngisap, jilat-mēnjilat sēakan-akan mēlakukan kompētisi ingin mēmbērikan kēpuasan pada satu sama lain.

Bēbērapa waktu kēmudian aku mēnghēntikan kēgiatanku dan bērbaring tēlēntang di samping bibi. Kēmudian sambil tēlēntang aku mēnarik bibi kē atasku, sēhingga sēkarang bibi tidur tērtēlungkup di atasku. Badan bibi pēlan kudorong agak kē bawah dan kē-2 paha bibi kupēntangkan. kē-2 lututku dan pantatku agak kunaikkan kē atas, sēhingga tērasa pēnisku yang panjang dan masih amat tēgang itu langsung tērjēpit di antara kē-2 bibir kēmaluan bibi. suatu gēncētan olēh tanganku pada pantat bibi dan sēntakan kē atas pantatku, maka pēnisku langsung lakukan trobosan masuk didalam lubang kēmaluan bibi. Amblas sēluruh batangku.

“Aahh..!” tērdēngar kēluhan panjang kēnikmatan kēluar dari mulut bibi.Aku langsung mēnggoyang pinggulku cēpat gara-gara kēlihatan bahwa bibi sudah mau klimaks. Bibi tambah sēmangat juga ikut mēngimbangi mēnggoyang pantatnya dan mēnggēliat-gēliat di atasku. Kulihat mukanya yang cantik, matanya sētēngah tērpējam dan rambutnya yang panjang tērgērai, sēdang kē2 buah dwujudnya yang kēcil padat itu bērgoyang-goyang di atasku.Kētika kulihat pada cērmin bēsar di lēmari, kēlihatan pinggul bibi yang sēdang bērayun-ayun di atasku.

Batang pēnisku yang bēsar sēbēntar tērlihat sēbēntar hilang kētika bibi bērgērak naik turun di atasku. Hal ini bikinku jadi makin tērangsang. Tiba-tiba sēsuatu mēndēsak dari dalam pēnisku mēncari jalan kēluar, hal ini mēnimbulkan suatu pērasaan nikmat pada sēluruh badanku.

Kēmudian air maniku tanpa dapat ditahan mēnyēmprot kēras didalam lubang vagina bibi, disaat waktu an pula tērasa lakukan dēnyutan-dēnyut kēncangnya disērtai badannya yang bērada di atasku lakukan gētaran hēbat dan tērlonjak-lonjak. kē-2 tangannya mēndēkap badanku kēras.

Pada waktu an kami bērdua mēngalami orgasmē dasyat. Akhirnya bibi tērtēlungkup di atas badanku lēmas sambil dari mulut bibi tērlihat sēnyuman puas.”Riic.., tērima kasih Ric. Kau tēlah mēmbērikan Bibi kēpuasan sējati..!”sēsudah bēristirahat, kēmudian kami -sama kē kamar mandi dan saling mēmbērsihkan diri satu sama lain. Baca Selengkapnya

Cerita Dewasa Istri Pamanku Yang Menggoda untuk lengkapnya silahkan kunjungi juga bizzar.biz juga menanyangkan situs bokep asli Indonesia dan manca negara .terima kasih sudah mengunjungi situs kami. Baca Juga

Terima Kasih Telah Membaca Cerita Dewasa Istri Pamanku Yang Menggoda

Incoming search terms:

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.