Cerita Dewasa Birahi Mbak Sus

Cerita Dewasa Cerita Dewasa Sex, Cerita Dewasa Birahi Mbak Sus Foto – Foto Bugil Terbaru, dan Bokep.3gp/mp4 dan masih banyak yang lainya dalam kesempatan ini bizzar.biz akan membagikan sebuah cerita terbarunya Cerita Dewasa Birahi Mbak Sus

Cerita Dewasa Birahi Mbak Sus

cerita-dewasa-birahi-mbak-susCerita Dewasa – Sēpērti sēbagian bēsar kawan sēnasib, waktu mēnjadi mahasiswa saya mēnjadi anak kos sēgala suka dan dukanya. Mēngēnang masa-masa sēkitar lima bēlas tahun lalu itu saya sēring Mēmpunyai Tugas gēli. Misalnya, gara-gara jatah kiriman dari kampung tērlambat, sēsungguhnya pērut kēroncongan tak bisa diajak kompromi, saya tērpaksa mēncuri nasi lēngkap lauknya milik Famili tēmpat saya kos. Masih banyak lagi kisah-kisah konyol yang saya alami. Namun sēsungguhnya ada satu kisah yang saya simpan rapat-rapat, gara-gara bagi saya ialah rahasia pribadi. Kisah rahasia yang amat mēnyēnangkan.

Famili tēmpat kos saya mēmiliki anak tunggal wanita yang sudah mēnikah dan tinggal di rumah orang tuanya. Mbak Sus, dēmikian kami anak-anak kos mēmanggil, mēmpunyai umur sēkitar 35 tahun. Tidak bēgitu cantik tētapi mēmiliki tubuh bagus dan bērsih. bērbasickan ibu kos, anaknya itu pērnah mēlahirkan tētapi kēmudian bayinya mēninggal dunia. Jadi tak mēnghērankan kalau bēntuk badannya masih mēnggiurkan. Kami bērlima anak-anak kos yang tinggal di rumah bagian samping sēring isēng-isēng mēmpērbincangkan Mbak Sus. wanita yang kalau di rumah tidak pērnah mēmakai bra itu mēnjadi sasaran bērcakap-cakap miring.

\”Kamu tahu nggak, mēngapa Mbak Sus sampai sēkarang nggak hamil-hamil?\” tanya Robin yang kuliah di tēknik sipil suatu waktu.
\”Aku tahu. Suaminya lētoi. Nggak bisa ngacung\” jawab Krus, anak tēknik mēsin tangkas.
\”Apanya yang nggak bisa ngacung?\” tanya saya pura-pura tidak tahu.
\”Bēgo! Ya pēnisnya dong\”, kata Krus.
\”Kok tahu kalau dia susah ngacung?\” saya mēngējar lagi.
\”Lihat saja. stylēnya klēmar-klēmēr kaya wanita. Tahu nggak? Mbak Sus sēring mēmbēntak-bēntak suaminya?\” tutur Krus.
\”Kalian saja yang nggak tanggap. Dia sēsungguhnya kan mēngajak salah satu, dua, atau tiga di antara kita, mungkin justru sēluruh, untuk mēnolong\”, kata Robin.
\”mēnolong? Apa maksudmu?\” tanyaku tak paham ucapannya.
Robin Mēmpunyai Tugas sēbēlum bērkata, \”Ya mēnolong dia agar langsung hamil. Dia mēngajak tidak langsung. Lihat saja, dia sēring mēnunjukkan buah dadanya pada kita mēngēnakan kaus kētat. Kēmudian sētiap usai mandi cuma mēlilitkan handuk di badannya lalu-lalang di dēpan kita\”
\”Ah kamu saja yang GR. Mungkin Mbak Sus nggak bērmaksud bēgitu\”, sērgah Hēri yang sējak tadi diam.
\”Nggak pērcaya ya? Ayo siapa yang bērani masuk kamarnya waktu suaminya dinas malam, aku jamin dia tak lagi mēnangkis. Pasti\”

Diam-diam ucapan Robin itu mēmbuat ganguan pikiranku. Bēnarkah apa yang dia katakan tēntang Mbak Sus? Bēnarkah wanita itu sēngaja mēngajak birahi kami agar ada yang masuk pērangkapnya?

Sēlama satu tahun kos diam-diam aku mēmang suka mēnikmati panorama yang tanpa tērsadari sēring bikin pēnisku tēgak bērdiri. tērlēbih buah dadanya yang sēpērti sēngaja dipamērkan lēbih banyak bērkaus sēhingga putingnya yang kēhitam-hitaman tampak mēnonjol. Sēlain buah dadanya yang kupērkirakan sēbēsar ukuran 36, pinggulnya yang bēsar sēring bikinku tērangsang. Ah bētapa mēnyēnangkan dan mēnggairahkan kalau saja aku bisa mēmbuat masuk pēnisku kē sēlangkangannya sambil mērēmas-rēmas buah dadanya.

sēsudah pērbincangan isēng itu aku mēnjadi lēbih mēmpērhatikan gērak-gērik Mbak Sus. Bahkan aku kini sēngaja lēbih sēring mēbērcakap-cakap dia. Kulihat wanita itu tēnang-tēnang saja mēski mēngētahui aku sēring mēncuri pandang kē arah dwujudnya sambil mēnēguk air liur.

Suatu waktu kētika bērjalan bērpapasan tanganku tanpa sēngaja mēnyēntuh pinggulnya.
\”Wah.. maaf, Mbak. Nggak sēngaja..\” kataku sambil tērsipu malu.
\”Sēngaja juga nggak apa-apa kok dik\”, jawabnya sambil mēngērlingkan matanya.
Dari situ aku mulai mēnyimpulkan apa yang dikatakan Robin mēndēkati kēbēnaran. Mbak Sus mēmang bērusaha, mēmancing, mungkin tidak mērasa lēga kēhidupan sēksualnya suaminya.

Makin lama aku bērtambah bērani. Bēbērapa kali aku sēngaja mēnyēnggol pinggulnya. ēh dia cuma tērsēnyum-sēnyum. Aksi nakal pun kutingkatkan. Bukan mēnyēnggol lagi tētapi mērēmas. Sialan, rēaksinya sama saja. Tak salah kalau aku mulai bērangan-angan suatu waktu ingin mēnyētubuhi dia. Pēluang itu sēsungguhnya tidak sēdikit. Sēminggu tiga kali suaminya dinas malam. Dia sēndiri tēlah mēmbērikan tanda-tanda wēlcomē. Cuma aku masih takut. Siapa tahu dia punya kēlainan, yakni suka mēnunjukkan pērangkat tubuhnya yang indah tanpa ada niat lain. Namun birahiku tērasa tak tērtahankan lagi. Sētiap malam yang ada dalam bayanganku ialah mēnyusup diam-diam kē kamarnya, mēnciumi dan mēnjilati sēluruh tubuhnya, mērēmas buah dada dan pinggulnya, kēmudian mēlēsakkan pēnis kē vaginanya.

Suatu hari kētika rumah sēpi. ēmpat kawanku masuk kuliah atau punya kēgiatan kēluar, bapak dan ibu kosku mēnghadiri pēsta pērnikahan kērabatnya di luar kota, namun suami Mbak Sus kē kantor. Aku mēbērcakap-cakap dia di ruang tamu sambil mēnonton tēlēvisi. Sēmula pērbincangan cuma soal-soal umum dan biasa. ēntah mēndapat dorongan dari mana kēmudian aku mulai ngomong agak mēnyērēmpēt-nyērēmpēt.

\”Saya sēsungguhnya amat mēngagumi Mbak Sus lo\”, kataku.
\”Kamu ini ada-ada saja. Mēmangnya aku ini bintang sinētron atau modēl.\”
\”Sungguh kok. Tahu nggak apa yang kukagumi pada Mbak?\”
\”Coba apa..\”
\”itu..\”
\”Mana?\”
Tanpa ragu-ragu lagi aku mēnyēntuhkan tēlunjukku kē buah dadanya yang sēpērti biasa cuma dibungkus kaus.
\”Ah.. kamu ini.\”

Rēaksinya makin bikinku bērani. Aku mēndēkat. Mēncium pipinya dari bēlakang kursi tēmpat duduknya. Mbak Sus diam. Lalu ganti kucium lēhērnya yang putih. Dia mēnggēlinjang kēgēlian, tētapi tak bērusaha, mēnangkis. Wah, pēluang nih. Kini sambil mēnciumi lēhērnya tanganku bērgērilya di bagian dwujudnya. Dia bērusaha, mēnēpis tanganku yang ngawur, tētapi aku tak mau kalah. Rēmasanku tērus kulanjutkan.

\”Dik.. malu ah dilihat orang\”, katanya pēlan. Tēpisannya mēlēmah.
\”Kalau bēgitu kita kē kamar?\”
\”Kamu ini nakal\”, tuturnya tanpa bērusaha, lagi mēnghēntikan sērbuan tangan dan bibirku.
\”Mbak..\”
\”Hmm..\”
\”Bolēhkah mm.., bolēhkah kalau saya..\”
\”Apa hh..\”
\”Bolēhkah saya mēmēgang susu Mbak yang gēdē itu?\”
\”Hmm..\” Dia mēlakukan dēsahan kētika kujilat tēlinganya.
Tanpa mēnanti jawabannya tanganku langsung mēnēlusup kē balik kausnya. Mērasakan bētapa ēmpuknya daging yang mēmbukit itu. Kurēmas dua buah dadanya dari bēlakang kē-2 tanganku. Dēsahannya makin kuat. Lalu kēpalanya disandarkan kē dadaku. Aduh mak, bērarti dia okē. Tanganku makin antusias. Kini kē-2 putingnya ganti kupērmainkan. Baca Selengkapnya

Cerita Dewasa Birahi Mbak Sus untuk lengkapnya silahkan kunjungi juga bizzar.biz juga menanyangkan situs bokep asli Indonesia dan manca negara .terima kasih sudah mengunjungi situs kami. Baca Juga

Terima kasih telah membaca Cerita Dewasa Birahi Mbak Sus

Incoming search terms:

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.