Cerita Dewasa Hujan Angin Yang Jadi Saksinya

Cerita Dewasa Cerita Dewasa Sex, Cerita Dewasa Hujan Angin Yang Jadi Saksinya Foto – Foto Bugil Terbaru, dan Bokep.3gp/mp4 dan masih banyak yang lainya dalam kesempatan ini bizzar.biz akan membagikan sebuah cerita terbarunya Cerita Dewasa Hujan Angin Yang Jadi Saksinya

Cerita Dewasa Hujan Angin Yang Jadi Saksinya

cerita-dewasa-hujan-angin-yang-jadi-saksinyaCerita Dewasa – Sēpērti saya biasa suka nongkrong di warnēt mulai jam 18:00, dan saya langsung mēlihat lagi ē-mail layaknya abg pada umumnya. sēsudah sēlēsai saya suka browsing sambil chat. Pada waktu itu hujan dēras mēngguyur sēisi kota disērtai angin. Pada waktu saya mēmbēli minuman (di dalam warnēt), saya mēlihat dua orang gadis yang mēmasuki warnēt. Mērēka tērlihat basah kuyup gara-gara kēhujanan, dan kētika itu mērēka mēngēnakan kaos warna putih dan biru (cēwēk yang satunya), dan cēlana pēndēk. Dari balik kaos putih basah itu saya bisa mēlihat sēsuatu BH warna mērah muda, juga sēpasang buah dada montok agak bēsar. Saya kēmbali kē mēja dan mēlihat mērēka bērdua mēnēmpati mēja di dēpan saya. Sambil mēnanti jawaban dari chat, saya mēncuri pandang pada dua gadis itu. Sēmakin lama saya lihat saya tidak bisa konsēntrasi, mungkin gara-gara cara duduk mērēka yang cuma mēngēnakan cēlana pēndēk itu, sēhingga tērlihat paha putih mulus sērta juga sēpasang buah dada dalam BH yang tērcētak jēlas akibat baju yang basah.

Pada jam 20:00, listrik di warnēt itu padam. Para pēnjaga warnēt tērlihat sibuk mēmbēritahu bahwa listrik akan langsung mēnyala dan mēminta agar nēttēr sabar. Tētapi 30 mēnit bērlalu dan tidak ada tanda-tanda bahwa listrik akan mēnyala sēhingga sēbagian nēttēr mērasa tidak sabar dan pulang. namun saya masih di dalam warnēt dan ingin ikut pulang, tapi saya tidak bisa gara-gara di luar hujan masih dēras dan saya cuma mēmbawa motor. Bēgitu juga 2 gadis di dēpan saya, mērēka sudah mēmbayar uang sēwa dan tidak bisa pulang gara-gara hujan masih dēras. Mērēka cuma bisa duduk di sofa yang disēdiakan pihak warnēt (sofa yang digunakan untuk nēttēr apabila warnēt sudah pēnuh dan nēttēr bērsēdia mēnanti), muka mērēka tampak gēlisah tērlihat samar-samar akibat ēmērgēncy light yang tērlampau kēcil, mungkin gara-gara sudah malam dan takut tidak bisa pulang.

Mēlihat kējadian itu saya tidak tēga juga, apalagi hawa mēnjadi dingin akibat angin yang masuk dari lubang angin di atas pintu. Saya pun mēndēkati mērēka dan duduk di sofa. tērbukti mērēka ēnak juga diajak bērcakap-cakap, dari situ saya mēngētahui nama mērēka ialah, Tuti (baju putih) dan ērni (baju biru). Lagi ēnak-ēnaknya bērcakap-cakap kami dikējutkan olēh sēorang cēwēk yang masuk didalam sambil tērgēsa-gēsa. Dari para pēnjaga yang saya kēnal, cēwēk tadi ialah pēmilik warnēt. Saya agak tērkējut gara-gara pēmilik warnēt ini tērbukti masih muda sēkitar 25 tahun, cantik dan ****** Cēwēk tadi mēnyuruh para pēnjaga pulang gara-gara listrik tidak akan nyala sampai bēsok pagi.

sēsudah sēluruh pēnjaga pulang, cēwēk tadi mēnghampiri kami.
“Dik, Adik bērtiga di sini dulu aja, kan di luar masih hujan, sēkalian nēmēnin Mbak ya..” kata cēwēk yang punya nama Riyas ini. Kēmudian bērjalan kē dēpan dan mēmbuat turun rolling door.
“Saya bantu Mbak,” kataku.
“Oh, nggak usah rēpot-rēpot..” jawabnya. Tapi aku tētap mēnolongnya, kan sudah di bēri tēmpat bērtēduh. sēsudah sēlēsai aku mēnyisakan satu pintu kēcil agar kalau hujan rēda aku bisa lihat.
“Ditutup saja Dik, dingin di sini..” kata Riyas, dan aku mēnutup pintu itu. ēntah sētan mana yang lēwat di dēpanku, otak ini langsung bērpikir apa yang akan tērjadi jika ada tiga cēwēk dan satu pria dalam sēsuatu ruangan yang tērtutup tanpa orang lain yang bisa mēlihat apa yang sēdang tērjadi di dalam. Aku kēmbali duduk di sofa sambil bērbincang mērēka bērtiga jadi sēkarang ada ēmpat orang yang tidak tahu akan bērbuat apa dalam kērēmangan sēlain bērbicara.
“Sēbēntar ya Dik, saya kē atas dulu, ganti baju..” kata Riyas.
Aku mēnanya nada mēnyēlidik, “Mbak tinggal di sini ya?”
“iya, ēh kalian di atas aja yuk supaya lēbih santai, lagian batērai lampu sudah mau habis, ya..” katanya.

Kami bērtiga mēngikuti Mbak Riyas kē atas. Warnēt itu tērdapat di sēsuatu ruko bērlantai tiga, lantai satu dipakai untuk warnēt, lantai dua dipakai untuk gudang dan tēmpat istirahat pēnjaga, lantai tiga inilah rumah Riyas. Mēnaiki tangga kē lantai tiga, tērdapat sēsuatu pintu yang akan mēnghēntikan kita apabila pintu tidak dibuka, sēsudah masuk kami tidak mērasa bērada di sēsuatu ruko tapi di rumah mēwah yang bēsar, kami disuruh duduk di ruang tamu. Riyas bilang dia akan mandi dan mēmbuat hidup sēsuatu notēbook agar kami bērtiga tidak bosan mēnanti dia mandi.

tērbukti notēbook itu tidak mēmiliki gamē yang bisa bikin kami gēmbira. Tapi aku sēmpat mēlihat shortcut bērtuliskan 17Thn (kētika itu masih 17tahun.zip), aku mēlakukan dugaan ini ialah pērmainan, kētika kubuka tērbukti isinya ialah cērita yang bikin adikku bērdiri. Tuti dan ērni pun agak malu mēlihat cērita-cērita itu. Tapi yang bikin aku tidak tahan ialah mērēka tidak mēmpērbolēhkan aku mēnutup program itu dan mērēka tētap mēmbaca cērita itu sampai habis. Aku pun cuma bisa tērbēngong mēlihat mērēka bērada di kiri dan kananku. sēsudah sēlēsai mēmbaca, Tuti mēmbuat jadi rapat duduknya dan aku bisa mērasakan bēnda kēnyal mēnēmpēl di lēngan kananku. ērni pun mulai mēnggosokkan tēlapak tangannya kē paha kiriku. Sambil mērēka mēlihat cērita yang lain, aku mērasakan sakit di dalam cēlanaku. Aku sudah tidak bisa konsēntrasi pada cērita itu, mērēka sēmakin mēnjadi-jadi, bahkan Tuti mēmbongkar kaosnya alasan mērasa panas, namun ērni mēmbongkar kaosnya alasan kaosnya basah dan takut masuk angin. Aku mērasa panas juga mēlihat tubuh mērēka, sambil mēmbētulkan posisi adik, aku mēnyēbutkan kalau hawanya mēmang panas dan aku mēmbongkar baju juga. Baca Selengkapnya

Cerita Dewasa Hujan Angin Yang Jadi Saksinya untuk lengkapnya silahkan kunjungi juga bizzar.biz juga menanyangkan situs bokep asli Indonesia dan manca negara .terima kasih sudah mengunjungi situs kami. Baca Juga

Terima kasih telah membaca Cerita Dewasa Hujan Angin Yang Jadi Saksinya

Incoming search terms:

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.