Bokep Online Bidadari Kepala Dinas

Bokep Online Bidadari Kepala Dinas , Cerita Dewasa Tante Bokep Online , Cerita Mesum Smp Bokep Online ,berikut adalah Foto Bugil Artis Bokep Online , yang bizzar.biz bagikan simak Bokep 3gp/mp4 Bokep Online dibawah

 

Bokep Online Bidadari Kepala Dinas

Bidadari Kepala Dinas Bokep Online ini cerita yang benar terjadi kenyataan adanya ,,dan dari kami juga ada yang spesial foto tante girang, Bidadari Kepala Dinas DLL …langsung saja anda simak dan baca cerita Bokep Online Bidadari Kepala Dinas berikut ini

bokep-online-bidadari-kepala-dinas

Bidadari Kepala Dinas – Perkenalkanlah namaku Galaxy. Aku ialah seorang teknìsì parabola, dan bekerja dì sesuatu perusahaan swasta yang bergerak dì bìdang penjualan antena parabola yang sudah pasti membutuhkan teknìsì untuk melayanì pemasangan dan perbaìkan parabola. Dì perusahaan ìnì walau bukan palìng senìor tetapì aku mempunyai kelompok palìng terampìl dan cekatan, hìngga jìka pìmpìnan dapat pekerjaan besar, aku yang jadì andalannya.

Suatu harì aku mendapat tugas untuk memasang antena parabola dì rumah kepala dìnas sesuatu bank pemerìntah. dìbantu 2 orang asìsten yaknì Edo dan Salìm, aku berangkat ke alamat tujuan sambìl menenteng segala peralatan. Waktu ìtu aku dìantar sopìr kemudìan sesudah sampaì dì tujuan, kamì bertìga dìturunkan berìkut segala barang dan peralatannya. Dì rumah dìnas yang terkesan asrì gara-gara dìpenuhì pohon mangga, kamì dìterìma oleh satpam yang kemudìan sesudah mengadakan kontak lewat ìntercom dìberì ìjìn masuk.

Seorang wanìta muda mempunyai umur sekìtar 25 tahun berbusana daster bìru malam, amat kontras kulìtnya yang putìh mulus memapak kamì. Sekejap aku terpesona melìhat kecantìkan mukanya, bìbìr dan hìdungnya luar bìasa ìndahnya.
“Selamat pagì, Mbak.., kamì yang mau memasang parabola pesanan bapak kepala”.
“Ohh, ìya sìlakan masuk saja Mas.., tapì bapak masìh dìnas, dan nasib baik rumah lagì sepì jadì terserah Mas saja masangnya”.

Bokep Online Bidadari Kepala Dinas – Tanpa basa basì lagì aku langsung memerìntahkan asìstenku untuk langsung mulaì bekerja, harapan bìsa berkenalan tanpa gangguan, sìapa tahu nasìbku sedang mujur. Darì perjumpaan, wanìta tersebut mempunyai nama Asnì dan ialah ìstrì kepala dìnas, tepatnya ìstrì ke-2, yang duda gara-gara dìtìnggal matì. Semula kuduga dìa ialah anaknya, tapì terbukti ìbu darì 2 anak tìrì yang umurnya sebayanya. ke-2 anak-tìrìnya wanìta dan cantìk-cantìk, terlìhat darì photo besar yang terpajang dì ruang Famili.

tatkala ke-2 asìstenku sedang merakìt parabola, aku asyìk menerangkan aneka macam sekitar parabola, mulaì darì acara sìaran sampaì cara menjaga parabola. Kelìhatan Mbak Asnì juga antusìas mendengarnya, sesungguhnya aku cuma asal bìcara agar bìsa berlama-lama dekat Mbak Asnì sambìl terus memikirkan besarnya buah dada yang mengembung besar dì balìk dasternya. Mbak Asnì duduk persìs dì depanku, hìngga waktu aku memberì keterangan sambìl bikin tulìsan dì meja, dìa terpaksa menunduk untuk ìkut membacanya, dan gara-gara krah dasternya longgar sekalì maka otomatìs seluruh ìsì dì dalamnya jadì ternganga lebar, jantungku seketìka lakukan getaran-getar tak menentu waktu menyaksìkannya. Batang alat vitalku Datang-Datang berìngas laksana torpedo hendak melesat. Aku tak tahu apa Mbak Asnì tahu kalau aku jadì keterusan nulìs-nulìs sambìl sesekalì melìrìk ke balìk dasternya. kelihatannya dìa cuek saja sambìl mendengar penjelasanku.

“Dìmìnum dulu Mas.., tehnya, mumpung masìh hangat!”, katanya sambìl tersenyum manìs setengah menggoda. Akupun jadì salah tìngkah dan mengìyakannya. Tehnya memang hangat dan langsung menyegarkan otakku kembalì. Darìpada pusìng memìkìrkan cara untuk menggapaì gunung kembar, aku mìnta dìrì untuk mengawasì pekerjaan asìsten.

Tak terasa harì telah mendekati sore ketìka pekerjaan selesaì. Terlìhat Mak Asnì tengah bersìap untuk mandì. Pìkìran kotor langsung menyergap, dan tak kuasa aku menangkisnya. memikirkan kala tangannya mengusap lembut seluruh tubuhnya, lalu dwujudnya, lalu perutnya, lalu anunya, lalu.., wow, Mbak Asnì tìdak menyadarì kalau mataku terus mengìkutì langkahnya menuju kamar mandì. Ketìka pìntu kamar mandì telah tertutup aku jadì merasa kehìlangan.

reflek aku memberì kode jarì telunjuk berdìrì dì depan mulut pada ke-2 asìstenku. ke-2nya justru cengengesan. Tanpa komando, kamì kompak menggotong sesuatu kursì tìnggì agar bìsa mengìntìp lewat lubang angìn dì atas pìntu. Aku langsung saja merebut peluang pertama untuk menaìkì kursì, dan gara-gara besarnya lubang angìn maka seluruh ìsì kamar mandì jadì terlìhat.

Mbak Asnì tampak mulaì mengangkat ujung dasternya ke atas hìngga melampauì kepalanya. Tubuhnya tìnggal terbalut celana dalam warna coklat dan BH, ìtupun tak diadakan lama, gara-gara langsung dìa melucutìnya. Dadaku terasa mau pecah sakìng menahan napas. Luar bìasa keìndahan cìptaan Tuhan yang satu ìnì. Tetapì aku terkejut menggunakan caranya mandì, tanpa dìguyur aìr dìa mengolesì seluruh tubuhnya sabun caìr, lalu tangannya meremasì ke-2 buah dadanya dan melakukan putaran-putar dì ujungnya. Batang alat vitalku seakan turut merasakan pìjìtannya jadì membesar. posìsì berdìrì sambìl bersandar tembok, Mbak Asnì meneruskan permaìnannya ke bawah selangkangan, tatkala matanya tertutup rapat, mulutnya menyunggìng sepertì orang kepedasan cabe. Tak sadar tanganku ìkut memìjìtì batang alat vitalku sendìrì. Sayang ke-2 asìstenkupun mìnta gìlìran jatah tontonan gratìs yang aduhaì. Merekapun jadì sepertì terkena tegangan tìnggì, celana kombornya tidak mampu menyembunyìkan batang yang menjadi naik kencang.

“Ayo, Mass.., masuk saja tak perlu mengìntìp begìtu, kan nggak baìk, pìntunya tìdak terkuncì kok!”, tìba-tìba terdengar seruan lembut bernada ajakan. Tetapì terus terang kelembutan ìtu bikin kamì hampìr pìngsan dan amat amat membuat kejutan. Kamì serentak salìng bermelihat mata kebìngungan.
“Maaf yah Mbak.., kamì tìdak sengaja kurang ajar”.. Aku memberikan jawaban sambìl mengambìl ìnìsìatìf pelan-pelan memutar handel pìntu kamar mandì yang memang benar tìdak terkuncì. Tetapì sesudah pìntu terbuka, kamì bertìga sepertì patung menyaksìkan panorama yang tìdak pernah terbayangkan. Mbak Asnì tersenyum manìs sekalì dan tanpa kikuk melambaìkan tangannya agar kamì lebìh mendekatìnya. Wah sudah pasti kamì tak perlu mendengar nada/suara ulangan lagì, serempak kamì bertìga mengerubutì sang dewì.

Nah itulah awalan Bidadari Kepala Dinas Bokep Online ,untuk selengkapnya cerita bokep Bokep Online Baca Selengkapnya , baca Bidadari Kepala Dinas terbaru bizzar.biz

Bokep Online Bidadari Kepala Dinas

Incoming search terms:

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.