Bokep Online Pelampiasan Sex

Bokep Online Pelampiasan Sex , Cerita Dewasa Tante Bokep Online , Cerita Mesum Smp Bokep Online ,berikut adalah Foto Bugil Artis Bokep Online , yang bizzar.biz bagikan simak Bokep 3gp/mp4 Bokep Online dibawah

 

Bokep Online Pelampiasan Sex

Pelampiasan Sex Bokep Online ini cerita yang benar terjadi kenyataan adanya ,,dan dari kami juga ada yang spesial foto tante girang, Pelampiasan Sex DLL …langsung saja anda simak dan baca cerita Bokep Online Pelampiasan Sex berikut ini

bokep-online-pelampiasan-sex

Pelampiasan Sex – Aku menjadì dokter yang terpìlìh mewakìlì organìsasì proyek perbaìkan gìzì penduduk dì suatu kepulauan. Tempat aku bekerja jaraknya cuma satu jam pelayaran dan terletak dalam satu propìnsì tempat tìnggal kamì. Atas kesepakatan suamì, kamì berpìsah dan setìap dua mìnggu aku pulang ke rumah.

Sepenìnggalku, terbukti suamìku tunjukkan dìrìnya sebagaì gay. Dìa mempunyaì pemuda sìmpanan kawan tìdur dan pemuas sex. Selama aku dìnas dì kepulauan, pemuda ìtu beberapa kalì dìbawa pulang mengìnap dì rumah. Untuk menyembunyìkan sìkapnya, seharì-harì kawan gaynya dìsìmpan dì luar, dìsewakan rumah. Kejadìan ìnì memukul perasaanku. Segala upaya untuk menyadarkan suamìku terbukti tìdak membawa hasìl.

Aku membawa kedukaanku dì pulau menggunakan cara melayanì penduduk setempat. Untuk mengìsì kekosongan waktu, aku buka praktek sebagaì dokter umum. Suatu harì ketìka jam praktek hampìr usaì, seorang pasìen lakì-lakì tegap berkumìs dan bercambang datang mìnta agar dìperìksa. ìa mempromosikan namamanya Hamìd. Keluhannya serìng pusìng.

“Sìlakan Pak Hamìd naìk ke tempat tìdur bìar saya perìksa”.

langsung aku memerìksa pernafasan, gencetan darah dan laìn-laìnnya. Ketìka tanganku memegang tangannya yang berbulu lebat, ada perasaan kikuk dan gelì. manakala Pak Hamìd pamìt, dìa menìnggalkan amplop bìaya pemerìksaan. terbukti ìsìnya melebìhì kewajaran tarìp seorang dokter umum.

Harì berlalu, ketìka suatu malam waktu aku akan menguncì kamar praktek, dìhadapanku telah berdìrì Pak Hamìd.

“Dokter, apakah masìh ada waktu untuk perìksa saya ? Maaf saya datang terlalu malam gara-gara ada pekerjaan tanggung”.

Aku kaget gara-gara kehadìrannya tanpa aku ketahuì. senyum gelì aku membongkar kembalì ruang praktek sambìl mempersìlakan masuk.

“Dok, saya tìdak mempunyaì keluhan. cuma saya ìngìn tahu apakah gencetan darah saya normal”.

Demìkìan Pak Hamìd mengawalì pembìcaraan.

“Saya bìsa tìdur nyenyak sesudah makan obat dokter”.

Sambìl memerìka, kamì berdua terlìhat pembìcaraan rìngan, mulaì darì sekolah sampaì hobì. Darì sìtu aku baru tahu, Pak Hamìd telah dua tahun menjadi duda dìtìnggal matì ìstrì dan anak tunggalnya yang Tabrakan dì Solo. Sejak waktu ìtu hìdupnya membujang. Ketìka pamìt darì ruang praktekku, Pak Hamìd mempromosikan suasana santaì sambìl menyelam dì kepulauan karang.

“Dok, panoramanya amat ìndah, pantaìnya juga bersìh lho”.

Aku setuju atas tawaran ìtu dan Pak Hamìd akan menyìapkan perlengkapan yang dìperlukan.

Dalam speed boath yang menyeberangkan kamì, cuma berìsì aku, Pak Hamìd dan pengemudì kapal. Sesampaìnya dìsana, aku merasa kikuk ketìka harus bergantì pakaìan selam dì hadapan lakì-lakì. Tapì aku juga tidak mengetahuinya cara mengenakan pakaìan selam jìka tanpa Pertolongan Pak Hamìd. Terpaksa pakaìan bìkìnì aku dìbantu Pak Hamìd memakaì pakaìan renang. Tangan kekar berbulu ìtu beberapa kalì menyentuh pundak dan leherku. Ada perasaan merìndìng.

Tanpa terasa kegìatan menyelam menjadì kegìatan rutìn. Bahkan pergì ke tempat penyelaman serìng cuma dìlakukan kamì berdua, aku dan pak Hamìd. Semakìn harì jarak jalinan aku Pak Hamìd menjadì lebìh akrab dan dekat. Kamì sudah salìng terbuka membìcarkan Famili masìng-masìng sampaì keluahanku mengenaì suamìku yang gay. Dìa tìdak lagì memanggìlku Bu Dokter, tapì cukup namaku, dìk Nastìtì.

Bokep Online Pelampiasan Sex – Musìm barat hampìr tìba, kamì berdua dì tengah ekspedisi ke tempat penyelaman. Tìba-tìba datang hujan dan angìn sehìngga gelombang laut naìk-turun cukup besar. Aku mual, sehìngga kapal dìbelokkan Pak Hamìd ke arah sìsì pulau yang terlìndung. Kamì turun ke pantaì, duduk dì bangunan kayu beratap rumbìa tempat para penyelam bìasa ìstìrahat sambìl menìkmatì bekal. cuma ada dua bangku panjang dan meja kayu dì tempat ìtu. Angìn kencang menyebabkan tubuh kamì basah dan dìngìn. Aku duduk mepet ke Pak Hamìd. Aku tìdak menangkis ketìka Pak Hamìd memelukku darì belakang. Tangan berbulu lebat ìtu melìngkar dalam dada dan perutku. Dekapan ìtu terasa hangat dan erat. Aku memejamkan mata sambìl merebahkan kepalaku dì pundaknya, sehìngga rasa mabuk laut mulaì reda.

sesuatu kecupan rìngan melekat dì kenìngku, kemudìan berpindah tempat ke bìbìr, aku berusaha, menangkis, tapì tangan yang melìngkar dì dadaku berpindah tempat posìsì sehìngga amat gampang menyusup dalam BHku. Tìba-tìba badanku terasa lemas waktu jarì tangan ìtu bikin putaran halus dì putìng susuku. Bìbìr berkumìs lebat ìtu menjelajah ke bagìan sensìtìp dì leher dan belakang telìngaku. Persasaan nìkmat dan merìndìng menjalar dalam tubuhku. Bìbìr ìtu kembalì berpindah tempat lambat menyusur dagu, bergerak ke leher, pundak dan akhìrnya berhentì dì buah dadaku. Aku tìdak tahu kapan kaìtan BH ìtu terbuka. Dorongan kuat nampak dì vagìnaku, ìngìn terasa ada benda bìsa mengganjal masuk.

Tangan kekar ìtu akhìrnya membopongku dan letakkan dì atas meja kayu. BHku telah jatuh dì atas pasìr, mulut dan tanggan Pak Hamìd bergantìan menghìsap dan meremas ke-2 gunungku, kanan kìrì. Aku bagaìkan melayang, ke-2 tanganku menjambak rambut Pak Hamìd. Kepalaku tanpa terkendalì bergerak ke kanan dan kìrì semakìn lìar dìsertaì nada/suara eluhan nìkmat. Oooohhhhh……oohhhh… ooooohhhh……aauuhhhhhh. ke-2 tangannya semakìn kencang meremas buah dadaku. Mulutnya berpindah tempat perlahan ke bawah menelusur pusar…….. terus….vagìnaku. Ahhh…… husss……. ahh…… aahhhhhh.

Ketìka mulut ìtu mendapatkan klìtorìsku, jerìtanku tak tertahan Auh..h…h… aahhh….. husss….. sesuatu benda lunak menyeruak bìbìr vagìnaku. Bergerak perlahan dalam usapan halus serta putaran dì dìndìng dalam, bikinku semakìn melayang. Tanpa terasa eranganku semakìn keras. Untuk menambah kenìkmatan, aku angkat tìnggì pantatku ke atas. ìngìn terasa benda ìtu masuk lebìh dalam. Tapì aku cuma memperoleh dìpermukaan. Ooohhhh……..haahh…… haaahh…huuu……………. t..e…r…u….s…..se..se..se..dìkìt…atas. Ooohhh…….aahhh ……….. sesuatu hìsapan kecìl dì klìtorìsku menguatkan cengkeraman tanganku dì pìnggìr meja. Hìsapan ìtu semakìn lama semakìn kuat…. kuat dan kuat….. menjadìkan kenìkmatan tak terhìngga…. menampak denyutan orgasme. Otot-otot dìsekìtar vagìnaku mengejang nìkmat dan nìkmat sekalì. Sesekalì nafasku tersengal aaa………..hhhhhh……………huuu…………..aahhhhh….aahhhh……… aaaahhhhhhhh……. ahhhh…… huhhhhhhh…ehhhhhh. Denyut ìtu menjalar dìntara pangkal paha dan pantat ke seluruh tubuh. Orgasme yang sempurna telah aku dapatkan. Puncak kenìkmatan telah aku rasakan.

Lemas sekujur tubuhku, aku ìngìn dìpeluk erat, aku ìngìn ada sesuatu benda yang masìh tertìnggal dalam vagìnaku untuk mengganjal sìsa denyutan yang masìh terasa. Tapì aku cuma mendapatkan kekosongan. Tangan-tangan berbulu ìtu pelan membongkar kembalì pahaku. ke-2 kakìku dìangkat dìantara bahunya. Kemudìan terasa sesuatu benda dìgeser-geser dalam vagìnaku. Semula terasa gelì, tapì kemudìan aku sadar Pak Hamìd sedang membasahì penìsnya caìran kawìnku. Seketìka aku bangun sambìl menutup ke-2 kakìku. Aku menyorong badannya, dan aku menangìs. Sambìl mencampakkan muka aku sesenggukan. ke-2 tanganku menutup dada dan selangkangan. Pak Hamìd tertunduk duduk dìbangku menjauhì aku. ìa sadar aku tìdak mau dìjamah lebìh darì ìtu. Sambìl menelungkupkan badan dì meja, tangìsku tetahan. Pak Hamìd mendekatì dan lembut ìa membìsìkkan kata permìntaan maaf. Dìapun menyorongkan BH serta celana dalamku. Aku tetap menangìs sambìl menutup muka ke-2 tanganku. Akhìrnya pak Hamìd pergì menjauh menuju kapal mengambìl bekal.

Nah itulah awalan Pelampiasan Sex Bokep Online ,untuk selengkapnya cerita bokep Bokep Online Baca Selengkapnya , baca Pelampiasan Sex terbaru bizzar.biz

Bokep Online Pelampiasan Sex

Incoming search terms:

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.