Cerita Dewasa Aku Kalah Darinya

Cerita Dewasa Cerita Dewasa Sex, Cerita Dewasa Aku Kalah Darinya Foto – Foto Bugil Terbaru, dan Bokep.3gp/mp4 dan masih banyak yang lainya dalam kesempatan ini bizzar.bizakan membagikan sebuah cerita terbarunya Cerita Dewasa Aku Kalah Darinya

Cerita Dewasa Aku Kalah Darinya

cerita-dewasa-aku-kalah-darinyaCerita Dewasa – Bagi pēmbaca sēkalian yang tēlah mēmbaca cēritaku yg tērlēbih dahulu bērjudul \”Scorē kami Nol-Nol\” tēntu tēlah tahu bagaimana awalannya.

Aku punya rancangan kēmbali kē Jakarta untuk urusan imigrasi. Shēēna gēmbira mēndēngar aku akan kēmbali kē Jakarta. Tapi untuk ganti suasana, aku usulkan untuk bērcinta di tēmpat lain yang kami bērdua bēlum pērnah kunjungi. Sētēh pilih-pilih tēmpat dan disēsuaikan ukuran kantong kami, kami lalu mēmilih Kuala Lumpur, sēkalian mēninjau Pētronas Twin-Towērs.
Jadilah aku tērbang kē Jakarta. Sētibanya di Jakarta, Shēēna langsung kukabari namun gara-gara Shēēna masih masuk kantor dan akupun sibuk urusan imigrasiku, kami baru bisa janjian kētēmu pada hari sabtu, sēsungguhnya ēsoknya hari minggu sudah musti bērangkat kē Kuala Lumpur. Bagi pēmbaca yang mau tahu pērjumpaan kami ini bacalah kisah \” bikin Scorē \”

*****

Singkat Cērita, kami bērdua bērtēmu di Cēngkarēng, tanpa ciuman dan bērsama tangan, kami mēnuju countēr chēck-in, tak lama kēmudian kami bērdua sudah duduk di kursi pēsawat yang siap bērangkat kē Kuala Lumpur. sēsudah pēsawat mēngudara dan sēat-bēlt sudah bolēh dilēpas, tangan Shēēna mampir di pahaku, otomatis batangku jadi tēgang. gara-gara aku pakai Jēans, batang alat vitalku jadi agak sakit. ia rupanya sudah paham.
\”Adikmu sakit ya Mas?\” tanyanya bērgurau sambil mēngēlus-ēlus pahaku. Batang alat vitalku mēnjadi sēmakin tēgang. Aku lalu mēminta sēlimut pada awak cabin, bukan kēdinginan gara-gara AC, tapi supaya tidak ada yang lihat aku mēlonggarkan ikat pinggang dan mēmbuat turun rēslētingku. gara-gara pakai sēlimut tangan Shēēna mēnjadi lēbih bērani masuk kē cēlah rēslētingku, akhirnya mēncapai batang alat vitalku yang masih ditutup cēlana dalamku yang sudah basah sētēmpat.

Mēskipun Shēēna sungguh pandai dalam mēmbuat rancanganankan rangsangan, posisi kursi pēsawat tidak mēmungkinkan bērbuat macam-macam tanpa \’bikin hēboh\’. tērpaksa kutahan nafsu birahiku, tapi aku tētap mau balas biar iapun jadi \’susah\’. Dari dalam sēlimut, tanganku mēngēlus-ēlus dwujudnya. Sēngaja aku tidak mēmbuat masuk jari-jariku didalam bajunya, cukup kuēlus dari luarnya saja. sēsudah kulihat Shēēna mēnjadi agak \”tidak tēnang\”. ia mēndēngus pēlan, \”ēnghh.. hh..\”
Tanganku kuturunkan kē pacuma dan tērus kē antara kē-2 pacuma. Aku bērhasil mēnjadikannya mērasakan rangsangan birahi yang aku tahu tak bisa disalurkan. ia cuma bisa mēlakukan dēsahan, \”Hhh.. hh.. hh..\”

Sētēngah ēkspēdisi sudah bērlalu, kami bērdua masih tērus saling mēraba tujuan mērangsang pasangan masing-masing supaya pada \’nggak tahan\’ lagi. Tapi tiba tiba harus kami stop gara-gara ada sēorang wanita mēminta Pērtolongan, rupanya TKW yang tidak tahu cara mēngisi kartu rēgistrasi Datangnya untuk bandara Kuala Lumpur. gara-gara tērganggu nafsu kami jadi hilang dan kami bērdua jadi sēnyum-sēnyum sēndiri.

Tiba di Kuala Lumpur, kami langsung mēnuju hotēl MLA di sēkitar jantung kota Kuala Lumpur. Sēpērti biasanya chēck-in, diantar olēh pēlayan hotēl kē kamar, pasang tanda DO NOT DiSTURB di gagang pintu, kunci pintu.
\”Sayang.. akhirnya sampai juga ya,\” mēmbongkar kēhēningan.
Aku mērasa badanku agak hangat dan sēndi-sēndiku agak linu sēpērti mau sakit flu. Soalnya baru ēkspēdisi jauh dari Brisbanē ditambah kēmarin (Sabtu, baca kisah \” bikin Scorē \”) baru saja ML \’kēluar barēng\’ di Jakarta.
\”ēhm..\”
Aku tahu kalu ia sudah malas ngomong bērarti aku harus tahu diri jangan kaya NATO (No Action Talk Only) yang dulu. Kupēluk ia lēmbut dan mēsra dari bēlakang, kē-2 tēlapak tanganku mēnēlungkupi kē2 buah dwujudnya, kucium bēlakang tēlinganya lalu turun kē lēhēr kanan, kukēcup dan kusēdot lēhērnya.
\”ēnghh.. sshh..,\” ia mulai mēndēsis, ia tak kuatir lagi akan tanda mērah di lēhērnya.

Ciumanku pērlahan pindah kē lēhēr kiri sambil kē-2 tanganku mēngangkat bajunya kē atas. ia mēngangkat kē-2 tangannya kē atas mēringankan bajunya dilēpas kēatas. Bajunya kulēmparkan kē kursi, aku lalu mēmbongkar bajuku sēndiri.
Aku tētap bērdiri dibēlakang Shēēna, kini aku tēlah bērtēlanjang dada sēdang tubuh bagian atas Shēēna cuma mēngēnakan BH. Kēmbali kupēluk ia dari bēlakang, bibirku mēncium tēlinganya, kē-2 tanganku bērgērak naik dari pērutnya kēbawah buah dwujudnya. Pērlahan jari-jari tanganku mēnyēlip kēatas kēdalam BHnya, langsung mēnangkup kē2 buah dwujudnya.

\”Aduh.. Ari.. ēnak.. auuhh\”
Tangan kiriku tētap tērus mēnyēlip di dalam BHnya sēdang tangan kananku bērgērak kēluar lalu kē punggungnya, mēlēpaskan Klip BHnya. Lēpaslah BHnya, kini kē-2 tanganku bēbas mēmutar-mutar kē-2 putingnya an.
\”Auh.. ēnghh..,\” dēsisnya makin jēlas tērdēngar. sēbēntar kēmudian ia Datang-Datang bērbalik sēhingga tanganku tērlēpas dari buah dwujudnya. ia lalu mēncium dan mēlumat bibirku. Tanganku yang tadi tērlēpas sēkarang tēlah mēndapatkan kēmbali kē2 buah dwujudnya yang kini bērada didēpanku. Kuēlus-ēlus kē2 buah dwujudnya lalu kupēncēt lēmbut putingnya ibu jari dan jari tēlunjukku.

Tanpa mēlēpas ciumannya, tangan-tangan Shēēna mēmbongkar ikat pinggangku dan mēncampakkannya kē kursi. Rēslētingku diturunkan, otomatis Jēansku jadi longgar, lalu Shēēna turun bērjongkok di dēpanku mēmbuat turun Jēansku yang sudah longgar itu. Batang alat vitalku sudah mēnjadi kēras, ujung kēpalanya nongol sēdikit dari atas cēlana dalamku yang mēmpunyai warna mērah. ia lalu mēnēmpēlkan hidungnya kē batang alat vitalku dari luar cēlana dalamku sambil jari tēlunjuk kanannya disēntuh-sēntuhkan kēujung kēpala alat vitalku yang nongol dari cēlana dalamku.

tēlunjuknya itu, ia olēs-olēskan cairan bēningku hingga mērata kē topi bajaku, lalu dipēlorotkan cēlana dalamku akibatnya batang alat vitalku mēntal kēdēpan sēpērti pēgas dan mēngēnai hidungnya. ia mēndongak dan mēmundurkan sēdikit hidungnya sambil mēmbongkar mulutnya, otomatis kēpala alat vitalku jatuh kēdalam mulutnya. ia lalu mēnutup mulutnya dan mēnghisap kēpala alat vitalku sambil mēlirik kēatas mēnatap mataku.

Oh.. nikmat sēkali hisapan mulutnya itu. Tanpa mēmēgang batang alat vitalku, ia tērus mēnghisap, mēngulum dan pēlan-pēlan mēmasuk-kēluarkan alat vitalku. Sulit kunyatakan ēnaknya kuluman dan hisapannya. Sētidaknya 15 mēnit aku tērlēna dalam situasi bērdiri. Sēlang bēbērapa waktu aku ingin gantian kērjain dia, kuangkat, kugēndong lalu kurēbahkan tubuhnya tērlēntang diatas ranjang. Aku sudah dalam situasi tēlanjang namun ia masih mēmakai cēlana panjang mēskipun bagian atasnya sudah tanpa busana lagi.

Aku lalu bērjongkok disisi bawah tēmpat tidur, mēmbongkar ikat pinggangnya, mēmbuat turun rēslētingnya lalu mēnarik lēpas Jēansnya. Cēlana dalamnya kēlihatan agak lēmbab, langsung aku tarik turun lēwat kakinya. kini lēngkaplah sudah ia tēlanjang bulat dihadapanku. Kutarik kakinya supaya pantatnya rata tēpi tēmpat tidur dimana aku bērjongkok. Baca Selengkapnya

Cerita Dewasa Aku Kalah Darinya untuk lengkapnya silahkan kunjungi juga bizzar.bizjuga menanyangkan situs bokep asli Indonesia dan manca negara .terima kasih sudah mengunjungi situs kami. Baca Juga

Terima Kasih Telah Membaca Cerita Dewasa Aku Kalah Darinya

Incoming search terms:

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.