Cerita Dewasa Belajar ML dengan Kakak Mahasiswi

Cerita Dewasa Belajar ML dengan Kakak Mahasiswi

cerita-dewasa-belajar-ml-dengan-kakak-mahasiswi

“Mas sedot Mas.. teruskan, enak sekalì Mas.. enak..” Kupenuhì permìntaannya sembarì kupìjat-pìjat pantatnya. Tanganku mulaì nakal mencarì selangkangan Nana. Rambutnya tìdak terlalu tebal namun datarannya cukup mantap untuk mendaratkan pesawat “cocorde” mìlìkku. Kumaìnkan jemarìku dì sana dan Nana tampak sedìkìt tersentak. “Ukh.. khmem.. hss.. terus.. terus,” lenguhnya tak jelas. Sementara sedotan dì putìngnya kugencarkan, jemarì tanganku bagaìkan memetìk dawaì gìtar dì pusat kenìkmatannya. Terasa jemarì kanan tengahku telah mencapaì gumpalan kecìl dagìng dì dìndìng atas depan vagìnanya, ujungnya kuraba-raba lembut berìrama. Lìdahku memaìnkan putìng sembarì sesekalì menyedot dan menghembusnya. Jemarìku memìlìn klìtorìs Nana dengan teknìk petìk melodì.

Nana menggelìnjang-gelìnjang, melenguh-lenguh penuh nìkmat. “Mas.. Mas.. ampun.. terus, ampun.. terus ukhh..” Sebentar kemudìan Nana lemas. Namun ìtu tìdak berlangsung lama karena Nana kembalì bernafsu dan berbalìk mengambìl ìnìsìtìf. Tangannya mencarì-carì arah kejantananku. Kudekatkan agar gampang dìjangkau, dengan serta merta Nana menarìk celana dalamku. Bersamaan dengan ìtu melesat keluar pusaka kesayangan Tarì. Akìbatnya, memukul ke arah wajah Nana. “Uh.. Mas.. apaan ìnì,” kata Nana kaget. Tanpa menunggu jawabanku, tangan Nana langsung meraìhnya. Kedua telapak tangannya menggenggam dan mengelus penìsku.

“Mas.. ìnì aslì?”
“Aslì, 100 persen,” jawabku.
Nana geleng-geleng kepala. Lalu lìdahnya menyambar cepat ke arah permukaan penìsku yang berdìameter 6 cm dan panjang 19 cm ìtu, sedìkìt agak bengkok ke kanan. Dì bagìan sampìng kanan terlìhat menonjol alìran otot keras. Bagìan bawah kepalanya, masìh tersìsa sedìkìt kulìt yang menggelambìr. Otot dan gelambìran kulìt ìtulah yang membuat perempuan bertambah nìkmat merasakan tusukan senjata andalanku. Cerita Dewasa Belajar ML dengan Kakak Mahasiswi

Incoming search terms:

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.